Pemkot Tidak Serius – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Pemkot Tidak Serius

Penataan Birokrasi

Segera Isi 11 Jabatan Lowong

KUPANG, TIMEX – Pelaksanaan mutasi pejabat eselon II di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang belum lama ini, mendapat sorotan anggota DPRD Kota Kupang.

Pasalnya, Pemkot sampai saat ini belum juga melakukan seleksi pengisian jabatan eselon II yang lowong dan hanya melakukan rotasi.

Sorotan ini dating dari anggota DPRD Kota Kupang Adrianus Talli, Tellendmark Daud dan Theodora Ewalde Taek.

Adrianus Talli menilai Pemkot tidak mempunyai niat baik untuk melakukan penataan birokrasi. Padahal salah satu visi misi Wali Kota adalah penataan birokrasi.

“Kenapa saya katakan pemerintah belum ada niat baik, karena selama ini pemerintah hanya melakukan rotasi saja, dan akan tetap ada 10 jabatan kepala dinas dan Sekda yang sampai sekarang belum juga terselesaikan. Mulai saja juga belum,” ungkap Adrianus.

Beberapa waktu lalu kata Adrianus, Pemkot mengatakan bahwa belum bisa melakukan mutasi karena tidak adanya anggaran. Ketika DPRD memberikan anggaran, Pemkot hanya menggunakan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk roling pejabat, dan bukan pengisian jabatan yang kosong.

“Kami menilai pemerintah tidak serius. Persoalan yang ada adalah harus mengisi jabatan yang lowong, bukan hanya roling saja.  Karena jika ada satu pejabat menduduki dua jabatan, maka tentunya tidak akan efektif. Terkesan seperti main-main saja. Pulang pergi ke KASN dan hasilnya apa,” kritis Adrianus.

Selain itu, legislatif asal PDI Perjuangan itu menilai mutasi yang dilakukan janggal, sehingga terkesan adanya permainan dalam mutasi dimaksud.

Pemerintah menurut dia, terkesan menyiapkan pejabat tertentu untuk menduduki jabatan yang disiapkan.

“Pejabat yang belum memenuhi syarat secara aturan, tetapi dimutasi. Ada jabatan lain juga yang ditunjuk Plt. Apakah memang ada kesengajaan mempersiapkan pejabat tertentu untuk menduduki suatu jabatan tertentu,” tandas dia.

Jika terus seperti ini, menurut Adrianus, maka akan berpengaruh pada sidang-sidang di DPRD.

Banyak pejabat yang ditanyakan tentang tugasnya, hanya menjawab bahwa dia belum menguasai atau belum mempelajari secara baik,  juga ada pejabat yang dimutasi tidak sesuai dengan disiplin ilmunya.

Sementara itu, Tellendmark Daud, mengatakan, pemerintah harus fokus pada jabatan yang lowong, karena tentunya dalam bekerja, kinerjanya tidak akan maksimal.

“Pemerintah diharapkan bisa bekerja lebih baik. Jangan sampai mengganggu kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Kami meminta agar jangan menunda-nunda seleksi pengisian jabatan,” harap Tellendmark Daud.

Selain itu, anggota DPRD asal PKB Theodora Ewalde Taek, mengatakan, pemerintah sangat sibuk untuk memutasi, lalu lupa untuk mengisi jabatan lowong.

Hanya bergeser, namun ada 11 jabatan eselon II tetap kosong,  100 lebih jabatan eselon III kosong, dan eselon IV.

“Dampaknya bukan hanya untuk jalannya pemerintahan atau pelayanan publik saja, namun juga terhadap promosi dan rekam jejak ASN yang ada,” ujarnya. (mg25/joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!