Angin Kencang Tidak Hambat Pelayaran ASDP – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Angin Kencang Tidak Hambat Pelayaran ASDP

BERLABUH. Dua kapal yang dioperasikan ASDP Cabang Kupang tampak berlabuh di Pelabuhan Bolok.

TOMMY AQUINO/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Hampir sebagian besar wilayah Kota Kupang dan sekitarnya dilanda angin kencang, Rabu (11/9) kemarin. Kondisi ini membuat cemas calon pengguna jasa yang hendak berlayar dengan kapal laut. Kendati demikian, angin kencang ternyata tidak menghambat pelayaran. Khususnya kapal-kapal yang dioperasikan oleh PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang.

Kepada Timor Express, General Manager (GM) ASDP Cabang Kupang, Burhan Zahim mengatakan, saat ini pelayaran ASDP untuk semua rute, tetap dilayani secara normal. Selain itu, delapan armada ASDP juga dalam kondisi siap operasi sesuai jadwalnya masing-masing.

“Pelayaran ASDP tidak terganggu dengan angin kencang dan semua lintasan berjalan normal,” sebut Burhan.

Menurut Burhan, hingga saat ini otoritas pelabuhan belum mengeluarkan larangan untuk berlayar. Hal ini dikarenakan gelombang laut di jalur yang dilewati kapal-kapal ASDP masih di bawah 1,5 meter. “Kondisi di darat dan laut bisa saja berbeda. Misalkan di darat angin terasa kencang, tapi di laut terlebih di jalur perlintasan kapal kadang angin biasa-biasa saja,” katanya.

Burhan mengatakan, keselamatan pengguna jasa sangat diprioritaskan oleh ASDP. Untuk itu, pihaknya tidak akan memaksakan kapal untuk berlayar apabila sudah ada peringatan dari otoritas terkait. Dalam hal ini Syahbandar yang mengacu pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Setiap saat kita terus memantau kondisi cuaca. Kalau ada peringatan dari otoritas pelabuhan untuk tidak berlayar, tentu kita tidak akan paksakan,” terang dia.

Rencana Penyediaan Kandang Ternak

Ditanya lebih lanjut soal larangan untuk mengantarpulaukan ternak seperti babi, kambing dan sejenisnya, Burhan Zahim mengaku, ASDP sebenarnya bisa mengizinkan pengguna jasa untuk membawa ternak-ternak semacam itu. Asalkan pengguna jasa mengantongi surat dari Karantina Hewan sebagai syarat utama untuk mengantarpulaukan ternak.

“Kalau tidak ada surat dari karantina Hewan sudah tentu kita tidak izinkan ternak itu diantarpulaukan,” katanya.
Selain itu, lanjut Burhan, pengguna jasa juga dianjurkan untuk memuat ternak di atas kendaraan atau membuat kandang yang pada intinya tidak mengganggu kenyaman penumpang lain, terutama saat penumpang banyak.

“Kebayakan yang bawa ternak, setelah tiba di pelabuhan tujuan, kotoran ternak tidak diperhatikan dan bahkan kandangnya diletakan di tempat yang tak seharusnya. Ini alasan mendasar mengapa kita kadang melarang pengguna jasa membawa ternak,” jelasnya.

Kedepannya, kata Burhan, pihaknya berencana mengusulkan penyediaan kandang ternak yang layak dan aman dengan kapasitas satu atau dua ekor babi, kambing dan sejenisnya. Kandang itu disewakan kepada pengguna jasa dengan tarif yang bervariatif tergantung jarak ke pelabuhan tujuan. (tom)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!