Papua Tetap Jadi Tuan Rumah PON 2020 – Timor Express

Timor Express

SPORTIVO

Papua Tetap Jadi Tuan Rumah PON 2020

NTT Terancam Kehilangan Cabor Penyumbang Medali

JAKARTA, TIMEX – Kerusuhan yang terjadi di Papua tidak menyurutkan langkah pemerintah daerah untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XX/2020. Ajang yang diselenggarakan empat tahun sekali itu dipastikan akan dibuka pada 20 Oktober tahun depan. Hanya saja dalam persiapannya, PB PON mengalami kendala besar terkait kesiapan venue untuk pertandingan. Sampai saat ini baru delapan venue yang siap digunakan dari 56 rencana pengadaan venue.

Padahal PON tinggal setahun lagi. Akibatnya pemerintah bersama PB PON Papua terus mengadakan rasionalisasi cabang olahraga. Dalam surat keputusan KONI Papua yang diterima Jawa Pos kemarin, ada 15 dari 47 cabor yang akan dipangkas. Surat tersebut tertanda Selasa, 27 Agustus lalu. Cabor yang diutamakan untuk tetap ada ialah cabor-cabor yang masuk kategori olimpiade, sementara yang masih jadi eksibisi bakal dihapuskan. Sebelum penyelenggaraan ini, rasanya belum pernah ada kejadian serupa. Biasanya cabor dihapuskan sebelum ada SK dari KONI Pusat. Sedangkan, SK itu telah diresmikan awal Mei lalu.

“Saya baru tahu soal ini. Yang jelas pernyataan resmi akan disampaikan oleh Gubernur Papua atau Kemenpora atau Presiden berkaitan dengan hal tersebut. Kalau ada surat-surat itu, kami belum tahu, ya,” jelas Plt. Kadispora Papua Alexander K. Y. Kapisa ketika dihubungi kemarin.

Saat dikonfirmasi, pihak Kemenpora juga belum bisa membenarkan SK yang sedang ramai diperbincangkan itu. Alasannya bukan pihak Kemenpora yang menerbitkan SK tersebut. “Kami juga belum menerima itu,” ujar Gatot S. Dewa Broto, Sekretaris Menpora.
Keputusan rasionalisasi cabor ini memang membuat resah seluruh peserta PON, bagaimana pun pembinaan di daerah sudah berjalan sekitar tiga tahun. Tidak ada yang ingin cabornya ditiadakan, karena, punya dampak besar terhadap nasib para atlet dari cabor terkait.

Sebagai penghubung antara pemerintah pusat dengan pemda Papua, Alex belum berani memastikan kapan SK resmi akan diajukan kepada Kemenpora. Pasalnya dia sendiri kesulitan untuk berkomunikasi dengan KONI Papua akibat dari matinya jaringan telekomunikasi di Jayapura.

“Saya pikir teman-teman wartawan harus memahami situasi dan kondisi Papua. Dari kemarin sampai kini kami belum bisa melakukan apa-apa. Jadi mungkin kita bersabar, ya, ada hal penting di depan yang harus ditata dulu,” ucap Alex.

Di sisi lain, Papua batal menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) yang rencananya akan digelar Oktober mendatang. Kedua event itu semula bakal dijadikan test event untuk mengecek kesiapan venue menyongsong PON.

Kemenpora bergerak cepat untuk mengatasi itu. Awalnya DKI Jakarta ditunjuk secara mendadak untuk menggelar kedua event tersebut, tetapi batal terjadi lantaran ketidaksanggupan menampung para atlet dalam waktu mepet.

“Jadi tetap di Jakarta, tetapi yang punya gawe Kemenpora sementara DKI ikut membantu terkait sarana prasarana,” kata Gatot. “Kami menghargai Papua. Jangan ganggu dengan beban yang berlebihan,” imbuhnya.

Pria berkacamata tersebut belum bisa memastikan jumlah cabor yang akan ditandingkan, antara 10 hingga 20 cabor saja.
Jika daftar daftar Cabor yang rencananya akan dipangkas, sesuai surat keputusan KONI Papua tersebut benar adanya, maka Provinsi NTT terancam kehilangan cabor yang selama ini menjadi lumbung medali, yaitu Cabor Kempo, yang juga masuk dalam 15 cabor yang dipangkas.

Kempo merupakan lumbung medali utama bagi NTT di ajang PON. Seperti pada PON 2016 lalu di Jawa Barat, dari 7 medali emas yang diraih NTT, ketujuh medali tersebut di sumbangkan oleh cabor Kempo.

Selain Kempo, NTT juga bakal kehilangan peluang medali di Cabor Wushu, dimana atlet putri NTT atas nama Erna Tamu Ina telah memastikan merebut tiket ke PON XX 2020, setelah meraih medali perunggu dalam babak pra kualifikasi yang di gelar bulan lalu. Demikian juga tiga cabor lainnya, yakni Catur, gateball dan Sepak Takraw. (feb/jpg/rum)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!