Cita Rasa 14 Kopi NTT Diuji – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Cita Rasa 14 Kopi NTT Diuji

Dinas Pertanian NTT Gelar Festival Kopi Flobamora

KUPANG, TIMEX – Dalam rangka mempromosikan komoditas kopi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menggelar Festival Kopi Flobamora selama dua hari di Lippo Plaza Kupang. Festival yang diikuti belasan produsen dan UMKM dari beberapa kabupaten/kota ini menampilkan berbagai rangkaian kegiatan. Pada hari pertama, Jumat (30/8), digelar pameran produk kopi unggulan daerah dan uji cita rasa kopi (cupping test).

Adapun 14 kopi yang diuji cita rasanya untuk kemudian dipilih sebagai kopi favorit, yakni Arabika Flores Bajawa (Kagho Masa-Wajamala), Arabika Flores Bajawa (Papataki-Pobo), Arabika Flores Bajawa (papataki-Manulalu), Kopi Valdano (Arabika Valdano Flores), Kopi Valdano (Arabika House Bland Valdano), Kopi Arabika Flores Manggarai-Colol, Kopi Arabika Alor, Kopi Arabika Timor, Kopi Robusta Loko Flores Timur, Kopi Robusta Belek-Lembata, Kopi Robusta Bana-Lembata, Kopi Robusta Flores Manggarai-Colol, Kopi Robusta Ramuk-Sumba Timur dan Kopi Robusta Ramuk Jahe-Sumba Timur.

Cita rasa 14 kopi tersebut diuji oleh dua juri, yakni ahli dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember, Andri Darmawan dan Q-Grader (penguji mutu kopi professional) asal Bajawa-NTT, Marselina Walu. Hasil penilaian oleh kedua juri akan diumumkan, Sabtu (31/8) malam ini.

Andri Darmawan pada kesempatan itu mengatakan, kualitas kopi dari wilayah NTT tidak diragukan lagi. Cita rasanya sungguh luar biasa. Namun yang perlu diperhatikan adalah proses sangria, sebab proses ini sangat menentukan cita rasa kopi.

“Saoal kualitas kopi NTT tidak ada masalah. Masalahnya ada pada proses sangrai. Bagaimana cara menyangrainya itu yang harus diperhatikan. Makanya di sini (kopi-kopi yang diuji cita rasanya, red) ada yang warnanya gelap, terang, dan coklat muda,” ujarnya.

Lebih lanjut, Q-Grader, Marselina Walu mengatakan, kopi NTT ada beragam rasa. Oleh karena itu, dalam penilaian kali ini mereka hanya menilai dari sisi kekentalan, keasaman, dan rasa manisnya.

“Kami akan menilai cita rasa kopi-kopi ini secara jujur dan obyektif. Jika ditemukan cacatnya (kekurangan), kami juga akan sampaikan secara jujur,” tandasnya.

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Abraham Letik yang diwawancara di sela-sela pameran dan uji cita rasa kopi (cupping test) mengatakan, NTT memiliki kopi-kopi dengan kualitas terbaik dan sangat diminati negara-negara lain. Kopi Flores misalnya, telah menjuarai berbagai event festival tingkat nasional dan dunia, diantaranya Festival Kopi Nusantara 2015 dan mewakili Indonesia ke Spanyol. Kopi Robusta SBD juga menyabet juara I pada Festival Kopi Nusantara di Jawa Timur tahun 2017 lalu. Selain itu, Kopi Manggarai juga menyabet penghargaan Gold Gourmet pada ajang kompetisi di Paris, Prancis 23 Oktober 2018. Tahun 2019, kopi NTT telah dipamerkan pada 2 (dua) event besar yakni Festival di Oslo, Norwegia dan Asia Pacific Exposition di Auckland, New Zealand.

Pemerintah, kata Abraham, mendorong agar-agar kafe-kafe dan usaha UMKM kopi dapat bertumbuh di seluruh NTT. Selain itu, industri perhotelan yang ada di NTT, juga diharuskan untuk membeli kopi dari NTT untuk disajikan kepada tamu/pengunjung.
“Untuk meminimalisir masuknya kopi dari luar, bapak gubernur sudah menekankan agar rumah makan, kafe, restoran, dan hotel-hotel di NTT harus menggunakan kopi lokal untuk tamu-tamu yang datang ke NTT. Terutama di daerah-daerah tujuan wisata,” katanya.

“Dengan cara-cara semacam ini, kopi NTT akan semakin dikenal dan dicintai. Kalau sudah dicintai maka orang akan mencarinya. Dengan demikian, UMKM bertumbuh, petani kopi juga sejahtera,” sambungnya.

Selain mempromosikan produk kopi NTT, Abraham beraharap festival yang diselenggarakan selama dua hari ini, dapat memfasilitasi pemasaran produk dan mengedukasi masyarakat NTT serta menggalang dukungan semua pihak untuk bersama pemerintah dan petani mengembangkan kopi NTT. Dengan demikian, kopi-kopi NTT akan semakin dikenal luas di pasar domestik maupun manca negara.

Untuk diketahui, selain pameran produk kopi unggulan daerah dan uji cita rasa kopi, di hari kedua, Sabtu (31/8) hari ini, rangkaian festival dimulai dengan beberapa kegiatan di arena Car Free Day. Yakni, jalan santai, senam, minum kopi gratis, pameran dan bazar kopi menampilkan produk unggulan kopi flobamora. Kemudian dilanjutkan dengan pameran dan bazaar kopi, coaching clinic bersama Barista dan Q-Grader, serta talkshow di arena pameran Lippo Plaza Kupang.

Rangkaian Festival Kopi Flobamora 2019 ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada petani kopi berprestasi, serta penandatangan kerjasama (MoU) untuk mendukung pengembangan dan pemasaran kopi flobamora. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!