PGI Ikut Tangani Stunting di SBD – Timor Express

Timor Express

SUROSA

PGI Ikut Tangani Stunting di SBD

POSE BERSAMA. Wakil Bupati SBD, Ndara Tanggu Kaha pose bersama Sekretaris Eksekutif Bidang KKC PGI, Pdt Jimmy Sormin, perwakilan Kemenkes RI, Hana serta peserta lainnya saat rapat orientasi dan advokasi cegah stunting, Selasa (27/8) lalu.

EDY BEREN/TIMEX

TAMBOLAKA, TIMEX – Meningkatkan kualitas kesehatan warga gereja, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya melaksanakan rapat orientasi dan advokasi cegah stunting, Selasa (27/8) lalu.

Kegiatan yang dilaksanakan di GKS Tambolaka mengambil tema, ‘Membangun Gerakan Hidup Sehat Warga Gereja  Melalui Pelaksanaan Germas dalam Pencegahan Stunting’.

Hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Ndara Tanggu Kaha, Sekretaris Eksekutif bidang KKC PGI, Pdt Jimmy Sormin, perwakilan dari Kemenkes RI, Hana, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SBD, Yulianus Kaleka, kepala perwakilan Sinode GKS Wilayah SBD, Pdt Benyamin kondi, para pendeta, Vikaris dan guru injil se-Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Wakil Bupati SBD, Ndara Tanggu Kaha mengatakan, 95 persen penduduk SBD adalah umat Kristen dan Katolik. Dengan demikian, maka untuk menangani permasalahan masyarakat yang sekaligus adalah umat, perlu kerja sama antara pemerintah dan gereja. Sebab, rakyat Kabupaten SBD adalah umat gereja.

Stunting menurutnya, berkaitan sangat erat dengan sanitasi, asupan gizi dan kecukupan pangan. Sebab, stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dalam waktu yang lama sejak dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun. Faktor inti penyebabnya yakni gizi buruk yang diderita oleh ibu hamil, pengetahuan ibu akan sumber gizi dan pengolahannya, sanitasi dan lain-lain.

Ia melihat bahwa dengan kegiatan yang dilakukan PGI, tidak saja mendoakan tetapi turun langsung membantu menangani masalah kesehatan masyarakat/umat. Karena itu gereja Kristen di tingkat lokal juga harus turun dalam aksi yang lebih nyata lagi.

Dikatakan, sekretaris gereja tidak hanya menafsir Alkitab saja, tetapi juga harus menafsir kehidupan masyarakat sebagai bagian yang tak terpisahkan. Gereja harus mampu mengatasi, mencegah dan menyembuhkan serta memampukan orang sakit untuk mengakses hal-hal kesehatan, sehingga damai sejahtera itu nyata dalam kehidupan umat Kristen di Sumba Barat Daya.

Kegiatan tersebut menurutnya merupakan suatu bentuk langkah gereja untuk mengawal isu stunting secara serius. Sebab, SBD menjadi salah satu locus dengan prevalensi stunting yang tinggi. Ini adalah bagian tak terpisahkan dari panggilan sebagai umat Kristen/hamba Tuhan.

Kepala Perwakilan Sinode GKS Wilayah SBD, Pdt Benyamin Kondi mengatakan, Sinode GKS bersyukur untuk perhatian Biro Keutuhan Ciptaan PGI terhadap GKS, sehingga mengadakan rapat orientasi dan advokasi cegah stunting ini di SBD.

Gereja-gereja diharapkan berkontribusi bersama pemerintah memberikan perhatian kepada ibu hamil, anak-anak dan juga mengajak umat untuk menjalankan kehidupan bersih dan sehat. Peran gereja menurutnya, selain mendoakan mereka, tetapi juga mengarahkan mereka untuk menggunakan fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah. Seperti posyandu, puskesmas dan lain sebagainya.

“Kami bersyukur bahwa gereja dilibatkan untuk bersama pemerintah memberi perhatian pada masalah-masalah sosial terutama menyangkut kesehatan. Pemerintah dan gereja harus bergandengan tangan untuk memberi pelayanan kepada masyarakat yang juga adalah umat. Sebab sasaran kita adalah sama yakni masyarakat yang juga adalah umat,” katanya. (mg28/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!