Bupati TTU ‘Boikot’ Pelantikan Dewan – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Bupati TTU ‘Boikot’ Pelantikan Dewan

SUMPAH. Ke-30 Anggota DPRD TTU sementara mengucapkan sumpah/janji di hadapan pimpinan agama yang dipandu oleh Ketua Pengadilan Negeri Kelas II Kefamenanu I Putu Siyoga.

PETRUS USBOKO/TIMEX

Semua Pejabat Pemkab TTU Absen saat Paripurna

KEFAMENANU, TIMEX – Sebanyak 30 anggota DPRD Kabupaten TTU Periode 2019-2024, Senin (26/8) resmi dilantik oleh Ketua Pengadilan Negeri Kelas II Kefamenanu, I Putu Siyoga. Sayangnya, seremoni yang sakral di Aula Utama Gedung DPRD TTU ini tak dihadiri Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes.

Tak hanya itu, semua pimpinan perangkat daerah dan staf di lingkup Pemkab TTU tak hadir. Bahkan, seluruh staf di Sekretariat DPRD TTU pun diduga kuat diperintahkan untuk tidak menghadiri sidang paripurna pelantikan dan pengambilan sumpah DPRD TTU. Namun upacara pelantikan tetap berlangsung lancar hingga selesai.

Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten TTU, Fransiskus Tilis ketika dikonformasi Timor Express, menuturkan bahwa ketidakhadiran bupati dan jajarannya dalam sidang paripurna pelantikan DPRD TTU itu lantaran banyak agenda kegiatan yang bersamaan.

Dikatakan, kegiatan yang dilakukan tersebut melibatkan banyak pihak dan sangat bermanfaat bagi masyarakat sehingga tidak bisa ditunda ataupun dibatalkan. “Hari ini, (Senin, Red) ada empat agenda penting dari pemerintah daerah, sehingga kami tidak menghadiri acara paripurna pelantikan,” tutur Frans.

Terkait upaya boikot, Frans membantah. Ia beralasan kegiatan yang dilaksanakan pemkab melibatkan semua pimpinan perangkat daerah dan staf.

Sebelumnya Pemkab TTU berkonsultasi dengan pimpinan DPRD TTU agar sidang paripurna pelantikan dan pengambilan sumpah/janji DPRD TTU Periode 2019-2024 dimajukan ke Minggu (25/8) dengan alasan pemerintah daerah memiliki agenda pada Senin (26/8).

Namun ini tak disetujui oleh pimpinan dewan. Pasalnya, sesuai rujukan aturan dan penetapan jadwal dari Pemerintah Provinsi NTT pelantikan dilakukan pada Senin (26/8). “Kita sudah konsultasi agar acara pelantikan dimajukan mengingat hari ini (Senin, Red) Pemerintah banyak kegiatan, namun pimpinan DPRD menolak sehingga hari ini pemerintah tidak hadir,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt. Sekretaris DPRD Kabupaten TTU, Dionisius Kolo ketika dikonfirmasi terkait ketidakhadiran dirinya bersama seluruh staf di Sekretariat DPRD TTU saat acara paripurna pelantikan dan pengambilan sumpah/janji DPRD TTU menuturkan bahwa pihaknya hanya menjalani perintah Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes. “Tanya langsung saja di Bupati TTU soal masalah ini,” ujarnya singkat.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes ketika ditemui Timor Express di rumah jabatan Bupati enggan berkomentar banyak terkait sikap Pemerintah Kabupaten TTU yang tidak menghadiri sidang paripurna pelantikan dewan. Bupati menjelaskan pihaknya memiliki empat agenda penting yang bersentuhan langsung dengan masyarakat banyak, yang bertepatan dengan acara pelantikan DPRD TTU. Oleh karena itu, mereka lebih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. “Itu kan urusan rumah tangga mereka, sehingga kita tidak perlu mencampuri urusan itu. Masih banyak kegiatan yang harus kita kerjakan untuk masyarakat,” ujarnya singkat.

Namun DPRD TTU tak merespon sikap bupati dan jajarannya. Anggota DPRD TTU, Hendrikus Frengki Saunoah hanya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten TTU yang telah memberikan kepercayaan kepada 30 orang pilihan menjadi wakil rakyat.

Menurutnya, dengan dilaksanakan paripurna DPRD TTU dengan agenda pelantikan dan pengambilan sumpah dan janji terhadap 30 anggota DPRD TTU terpilih, maka dengan sendirinya masa jabatan untuk 30 anggota DPRD TTU periode 2014-2019 pun ikut berakhir. “Saya mewakili 30 anggota DPRD TTU yang baru dilantik menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten TTU yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menjadi wakil rakyat di daerah ini,” tutur mantan Ketua DPRD TTU ini.

Menurut Frengki, dari 30 anggota DPRD yang baru saja dilantik itu, terdapat 16 anggota lama yang menjabat pada periode 2014-2019 dan 14 anggota DPRD baru.

Ia berharap ada semangat baru dan wawasan baru di lembaga DPRD TTU untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap program pemerintah daerah.

“Sehingga pelaksanaan tugas dan fungsi pun lebih bagus lagi ke depan, terutama dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat TTU,” pungkasnya.

Anggota DPRD TTU yang baru dilantik Falentinus Manek mengatakan lembaga DPRD merupakan tempat untuk berdemokrasi dalam membangun daerah ini. Dalam berdemokrasi tentu akan ada banyak dinamika yang terjadi. Meski demikian, semua perjuangan bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.

Mantan Kepala Desa Sapaen itu berharap adanya suasana demokrasi yang harmonis di lembaga DPRD TTU, baik itu antara partai politik maupun dengan mitra kerja seperti pemerintah daerah. “Politik telah usai, mari kita bergandengan tangan bersama dalam mendukung program–program pemerintah daerah yang prorakyat. Beda politik itu wajar, namun harus satu tujuan untuk kesejahteraan rakyat,” katanya. (mg26/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!