Pemkot Segera Isi 10 Jabatan Kosong – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Pemkot Segera Isi 10 Jabatan Kosong

ILUSTRASI; NET

Seleksi Eselon II

Mulai Buka Pendaftaran 

KUPANG, TIMEX – Pemerintah Kota Kupang segera membuka pendaftaran seleksi pengisian jabatan eselon II yang kosong.

Setelah melakukan mutasi lima pejabat eselon II beberapa waktu lalu, saat ini Pemkot Kupang tengah mempersiapkan proses pendaftaran untuk seleksi pengisian jabatan kosong.

Saat ini, jabatan eselon II yang kosong dan dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt), adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigarasi, serta Dinas Perhubungan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Selanjutnya, Dinas Keluarga Berencana dan Keluarga Harapan, Dinas Pariwisata, Dinas Perizinan dan Penanaman Modal, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang, Ade Manafe, mengatakan, saat ini pemerintah tengah mempersiapkan untuk pembukaan pendaftaran pengisian jabatan eselon II, yang rencananya akan digelar September ini.

“Karena tim pansel dan assesor sudah terbentuk, maka kami akan segera rapat untuk proses seleksi pengisian jabatan. Ditargetkan dalam waktu dekat sudah berjalan. Kami juga harus izin ke Komisi Aparatur Sipil Negera untuk pelaksanaan tes ini,” kata Ade Manafe saat diwawancarai di Balai Kota Kupang, Jumat (30/8).

Ade menjelaskan, untuk seleksi pengisian jabatan eselon II, satu jabatan minimal dilamar oleh tiga orang ASN yang merupakan ASN Kota Kupang dengan jabatan eselon IIIA.

“Jadi minimal tiga orang eselon III melamar, bisa juga lebih. Untuk tim pansel dan assesor sudah terbentuk, yang merupakan orang provinsi yang telah ditunjuk oleh Gubernur,” terangnya.

Dia mengaku, sebelumnya rencana Pemkot Kupang adalah seleksi eselon II bersamaan dengan seleksi jabatan Sekda.

Namun karena ada beberapa pertimbangan, maka kedua kegiatan penting ini harus dilakukan dalam waktu yang berbeda.

“Sesuai instruksi, seleksi pengisian jabatan eselon II dan Sekda kami pisahkan waktunya, karena memang seleksinya berbeda. Jadi setelah seleksi pengisian jabatan eselon II yang kosong barulah akan dibuka seleksi pengisian jabatan Sekda,” kata Ade.

Sebelumnya, anggota DPRD Kota Kupang angkat bicara terkait pelaksanaan mutasi di lingkup Pemkot Kupang.

Pasalnya, pemerintah sampai saat ini belum juga melakukan seleksi pengisian jabatan eselon II yang lowong, dan hanya melakukan rotasi saja.

Hal ini dijelaskan, anggota DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli, Tellendmark Daud dan Theodora Ewalde Taek.

Adrianus Talli mengatakan, Pemkot dinilai tidak mempunyai niat baik untuk melakukan penataan birokrasi. Padahal salah satu visi misi wali kota adalah penataan birokrasi.

“Kenapa saya katakan pemerintah belum ada niat baik, karena selama ini pemerintah hanya melakukan rotasi saja, dan akan tetap ada 10 jabatan kepala dinas dan Sekda yang sampai sekarang belum juga terselesaikan, mulai saja juga belum,” katanya.

Beberapa waktu lalu, kata Adrianus Talli, pemerintah mengatakan bahwa belum bisa melakukan mutasi karena tidak adanya anggaran. Ketika DPRD memberikan anggaran, pemerintah hanya menggunakan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk roling saja dan bukan pengisian yang kosong.

“Jadi kami meninali mereka atau pemerintah tidak serius, persoalan yang ada adalah harus mengisi jabatan yang lowong, bukan hanya roling saja. Karena jika ada satu pejabat menduduki dua jabatan, maka tentunya tidak akan efektif, terkesan seperti main-main saja, pulang
pergi ke KASN dan hasilnya apa,” ujarnya.

Selain itu, Adrianus Menilai mutasi yang dilakukan juga terasa janggal, sehingga terkesan adanya permainan dalam mutasi ini. Pemerintah terkesan menyiapkan pejabat tertentu untuk menduduki jabatan yang disiapkan.

“Pejabat yang belum memenuhi syarat secara aturan, tetapi dimutasi, ada jabatan lain juga yang ditunjuk Plt, apakah memang ada kesengajaan mempersiapkan pejabat tertentu untuk menduduki suatu jabatan tertentu,” tandas Adrianus.

Jika terus seperti ini, kata Adi, maka akan berpengaruh pada sidang-sidang di DPRD.

Banyak pejabat yang ditanyakan tentang tugasnya, hanya menjawab bahwa dia belum menguasai atau belum mempelajari secara baik, juga ada pejabat yang dimutasi tidak sesuai dengan disiplin ilmunya.

Sementara itu, Tellendmark Daud, mengatakan, pemerintah harus fokus pada jabatan yang lowong, karena tentunya dalam bekerja, kinerjanya tidak akan maksimal.

“Jadi kita berharap pemerintah bisa bekerja lebih baik, jangan sampai akan mengganggu kinerja dan pelayanan kepada masyarakat juga, maka kami meminta agar jangan menunda-nunda seleksi pengisian jabatan,” tegas Tellendmark.

Anggota DPRD asal PKB, Theodora Ewalde Taek, mengatakan, pemerintah sangat sibuk untuk memutasi, lalu lupa untuk mengisi jabatan lowong.

Hanya bergeser namun ada 11 jabatan eselon II tetap kosong, 100 lebih jabatan eselon III kosong, dan eselon IV.

“Dampaknya bukan hanya untuk jalannya pemerintahan atau pelayanan publik saja, namun juga terhadap promosi dan rekam jejak ASN yang ada,” pungkas Ewalde. (mg25/joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!