Buta Aksara di NTT Masih 5,24 Persen – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Buta Aksara di NTT Masih 5,24 Persen

ILUSTRASI BUTA AKSARA

TTS akan Terima Anugerah Aksara pada HAI ke-54

JAKARTA, TIMEX – Provinsi NTT masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam hal pengentasan buta aksara. Saat ini angkanya mencapai 5,24 persen dari total penduduk di NTT.

Di sisi lain, upaya pemerintah untuk menekan angka buta aksara terus dilakukan hingga saat ini dan membuahkan hasil. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS tahun 2018, jumlah penduduk buta aksara turun menjadi 3,29 juta orang atau hanya 1,93 persen dari total populasi penduduk. Sebelumnya pada 2017, jumlah penduduk buta aksara tercatat sebanyak 3,4 juta orang.

Penuntasan buta aksara menjadi salah satu fokus program pemerintah. Pada awal kemerdekaan tahun 1945 jumlah penduduk buta aksara mencapai 97 persen. Namun pada tahun 2015, jumlah penduduk buta aksara telah berkurang menjadi 3,4 persen atau sebanyak 5,6 juta orang.
Jumlah ini terus turun seiring upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam menjalankan beragam program dan kegiatan untuk menuntaskan buta aksara. Antara lain memperkuat program pendidikan keaksaraan dengan budaya, keterampilan, dan bahasa.

“Kami melaksanakan program keaksaraan dalam dua tingkatan, yaitu keaksaraan dasar bagi warga yang masih buta aksara, dan keaksaraan lanjutan bagi yang telah menyelesaikan program keaksaraan dasar,” tegas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas), Harris Iskandar, di Jakarta, Kamis (29/8).
Hal ini disampaikan Harris jelang peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-54 tanggal 8 September nanti.

Dikatakan, program-program untuk menekan angka buta aksara yang dilakukan Kemendikbud seperti program keaksaraan dengan memperhatikan kondisi daerah, seperti program keaksaraan dasar padat aksara, program keaksaraan dasar bagi komunitas adat terpencil/khusus, program keaksaraan usaha mandiri, dan program multikeaksaraan.

Hasilnya, Kemendikbud berhasil memberantas buta aksara dengan sistem blok atau klaster dengan memusatkan program di daerah-daerah padat buta aksara, seperti Papua dengan persentase 22,88 persen, Sulawesi Selatan (Sulsel) 4,63 persen, Sulawesi Barat (Sulbar) 4,64 persen, Nusa Tenggara Barat (NTB) 7,51 persen, Nusa Tenggara Timur (NTT) 5,24 persen dan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dengan persentase 4,21 persen.

Terkait peringatan HAI ke-54, Harris mengatakan peringatan HAI kali ini akan digelar selama empat hari, yakni sejak 5-8 September nanti bertempat di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut sebagai wujud komitmen Indonesia dalam pengentasan buta aksara sekaligus melaksanakan komitmen internasional yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “UNESCO menetapkan tanggal 8 September sebagai Hari Aksara Internasional (HAI). Dengan memperingati HAI, maka kita perkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan pendidikan, baik tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota dalam penuntasan buta aksara,” tandas Harris.

Tema HAI ke-54 yang diusung oleh UNESCO tahun 2019 ini, yakni Literacy and Multilingualism. Mengacu pada tema tersebut, Kemendikbud menetapkan tema nasional peringatan HAI tahun ini, Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat. Karena itu Harris menegaskan dengan tema tersebut sangat diharapkan agar program pendidikan keaksaraan dapat memanfaatkan peluang dari keberagaman budaya dan bahasa.

Pada puncak peringatan HAI, juga akan diberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah berkonstribusi dalam bidang keaksaraan, antara lain, anugerah aksara bagi pemerintah kabupaten/kota, pegiat keaksaraan, penghargaan tokoh komunitas adat terpencil/khusus, penghargaan TBM kreatif/rekreatif, penghargaan keberaksaraan bagi peserta didik keaksaraan dasar, dan penghargaan keberaksaraan bagi peserta didik keaksaraan usaha mandiri. Selain itu, pemerintah juga memberikan penghargaan peserta didik kursus dan pelatihan, penghargaan lembaga kursus dan pelatihan berprestasi. Total penerima penghargaan mencapai 135 orang/lembaga, terdiri dari 91 orang/lembaga penerima penghargaan dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, dan 44 orang/lembaga dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan.

Untuk diketahui, ada enam kabupaten dan satu kota yang akan mendapat anugerah aksara di puncak peringatan HAI ke-54, yakni Kota Balikpapan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Lombok Barat, Lombok Tengah, Kabupaten Bone, Timor Tengah Selatan (TTS) di NTT dan Kabupaten Tangerang. Anugerah aksara ini diberikan bagi keenam kabupaten dan satu kota tersebut karena pemerintah daerahnya terus berkomitmen tinggi dalam upaya penuntasan buta aksara. “Kami berharap anugera ini menjadi contoh praktik baik bagi pemerintah daerah lain untuk terus berkomitmen menekan angka buta aksara di wilayahnya,” pungkas Harris Iskandar.(gat/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!