Simon Talan Tewas Tenggelam di Embung – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Simon Talan Tewas Tenggelam di Embung

EVAKUASI. Jasad Simon Talan saat dievakuasi dari dalam embung dibawa ke halaman rumahnya untuk divisum, Jumat (30/8).

YOPI TAPENU/TIMEX

SOE, TIMEX – Warga Desa Tublopo Kecamatan Amanuban Barat digemparkan dengan hilangnya Simon Talan, 50, sejak Selasa (27/8) lalu. Keluarga dan warga sekitar berusaha mencari Simon disekitar Desa Tublopo dan baru ditemukan tewas tenggelam di sebuah embung sedalam 9 meter di belakang rumahnya, Jumat (30/8).

Karena embung tersebut sangat dalam, sehingga sejak Jumat pagi, keluarga dan masyarakat sekitar meminjam mesin pompa air untuk menguras air di embung. Selain memompa keluar air di embung menggunakan tiga mesin pompa, warga juga menggunakan batang pisang sebagai rakit untuk masuk mencari korban di dalam embung.

Upaya warga sekitar baru berhasil menemukan korban sekira pukul 11.40.

Oma Talan, anak kandung korban mengatakan, ayahnya sebelum hilang sempat minum minuman keras, Minggu (25/8). Saat nonton gerak jalan 45 km, Simon bersama beberapa warga yang menyaksikan gerak jalan 45 km, menonton sembari mengonsumsi miras. Senin (29/8), kondisi Simon drop, sehingga sempat dilarikan ke IGD RSUD SoE. Namun sore harinya, kondisi Simon kembali pulih sehingga dibawa pulang ke rumahnya.

“Waktu kami kembali dari rumah sakit, selama dua malam bapak tidur di rumah saya. Tapi waktu itu, gelagat bapak seperti orang gila. Karena malam-malam bapak bangun merayap lewat tembok, masuk di dalam kamar dan bongkar pakian di dalam lembari kemudian buang-buang di dalam kamar,” ujar Oma.

Dijelaskan, Selasa (27/8), Simon minta untuk diantar kembali di rumahnya sehingga saat itu mereka mengantarkan Simon kembali ke rumahnya. Saat hendak mengantar Simon kembali ke rumahnya, mereka membawa serta hamba Tuhan untuk terlebih dahulu mendoakan korban sebelum masuk ke dalam rumahnya.

Saat itu, usai hamba Tuhan mendoakan korban, hamba Tuhan itu berpesan untuk menjaga Simon agar tidak ke mana-mana, Selasa (27/8) itu. Namun pada siang hari, Simon sepertinya mulai bosan di dalam rumah, sehingga Simon mengambil pancing kemudian menuju embung untuk pancing ikan. Karena saat itu mereka berpikir Simon lagi bersantai, sehingga mereka kemudian masuk ke dalam rumah untuk makan siang bersama.

Usai mereka makan siang, melihat Simon tidak ada lagi di tepi embung, sehingga mereka mulai mencari Simon ke mana-mana, namun tidak menemukannya.

“Kami tidak berpikir kalau bapak tenggelam. Kami pikir ada jalan ke mana sehingga kami mulai cari di jalan-jalan dan juga di dalam hutan. Jumat (30/8) baru kami curiga kalau bapak tenggelam, karena kantong plastik yang di bapak ada di pinggir embung. Sehingga masyarakat sepakat untuk pinjam mesin pompa air untuk keluarkan air. Karena air di embung sangat dalam. Kalau penuh dalamnya 9 meter. Tapi sekarang sudah turun sehingga dalam embung diperkirakan 7 meter,” papar Oma.

Dikatakan, seketika kembali dari rumah sakit Simon berpesan kepada anak dan cucunya agar jika suatu saat ia meninggal mereka tidak usah bersedih lantaran ia selama ini menikah dengan kuntilanak dan telah memiliki dua anak yakni seorang putri dan seorang putra.

Belakangan kuntilanak yang dinikahinya meminta tumbal, namun ia tidak memberikan tumbal sehingga ia menyerahkan dirinya sebagai tumbal.

Simon selama ini sering menyiksa istrinya hingga berdarah-darah jika ia mabuk miras. Sehingga jika Simon mabuk miras, istrinya mengungsi ke anaknya untuk menghindari siksaan.

“Bapak kalau mabuk, pasti pukul mama sampai darah-darah. Jadi kalau bapak mabuk, pasti mama ke rumah saya,” katanya.

Tim Identifikasi Polres TTS yang dikoordinir Brigpol Purwanto usai melakukan visum luar mengatakan, Simon tewas akibat tenggelam. Saat melakukan visum luar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Istri korban, Yohana Tkela bersama anak-anak dan keluarga menerima kematian Simon sebagai musibah, sehingga pihaknya menyerahkan kembali jasad korban kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Keluarga tolak untuk lakukan otopsi sehingga kami serahkan jasad korban kepada keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Purwanto. (yop/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!