Gereja Pilar Utama Pembangunan Iman Kristen – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Gereja Pilar Utama Pembangunan Iman Kristen

POSE BERSAMA. Bupati Kupang, Korinus Masneno pose bersama para pendeta dan masyarakat saat peresmian penahbisan rumah ibadat dan pastori Jemaat Lahairoi Merdeka, Minggu (1/9).

NICKY FOR TIMEX

Peresmian Penahbisan Rumah Ibadat Jemaat Lahairoi

OELAMASI, TIMEX – Bupati Kupang, Korinus Masneno mengikuti peresmian penahbisan rumah ibadat dan pastori Jemaat Lahairoi Merdeka.

Hadir Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt Mery Kolimon, para pendeta GMIT Lahairoi dan para emeritus, Ketua Majelis Klasis Kupang Timur dan Sulamu, anggota DPRD Kabupaten Kupang, para penatua, diaken dan Jemaaat Lahairoi, bertempat di halaman gedung Gereja Lahairoi Merdeka Kecamatan Kupang Timur, Minggu (1/9).

Jemaat Lahairoi Merdeka sebelum dimekarkan dan menjadi jemaat mandiri, merupakan bagian dari Jemaat GMIT Getsemani Babau. Pergumulan awal pembentukan Jemaat Lahairoi sebenarnya sudah direncanakan oleh orang tua Kampung Merdeka sejak tahun 1980. Peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja GMIT Jemaat Lahairoi Merdeka, dilakukan pada tanggal 26 Agustus 2006 oleh Bupati Kupang saat itu, Ibrahim Agustinus Medah dan modal awal yang panitia dapatkan dari kas rutin untuk pembangunan sebesar Rp 6.800.000 dan sekarang hampir Rp 1,3 miliar. Tuhan berkenan mewujudnyatakan pembangunan gereja.

Bupati Kupang, Korinus Masneno bersama pelayan dan Jemaat Lahairoi mengikuti kebaktian. Kebaktian dipimpin Pdt Januarita Bullan-Baun, STh dan Pdt Jenny de Fretes-Lulan, STh.

Bupati Kupang, Korinus Masneno dalam sambutannya mengatakan, bagaimana gereja membimbing iman jemaat, mengingatkan kepada jemaat bahwa  pembelajaran soal iman semakin baik diikuti oleh perkembangan teknologi dan informasi.

Ia mengatakan, kalau tidak dengan ketahanan iman dan ketahanan mental, maka generasi akan terpengaruh ke arah yang lain.

“Semoga jemaat akan siap menjadi penyaring yang baik dari informasi luar yang dapat mempengaruhi kasih kita terhadap sesama,” katanya.

Korinus menegaskan, gereja harus menjadi pilar utama pembangunan iman Kristen dan bagaimana gereja ini bisa menjadi tempat pendidikan iman dan spiritual kepada anak-anak ke depan. Pemerintah terus menjadikan pilar gereja sebagai pilar utama di Kabupaten Kupang karena mayoritas masyarakat adalah umat Kristen.

Dikatakan, membangun manusia seutuhnya yaitu ekonomi, iman dan spiritualnya harus baik. Itulah peran pemerintah dan gereja dalam rangka membimbing dan mengarahkan jemaat di Kabupaten Kupang.

Sementara itu, Ketua Sinode GMIT, Pdt Mery Kolimon dalam suara gembala mengatakan, waktu itu jemaat berdiri mulai dari 70 KK dan sudah mencapai 128 KK, 458 jiwa dalam 10 rayon. “Semoga Gereja Lahairoi berdiri disini untuk menyatakan bahwa ini buah iman kami bahwa Tuhan menyertai kami,” katanya.

Ia mengingatkan kiranya rumah Tuhan menjadi tempat di mana ketika jemaat bergumul ketika susah dan senang jemaat bisa berjumpa dengan Tuhan di tempat ini.

Ia mengatakan, rumah pastori bukan sekadar pendeta tinggal, tapi menjadi rumah seorang gembala yang menjadi tempat iman dikuatkan dan iman boleh berjalan dalam kasih Tuhan.

Pdt Merry mengucapkan selamat kepada seluruh Jemaat Lahairoi Merdeka untuk peristiwa besar tersebut, telah ditahbiskan menjadi gereja pada tanggal 1 September 2019. (ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!