Perkemi NTT Telah Mengambil Langkah Antisipatif – Timor Express

Timor Express

SPORTIVO

Perkemi NTT Telah Mengambil Langkah Antisipatif

FOTO BERSAMA. Ketua Umum Pengprov Perkemi NTT, Esthon L. Foenay (tenha) bersama para wasit usai seleksi akhir di Aula serbaguna KONI NTT, Sabtu lalu.

RUDY MANDALLING/TIMEX

KUPANG,TIMEX – Pengprov Perkemi NTT telah mengambil langkah-langkah antisipastif menghadapi kemungkinan dicoretnya cabang Olahraga kempo dari PON XX/2020 di Papua, seperti isu yang beredar di media.

“Sebagai langkah antisipatif kita meminta dukungan bapak gubernur NTT, bersama-sama dengan anggota DPR RI asal NTT di Jakarta untuk bisa memperjuangkan agar kempo tetap masuk,” kata ketua Pengprov Perkemi NTT, Esthon L Foenay, ketika dikonfirmasi koran ini seputra isu pencoretan Kempo dari PON XX/2020 di Papua.

Esthon mengakui pencoretan cabor Kempo ini memang baru sebatas isu tetapi tetap perlu diantisipasi karena memang sudah diberitakan di media.

“Tahap pertama itu kalau tidak salah dua bulan lalu dikatakan 10 cabor. Dan baru saja beberapa hari lalu, ada tambahan 4 cabang olahraga, sehingga menjadi 14,” ungkapnya.

“Jadi kita doakan saja, andai kata itu terjadi kita sudah mengantisipasi dengan mengadakan pendekatan dengan Gubernur NTT, DPR RI dan juga dengan beberapa tokoh, termasuk pendekatan dengan Kapolda Papua, untuk bisa melakukan pendekatan juga dengan gubernur Papua supaya Kempo tetap di pertandingkan,” terangnya.

Kenapa? kempo adalah cabor super prioritas di NTT, dan sudah mendunia, dimana tahun 2017 NTT juara dunia dan berkompetisi dengan 32 negara di California AS.

Di NTT sendiri, yang menjadi kenshi saja kurang lebih 15 ribu orang dan ini motivasi sangat kuat untuk bisa meningkatkan kualitas prestasi di Kempo, tetapi juga mereka diberi motivasi ketahanan mental dan spiritual.

NTT lanjutnya, menetapkan Cabor kempo sebagai super prioritas, yang berarti juga berkaitan dengan harkat dan martabat dan harga diri pemerintah dan rakyat NTT.

“Salah satu indikator yang bisa di pegang adalah PON XIX/2016 lalu, ternyata Kempo NTT juara Umum dan hanya kempo saja yang memperoleh medali emas. Bukan berarti dia paling super dan harus di perhatikan. Bukan.. tetapi potensinya sangat spektakuler. Buktinya juara dunia juga diraih,” bebernya.

“Karena itu, Kita bersama-sama pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten serta DPR RI asal NTT dan juga berbagai tokoh di pusat dan di berbagai tempat untuk bisa sama-sama memperjuangkan kalau kempo tidak masuk sebagai salah satu cabang olahraga. Karena efek psikologinya kurang bagus, selain prestasi dan reputasi.

“Bisa dibayangkan kurang lebih 15 ribu orang semangatnya akan pudar padahal ini investasi SDM yang cukup brilian dalam rangka meningkatkan kapasitas diri, nama baik kenshi, harumnya nama NTT dan masyarakat NTT, dan Jadi kebanggaan orang tua, keluarga dan kenshi yang bersangkutan,” bebernya.

“Mari kita semua berdoa agar Tuhan bisa memberikan jawaban terbaik terhadap kerinduan kenshi-kenshi NTT, sehingga pada PON di Papua 2020 Kempo tetap di dipertandingkan,” harapnya.(rum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!