Peserta Wajib Gunakan Simbol Daerah – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Peserta Wajib Gunakan Simbol Daerah

Gerak Jalan 45 Km

SOE, TIMEX – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTS tahun 2019 kembali menggelar gerak jalan 45 Km dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI. Total hadiah berupa uang tunai senilai Rp 27,5 juta.

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun saat melepas peserta gerak jalan 45 Km yang dimulai dari simpang lima Desa Oinlasi Kecamatan Amanatun Selatan, Minggu (25/8) malam mengatakan, gerak jalan 45 Km kembali digelar di Kabupaten TTS sebagai simbol hari Kemerdekaan RI. Pasalnya, tanggal 17 dilakukan upacara HUT RI, bulan Agustus ditandai dengan gerak jalan sejauh 8 Km dan tahun 1945 ditandai dengan gerak jalan sejauh 45 Km. Karena itu, jika tidak melaksanakan gerak jalan 45 Km, rasanya makna HUT RI tidak lengkap yakni 17 Agustus 1945. Namun jika gerak jalan 45 digelar, maka lengkaplah sudah simbol HUT RI. Karena itu, meski banyak pendapat miring terkait dilaksanakannya kembali gerak jalan 45 Km, namun ia dan Wakil Bupati TTS, Johny Konay beserta jajarannya melaksanakan kembali gerak jalan 45 Km. “Banyak yang awalnya tidak mau, tapi saya bilang kita coba dulu dan kalau memang tidak ada nilai positif nanti kita evaluasi dan kita tidak lagi lakukan di tahun 2020. Saya hanya ingin memberikan makna sejarah yang utuh kepada generasi muda, supaya melalui simbol-simbol ini mereka tahu tentang sejarah RI,” ujar Egusem.

Untuk meminimalisir persoalan seperti penggunaan musik yang berlebihan, mabuk-mabukan dan hal negatif lainnya, maka panitia pelaksana memperketat peserta sejak awal pendaftaran. Untuk menampilkan nuansa budaya, maka seluruh peserta diwajibkan menggunakan simbol daerah seperti mengenakan pakaian adat, ataupun simbol lain seperti membawa miniatur adat seperti pedang, perang atau giring-giring. Bagi peserta yang tidak tertib menaati aturan yang diterapkan dalam pelaksanaan gerak jalan 45 Km, maka panitia dan juga pihak keamanan dari TNI, Polri dan Sat Pol PP yang dikerahkan untuk mengamankan jalannya pelaksanaan gerak jalan 45 Km, akan mengeluarkan peserta yang tidak tertib.

“Dulu gerak jalan 45 Km ini dihentikan karena momen ini dinilai sebagai momen lomba musik, minum mabuk dan lain sebagainya. Jadi untuk penggunaan musik, kami batasi yakni maksimal kalau mau pakai musik cukup muat di mobil pikap saja. Tapi kalau sampai muat sound system di truk, panitia dan pihak keamanan akan keluarkan dari barisan,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten TTS, Yopie Magang mengatakan, pada pelaksanaan gerak jalan 45 Km tahun 2019, pihaknya menyediakan hadiah berupa uang tunai senilai Rp 27,5 juta. Hadiah uang tunai itu akan diberikan kepada juara 1 hingga juara 10. Juara 1 akan mendapat hadiah uang tunai Rp 5 juta. Peserta yang akan ditetapkan sebagai juara pada lomba gerak jalan 45 Km adalah peserta yang taat aturan yang ditetapkan panitia, peserta rapi, peserta beranggotakan 17 orang, rapi dan sampai finis sesuai waktu yang ditentukan panitia.

“Gerak jalan 45 Km ini diikuti 59 peserta,” sebut Yopie.

Pantauan Timor Express, pelaksanaan gerak jalan 45 Km meski peserta dilarang mengangkut sound system menggunakan truk, namun tidak sedikit peserta yang mengangkut sound system menggunakan truk. Sepanjang perjalanan, peserta berjoget ria. Meski demikian, momen itu menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat yang berdomisili disepanjang jalan yang dilintasi peserta. Peserta pertama tiba di finis di lapangan Puspenmas SoE sekira pukul 07.00, Senin (26/8).(yop/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!