PT DNL Diganjar Rp 89 Juta – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

PT DNL Diganjar Rp 89 Juta

PHK Karyawan

ATAMBUA, TIMEX – Keputusan manajemen PT Dian Nusa Lestari (DNL) memberhentikan sepihak (PHK) tiga orang karyawannya, membuahkan petaka. Perusahaan yang dipimpin Daniel Liu itu harus membayar pesangon senilai Rp 89.392.500 kepada tiga karyawannya.

Pembayaran itu terjadi setelah proses mediasi oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Belu belum lama ini. Ketiga karyawan yang di-PHK yaitu Richardus Halle, Aloysius Berek dan Martinus Haki.

“Dua karyawan lainnya atasnama Ricardus Halle menerima uang pesangon senilai Rp 25 juta dan Aloysius Berek Rp 43.750.00 dan Martinus Haki Rp 20.642.500 dari PT DNL pada 3 September mendatang,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belu, melalui Kasi Perselisihan Hubungan  Industrial,  Karena D Loo usai mediasi, belum lama ini.

Pembayaran uang pesangon kepada ketiga karyawan, merupakan tindak lanjut aturan ketenagakerjaan yang berlaku. “Tidak ada hal baru dalam proses mediasi masalah PHK. Kami hanya melaksanakan aturan secara adil kepada semua masyarakat yang ada di Belu,” jelasnya.

Dijelaskan, realisasi hasil mediasi Martinus Haki mengalami kendala karena masalah dugaan kasus pencurian rantai alat berat milik PT DNL yang terjadi akhir tahun 2018. Martinus dicurigai terlibat dalam kasus dimaksud. Walau demikian, proses hukum yang ditangani Polsek Tasifeto Timur kabur karena nama Martinus Haki tidak muncul dalam laporan polisi.

Selain itu, belum ada saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut. “Katanya Martinus sedang jalani proses hukum di Polsek Tastim, tapi setelah dicek informasinya ternyata nama Martinus Haki tidak ada dalam laporan polisi. Dengan demikian Martinus tidak sedang dalam masalah hukum yang sudah dilaporkan ke Polsek Tastim sejak awal tahun 2019,” katanya.

Sementara itu, Yohanes Mau Bete selaku utusan PT DNL menjelaskan, sesuai mandat yang diterima dari perusahan kasus PHK Martinus akan diselesaikan sesuai hasil mediasi. “Kita ikut aturan yang berlaku. Jadi tunggu saja nanti tanggal 3 September baru penyelesaian,” katanya. (ogi/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!