Rafi Akan Dikonfrontir dengan Korban – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Rafi Akan Dikonfrontir dengan Korban

KUPANG, TIMEX-Pengembangan kasus penipuan dan penggelapan dengan tersangka Rahmat alias Rafi selaku pemilik showroom mobil bekas, Ayra Sejahtera Mobil (ASM) tengah berlangsung. Termasuk akan dilakukan konfrontir pelaku dan saksi korban.

Kini masih ditangani penyidik Polres Kupang Kota, namun sejumlah laporan yang dilaporkan oleh korban ke Polda NTT akan dilakukan koordinasi untuk penanganannya.

Untuk diketahui proses penyidikan sampai saat ini penyidik Polres Kupang Kota sudah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka setelah dibekuk polisi dan diamankan di Mapolres Kupang Kota.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH saat dikonfirmasi Timor Express, Minggu (25/8) mengatakan setelah mengamankan pelaku penipuan dan pengelapan tersebut saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

“Tersangka setelah kita amankan, kita sudah melakukan pemeriksaan awal sesuai dengan laporan yang diterima,” ujar Mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu.

Selanjutnya akan dilakukan konfrontir dengan keterangan para saksi yang sudah memberikan keterangannya pada saat mengadukan kasus tersebut.

Dijelaskan, jika dari keterangan saksi korban yang berbeda akan dipanggil lagi para saksi untuk meminta tambahan keterangan lagi. Ia mengatakan saat ini tersangka sementara mendekam di ruang tahanan Mapolres Kupang Kota.

Terhadap laporan yang diterima baik di Polres Kupang Kota maupun di Polda NTT dengan kasus yang sama pihaknya akan melakukan koordinasi untuk penanganan kasus tersebut.

“Intinya pelaku kita sudah amankan dan untuk penanganan kasus penipuan yang dilaporkan ini kita akan koordinasi untuk dilimpahkan ke Polda atau sebaliknya nanti akan disampaikan lagi,” tuturnya.

Tersangka penipuan penjualan mobil dan perumahan itu diamankan anggota Buser dipimpin Kanit Pidum, Ipda Yance Kadiaman, SH di Jalan Poros Taman Subian Indah, Kecamatan Bireng Kanaya, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, sekitar pukul 22.00 Wita, Kamis (21/8).

Selain itu tersangka Rafi diamankan bersama istrinya Sri serta sejumlah barang bukti berupa 45 lembar STNK Mobil berbagai merk, 18 foto copy sertifikat tanah, 1 bundel penyerahan aset, sejumlah ATM dan buku tabungan bank Mandiri dan BCA.

Setelah mendekam di ruang tahanan, para korban dari aksi pelaku dengan modus penjualan mobil dan rumah itu mulai berdatangan untuk mengecek kebenaran penangkapan tersangaka. Modus pelaku adalah sertifikat rumah maupun BPKB mobil tidak diserahkan kepada pembeli melainkan digadaikan lagi di bank.

Aksi yang mengakibatkan para korban mengalami kerugian ratusan juta hingga miliaran rupiah itu terpantau sudah beberapa orang telah mendatanggi Mapolres Kupang Kota, meski sebelumnya tidak melapor secara resmi.

Kondisi Aset Berubah

Sementara itu, setelah dua tahun ditinggal kabur, sejumlah aset milik Rafi sudah berubah. Yang paling tampak adalah perumahan yang dibangun di Jalan HIT Maulafa, tepatnya di belakang Kantor Camat Maulafa.

Saat Timor Express berkunjung ke sana pada September 2017, kondisi pagar perumahan masih berupa seng bekas. Namun kondisi terbaru pada Minggu (25/8), pagar rumah sudah dibangun menggunakan coran semen dan besi. Di sini terdapat rumah tipe 36 sebanyak delapan unit dalam dua baris.

Selain itu, tujuh unit rumah petak yang berada di samping perumahan tersebut juga sudah hampir rampung. Tembok sudah hampir selesai plesteran. Sudah ditutupi atap seng dengan rangka baja ringgan. Semua daun pintu dan jendela sudah terpasang. Padalah pada September 2017 silam, tujuh petak tersebut hanya berupa tembok tanpa rangka dan atap. Dan tanpa daun pintu serta daun jendela.

Dua perumahan yang berada di satu lokasi ini sebelumnya dikuasai oleh BPR Christa Jaya Kupang pasca Rafi kabur.

Satu perumahan lagi di Jalan HTI Maulafa, tepatnya berhadapan dengan Masjid Al Muhajirin Maulafa. Atau di belakang Hosana Mart. Di lokasi ini terdapat sekira 17 unit rumah tipe 36. Perumahan ini dibangun dua lajur saling berhadapan dengan jalan di antaranya dua lajur tersebut.

Pada pintu masuk terdapat dua bangunan rumah toko. Masing-masing dua pintu. Untuk perumahan, hanya dua atau tiga unit yang belum berpenghiuni. Sementara dua ruko tidak ditempati. Pada 2017 lalu, di perumahan ini terdapat tiga bank yang melakukan “penyitaan” dengan cara memberi label “dalam penguasaan”. Ketiga bank tersebut, yakni Bank NTT, Bank Christa Jaya dan Bank Central Pitoby. Saat ini sejumlah rumah, termasuk dua ruko tersebut masih terdapat tulisan-tulisan tersebut pada bagian tembok depannya. (mg29/cel/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!