Dinas PUPR Bangun Panggung Natas Lehong – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Dinas PUPR Bangun Panggung Natas Lehong

PELETAKAN BATU PERTAMA. Bupati Matim, Agas Andreas didampingi Kadis PUPR, kontraktor pelaksana dan tokoh adat melakukan peletakan batu pertama pembangunan panggung Natas Lehong, Kamis (5/9).

FANSI RUNGGAT/TIMEX

BORONG, TIMEX – Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur (Matim), mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,29 miliar untuk pembangunan panggung upacara natas. Bangunan multifungsi ini akan dibangun dua tahap.

Pantauan Timor Express, Kamis (5/9) berlangsung upacara peletakan batu pertama pembangunan panggung upacara Natas Lehong oleh Bupati Matim, Agas Andreas. Hadir pada acara itu Kepala Dinas PUPR, Yosep Marto, Ketua DPRD, Yeremias Dupa dan sejumlah pimpinan OPD.

Hadir juga sejumlah kepala bidang (Kabid) dan pegawai Dinas PUPR, tokoh masyarakat, tokoh adat dan kontraktor pelaksana. Peletakan batu pertama diawali dengan upacara adat dengan simbol seekor ayam disembelih. Lokasi bangunan panggung di pusat perkantoran pemerintahan Matim di Lehong.

Kepala Dinas PUPR Matim, Yosep Marto yang ditemui Timor Express menjelaskan, pembangunan panggung upacara natas dilaksanakan dua tahap. Tahap I tahun 2019 untuk bangun lantai dasar dengan biaya sebesar Rp 1,4 miliar. Tahap II tahun 2020 untuk bangun lantai dua dengan biaya sebesar Rp 1,25 miliar.

“Kita bangun dua tahap. Sehingga total anggaran untuk dua tahap sebesar Rp 2,29 miliar. Sumber anggarannya dari Dana Alokasi Umum (DAU). Untuk tahap I, kontraktor pelaksananya CV Relasi. Sistemnya walaupun bukan multiyears, tapi kami tetap menyampaikan kepada DPRD,” jelasnya.

Untuk panggung upacara Natas Lehong, didalamnya akan dilengkapi dengan fasilitas ruang kesehatan, ruang serba guna, fasilitas toilet, termasuk listrik. Ke depan sesuai rencana kerja tahunan, lapangan atau natas akan dibangun keliling dengan model melingkar. Tapi bertahap dengan keseluruhan membutuhkan biaya sekira puluhan miliar rupiah.

“Nanti, natas ini akan dijadikan multifungsi. Selain untuk upacara bendera, juga nanti bisa digunakan untuk kampanye akbar, demonstrasi, festival, pameran dan kegiatan lainnya. Kita semua berharap, ada dukungan anggaran untuk pembangunan selanjutnya di Natas Lehong ini,” ujarnya.

Bupati Matim, Agas Andreas berharap pembangunan panggung upacara Natas Lehong berjalan sesuai target. Sehingga bisa sesegera mungkin digunakan untuk semua kegiatan apa saja. Namun dia berharap, hasil bangunannya berkualitas.

Agas meminta kontraktor untuk benar-benar menjaga kualitas dan kerja tepat waktu. “Saya minta kontraktor pelaksana bisa kerja sesuai dengan spek. Kualitas bangunan itu sangat penting. Bisa dikerjakan tuntas dan tepat waktu,” pinta Agas.

Sementara, Direktur CV Relasi, Charly yang ditemui Timor Express mengatakan, sesuai kontrak yang ada, pihaknya diberi waktu selama 120 hari kerja. Artinya, selesai pada 25 November mendatang. Untuk galian pondasi sedalam 1 meter sudah selesai dan tinggal pengecoran. Nilai kontraknya sebesar Rp 1.330.497.000.

“Kami siap untuk kerja tuntas dan tepat waktu. Kami sudah gali sedalam 1 meter untuk cor dasarnya. Kami garuk dengan alat berat, karena ada lapisan batu cadas. Sekitar satu minggu kami kerja untuk galian. Nanti mungkin kami gunakan waktu malam hari atau lembur untuk pekerjaan cor bangunan. Tentu nanti kami minta pengawasnya untuk selalu awasi pekerjaan kami,” bilang Charly. (krf3/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!