663 Mahasiswa Baru STAKN Kupang Ikut Ordik – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

663 Mahasiswa Baru STAKN Kupang Ikut Ordik

Ketua STAKN Kupang, DR. Harun Y. Natonis, M.Si dan Wakapolda NTT, Brigjen. Pol Drs. Jhoni Asadoma, M.Hum bersama para dosen dan mahasiswa baru usai mengikuti Ordik di STAKN Kupang, Selasa (10/9)

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Sebanyak 663 orang mahasiswa baru Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Kupang mengikuti proses seleksi menjadi mahasiswa baru. Sebelumnya mereka dinyatakan lulus masuk STAKN dari hasil seleksi.

Tahapan seleksi yang kini dilaksanakan adalah kegiatan Orientasi Pendidikan (Ordik) Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020 yang digelar di Kampus STAKN.

Salah satu materi yang diikuti adalah ceramah tentang radikalisme dan intoleransi yang dibawakan Wakapolda NTT, Brigjen Pol Jhoni Asadoma.

Ketua STAKN Kupang, DR. Harun Natonis menjelaskan, Ordik merupakan kegiatan wajib tahunan yang dilakukan oleh perguruan tinggi di awal semester gasal.

Kegiatan ini sangat penting bagi setiap mahasiswa baru agar dapat menentukan cara pandang, sehingga dapat memiliki sikap hidup benar sesuai norma-norma yang berlaku di tengah masyarakat dan keluar sebagai manusia yang terampil, berkarakter serta berguna bagi bangsa dan negara.

Menurut Harun, Ordik bagi mahasiswa baru juga bertujuan membantu mahasiswa untuk beradaptasi. Mengenal lingkungan kampus sebagai lingkungan akademis serta menambah wawasan mahasiswa baru dalam penggunaan sarana akademik yang tersedia di kampus secara maksimal. Mahasiswa juga mengetahui segala sistem yang berlaku di dalamnya.

“Karena system pendidikan yang ada di perguruan tinggi berbeda dengan system pendidikan yang ada di SD, SMP dan SMA. Predikat untuk peserta didik mulai ditambahkan dari kata siswa menjadi mahasiswa,” ujarnya.

Lanjutnya, dunia yang saat ini semakin kompetitif, menuntut perguruan tinggi harus bisa melahirkan output yang cerdas dan berdaya saing. Tidak sampai di situ. Yang lebih utama adalah output yang dihasilkan bisa terlibat aktif dengan menjabarkan serta mengelaborasikan ilmu yang diperoleh untuk kepentingan pembangunan daerah, bangsa dan negara.

STAKN Kupang sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di NTT juga harus menghasilkan output yang baik. Output yang bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, bangsa dan negara. Sehingga, sepanjang perjalanan STAKN Kupang hingga usia hampir 10 tahun sudah memiliki banyak output yang dihasilkan.

“Ribuan mahasiswa telah diluluskan dan banyak yang sudah bekerja di berbagai sektor dengan ilmu yang diperoleh selama mengenyam pendidikan di STAKN Kupang,” katanya.

Para mahasisiwa baru saat ini berada pada era atau dunia yang serba mudah. Teknologi yang bekembang pesat memudahkan untuk menemukan apa saja yang tidak pernah dilihat sebelumnya. “Kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan hanya melalui handphone. Malah, kita seolah-olah berimajinasi bahwa kita sedang berada pada suatu tempat. Kita bisa berteman dengan siapa saja meskipun di belahan dunia yang berbeda. Bisa juga berkomunikasi, meskipun berbeda negara,” paparnya.

Lanjutnya, di tahun ajaran 2019/2020 ini, jumah mahasiswi yang masuk ke STAKN Kupang cukup banyak, yakni mencapi 663 orang. Diharapkan agar bisa mengikuti setiap tahapan selama masa orientasi dengan baik.

“Ikuti dan simak secara baik setiap petunjuk yang disampaikan oleh para dosen serta pengajar. Sehingga bisa memahami sekaligus menjadi acuan bagi kalian selama mengeyam pendidikan di STAKN Kupang,” ungkapnya

Wakapolda NTT, Brigjen Pol Jhoni Asadoma dalam ceramahnya tentang radikalisme dan intoleransi mengingatkan para mahasiswa tentang bahaya radikalisme dan intoleransi saat ini di Indonesia.

Dikatakan kesatuan dan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia saat ini membuat banyak pihak mulai merongrong bangsa ini. Isu yang paling diangkat saat ini adalah isu agama yang dinilai sangat seksi untuk memecah bangsa. Sehingga mahasiswa diharapkan tidak mudah terpancing dan melakukan tindakan anarkis serta memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini secara bijak.

“Jangan terpancing dengan informasi yang ada di internet terkait persoalan agama dan tidak menyebarkan berita-berita atau konten hoax yang bisa membuat gaduh di masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan itu, jenderal bintang satu itu mengharapkan mahasiswa mengikuti pendidikan dengan serius agar dapat menjadi lulusan serta manusia yang unggul, pintar, berkarakter dan berjiwa pelayan sesuai visi misi STAKN.(mg29/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!