Hasil Hubungan dengan Suami Orang – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Hasil Hubungan dengan Suami Orang

UNGKAP KASUS. Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu. Bobby Jacob Mooynafi, SH didampinggi Kanit PPA, Bribka, Bregitha Usfinit, SH di ruang kerjanya, Senin (9/9).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Jasad Bayi Membusuk dalam Karung

Pelaku Mahasiswi, Nekad karena Malu dan Takut

KUPANG, TIMEX – Aparat Polres Kupang Kota berhasil mengungkap pelaku pembunuhan bayi di Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Ternyata, bayi mungil yang ditemukan membusuk dalam karung adalah anak Yuliana Virgina Samiyawa Muda (24). Yuliana diketahui berasal dari Desa Balaweling II, Kecamatan Solor, Kabupaten Flores Timur. Ia pun sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Saat melancarkan aksinya itu, tersangka masih berstatus sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta Kupang. Ia baru menjalani wisuda empat hari yang lalu. Tersangka diketahui membunuh bayinya sendiri pada Selasa (27/8) lalu. Jasad bayi baru ditemukan sekira pukul 13.00 wita, Minggu (8/9).

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi didampinggi Kanit PPA, Bribka Bregitha Usfinit di ruang kerjanya, Senin (9/9), mengaku dari pengembangan penyelidikan, tersangka mengaku perbuatan pidana itu dilancarkan tersangka di kosnya.
Tersangka melahirkan sekira pukul 23.00 di toilet. Kondisi bayi hidup, namun karena merasa malu dan takut terhadap keluarga, tersangka mencekik leher bayi hingga meninggal dunia. “Keterlibatan orang lain atau pelaku lain dalam kasus ini akan terus dilakukan pendalaman. Saksi yang diperiksa sebanyak 4 orang,” kata Bobby.

Berdasarkan pengakuan tersangka, pria yang menghamilinya berinisial NA (25). NA adalah salah satu pegawai harian lepas di salah satu instansi pemerintahan. Bahkan NA diketahui sudah berkeluarga.

Hubungan gelap antara tersangka dan NA pun sudah berakhir Februari 2019 lalu. Itu setelah NA enggan bertanggung jawab atas kehamilan tersangka. Ini membuat tersangka malu dan takut.

Bobby mengatakan, meski sudah ada pengakuan tersangka, namun pihaknya tetap melakukan otopsi terhadap bayi tersebut untuk memastikan kematiannya. “Kita tengah mengajukan permohonan otopsi ke Biddokes Polda NTT agar bisa menyinkronkan keterangan saksi dan tersangka serta memastikan penyebab kematian. Dari hasil otopsi ini kita bisa mengembangkan jika ada keterlibatan tersangka lain,” tandasnya.

Tersangka kini sedang menjalani pemulihan pasca melahirkan di RSB Drs. Titus Uly Kupang. Terhadap kasus tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 sebagaimana perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 341 KUHP.

Apakah NA akan diperiksa polisi? Belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai hal ini. Termasuk saksi-saksi lain yang kemungkinan akan diperiksa untuk membuktikan keterangan tersangka. Saat ini sedang dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Untuk kasus buang bayi yang terjadi di Kelurahan Kayu Putih ini, polisi tidak butuh waktu lama untuk mengungkap pelaku. Hari yang sama saat penemuan jasad bayi, Minggu (8/9) polisi langsung mengamankan pelaku yang saat itu masih berstatus sebagai terduga pelaku. Ini sesuai informasi yang dihimpun di sekitar lokasi pembuangan bayi di sebuah lahan kosong yang ternyata tak jauh dari tanah kosong lokasi pembuangan bayi tersebut. (mg29/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!