92 Pelanggar Terjaring – Timor Express

Timor Express

HUKUM

92 Pelanggar Terjaring

OPERASI PATUH. Anggota Satlantas Polres Kupang Kota saat menggelar Operasi Patuh Turangga 2019 di Jalan Soeharto, Kamis (29/8)

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Dua Hari Operasi Patuh Turangga

KUPANG, TIMEX – Jumlah pengendara kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat yang melanggar aturan lalu lintas di wilayah Kota Kupang masih sangat tinggi.

Terbukti dari hasil Operasi Patuh Turangga 2019 yang dilakukan selama dua hari, polisi berhasil menjaring 92 pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.

Pelanggar yang terjaring razia itu bervariasi, mulai dari tidak mengenakan helm hingga surat-surat kendaraan tidak lengkap dan juga anak di bawah umur.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kupang Kota Iptu Rocky Junasmi, SIK., kepada Timor Express, Jumat (30/8), mengatakan, dari jumlah pelanggar itu terjaring dalam dua hari yang digelar di dua lokasi berbeda.

Dari dua hari tersebut, hari pertama 44 pelanggar yang terjaring sementara 48 pelanggar yang terjaring di hari kedua. Jumlah tersebut sangat tinggi.

“Kita baru dua kali gelar operasi saja sudah jarring 92 pelanggar, sementara operasi ini akan berlangsung sampai tanggal 11 September,” katanya.

Dari jumlah pelanggaran ini, diharapkan kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, karena pihaknya tidak segan-segan menindak tegas pengendara yang tidak mematuhi aturan.

Ditambahkan, sasaran operasi yang ditindak yakni pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendaraan, melawan arus, berkendara di bawah umur, melanggar rambu-rambu lalu lintas, berboncengan lebih dari dua orang, serta tidak menggunakan helm standar SNI, pengemudi menggunakan narkoba atau mabuk, serta pengemudi berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

Sampai dengan hari ini Operasi Patuh Turangga 2019 telah dilaksanakan selama 5 hari karena terhitung tanggal 29 Agustus – 11 September 2019.

Sebelumnya, Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman pun meminta anak di bawah umur tidak mengendarai kendaraan.

Pengendara juga diminta tidak menggunakan handphone saat berkendaraan, sehingga menghindari kecelakaan lalu lintas.

Hal ini disampaikan Kapolda usai apel gelar pasukan operasi Patuh Turangga 2019 di Mapolda NTT, Kamis (29/8).

Dikatakan, Operasi Patuh Turangga rutin digelar setiap tahun secara serentak. Di NTT sendiri dari data yang adan terjadi peningkatan terkait masalah lalu lintas termasuk korban kecelakaan lalu lintas sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Operasi Patuh Turangga dilakukan untuk meminimalisir tingkat fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas.

“Trend (kecelakaan) dari 2017 sampai 2018 terjadi peningkatan baik kasus maupun korban 30 persen terutama korban meninggal dunia meningkat 39 persen, walaupun dari jumlah pelanggaran terjadi penurunan,” ujar Kapolda.

Kapolda menggambarkan jumlah kecelakaan kecelakaan lalu lintas saat operasi Patuh Turangga 2018 sebanyak 68 kejadian, meningkat 6.031 kejadian atau 83,78 persen dibandingkan pada periode yang sama 2017 sebanyak 37 kejadian.

Korban meninggal dunia saat operasi Patuh Turangga 2018 sebanyak 17 orang, meningkat 70 persen dibanding tahun 2017. Terkait pelanggaran lalu lintas, ada penurunan di tahun 2018 dibandingkan saat operasi yang sama ditahun 2017.

“Dominasi pelanggaran adalah kelengkapan surat-surat kendaraan, penggunaan safety belt dan pelanggaran pada rambu dan marka jalan,” ujar Kapolda.

Orang nomor satu di Polda NTT itu berharap operasi Patuh Turangga tahun 2019 dapat menekan jumlah korban fatalitas dan meminimalisir kemacetan lalu lintas serta terwujudnya Kamseltibcarlantas yang mantap.

Kepada polisi lalu lintas, Kapolda berharap agar menghindari pungutan liar dengan melakukan operasi tanpa ada komplain masyarakat.

Bagi seluruh masyarakat NTT, Kapolda mengimbau agar mematuhi aturan berlalu lintas agama.

“Penggunaan HP saat berkendaraan jangan dianggap sepele karena akan menghilangkan konsentrasi kita,” tandas Manatan Kadiv Hukum Polri itu.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengizinkan anak-anak dibawah umur mengendarai kendaraan tanpa dilengkapi surat-surat.

“Tolong diperhatikan oleh warga masyarakat, jangan mengizinkan anak-anaknya untuk menggunakan sepeda motor terutama anak dibawah umur karena selama ini anak-anak di bawah umur menggunakan sepeda motor tidak pakai helm serta berboncengan tiga orang,” tambahnya.

Apel gelar pasukan operasi Patuh Turangga 2019 di Mapolda NTT ditandai dengan penyematan pita operasi kepada perwakilan TNI, Polri dan polisi pamong praja. (mg29/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!