ASN SMK-PP Negeri Kupang Ikuti Sosialisasi Penerapan Disiplin dan Penilaian Kinerja Pegawai – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

ASN SMK-PP Negeri Kupang Ikuti Sosialisasi Penerapan Disiplin dan Penilaian Kinerja Pegawai

ANTUSIAS. Para ASN SMK-PP Negeri Kupang tampak serius menyimak paparan Kepala Sub Bagian Kinerja Pegawai Biro organisasi dan Kepegawaian, Kementan RI, Ryan Renaldy pada sosialisasi penerapan disiplin ASN bertempat di aula Nicolas Bait, SMK-PP Negeri Kupang, Selasa (10/9). (FOTO: Ist.)
  • Oleh Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementan RI

APARATUR Sipil Negara (ASN) merupakan profesi yang sangat diminati oleh para pencari kerja. Tak lepas dari itu, setiap subjek yang bekerja di lingkup pemerintah wajib mematuhi aturan yang dibuat. Karena itu nilai disiplin harus dijunjung dan dilakukan secara kontinyu demi menjunjung tinggi profesi ASN sendiri di mata masyarakat.
“Oleh karena itu sosialisasi mengenai aturan disiplin dan kinerja pegawai ASN wajib dilakukan, termasuk ASN dilingkungan SMK-PP Negeri Kupang,” ungkap Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang, Ir. Stepanus Bulu, MP dalam sambutannya saat membuka kegiatan sosialisasi aturan penerapan disiplin ASN bertempat di aula Nicolas Bait, SMK-PP Negeri Kupang, Selasa (10/9).
Stepanus Bulu berharap setelah kegiatan sosialisasi ini pegawai mendapatkan nilai-nilai positif yang dapat ditunjukkan dengan kedisiplinan para pegawai, khususnya di lingkungan SMK-PP Negeri Kupang.
Sosialisasi yang diikuti seluruh ASN lingkup SMK-PP Negeri Kupang, baik PNS maupun tenaga honorer ini disampaikan langsung pejabat dari Biro Organisasi dan Kepegawaian, Kementerian Pertanian.
Kepala Sub Bagian Kinerja Pegawai Biro organisasi dan Kepegawaian, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Ryan Renaldy dalam paparannya menyampaikan, aturan mengenai disiplin ASN ini sudah diatur jelas dalam Undang Undang ASN, Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Kepala BKN, dan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan).
Ryan menerangkan mengenai PP 53 Tahun 2010 yang mengatur tentang disiplin PNS. Ryan juga menambahkan perubahan Permentan No. 12 tahun 2019, terutama pada poin mengenai penilaian sasaran kinerja pegawai (SKP). Dalam penilaian ini, jelas Ryan, poinnya lebih menekankan kepada bagaimana ASN dituntut untuk dapat menunjukkan kualitas dari laporan yang dilampirkan setiap pegawai.
Dikatakan, penilaian tunjangan kinerja lingkup Kementan tidak lagi mengacu pada 50 persen SKP dan 50 persen absensi. Melainkan bobot SKP dinaikkan menjadi 70 persen, sedangkan bobot dari absensi 30 persen. Selain itu, lanjut Ryan, dalam menunjang disiplin, disiapkan sistem pengisian aplikasi e-personal pegawai. “Jadi jika pegawai telat seminggu mengisi aktivitas harian dalam bulan berjalan maka akan dilakukan penutupan pengisian pada tanggal yang sudah terlewati sehingga pegawai tidak dapat mengisi pada minggu tersebut. Skoring penilaian kinerja Eselon IV tidak lebih besar dibandingkan eselon di atasnya,” urai Ryan.
Yuseffa Amilia, salah satu ASN di SMK-PP Negeri Kupang yang ikut dalam sosialisasi itu mengaku puas karena penjelasan yang disampaikan membuat dirinya jadi memahami apa yang seharusnya dikerjakan sebagai seorang ASN agar tetap disiplin dalam bekerja.
“Selama kegiatan ini saya cukup puas karena pertanyaan dan permasalahan yang saya dengar dari rekan kerja serta pengalaman pribadi dapat saya ajukan langsung dan terjawab dengan jelas,” kata Yuseffa.
Para peserta sosialisasi yang lain juga ikut aktif menyampaikan pertanyaan kepada narasumber. Terpantau, kegiatan yang berlangsung sehari itu berjalan cukup kondusif. (*/aln)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!