Layanan Internet Papua Barat Dibuka Total  – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Layanan Internet Papua Barat Dibuka Total 

Kemensos Kucurkan Bantuan Rp 7,3 Miliar

JAKARTA, TIMEX– Setelah hampir 3 minggu diberlakukan, Pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengangkat blokir atau perlambatan akses internet di Papua Barat Rabu (11/9). Sementara untuk Provinsi Papua, masih ada 2 kota yang masih belum dibuka.

Perlambatan akses internet resmi berakhir di 13 Kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat pada pukul 16.00 WIT.  Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah secara bertahap mengangkat blokir terhadap 11 kabupaten/kota lainnya.

Plt. Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu mengungkapkan, dua kota terakhir di Provinsi Papua Barat yakni Kota Manokwari dan Kota Sorong, akhirnya dibuka layanan data internetnya setelah mendapatkan kepastian mengenai kondusivitas kedua wilayah pada Rabu (11/9) siang.

Sebanyak 11 kabupaten yakni Fak Fak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Kabupaten Sorong telah dibuka secara bertahap sejak tanggal 4 September 2019.

Sementara itu, Ferdinandus mengatakan, pembatasan layanan data internet masih diberlakukan di 2 kabupaten/kota di Provinsi Papua, yakni Jayapura dan Kota Jayapura. “Pemerintah akan terus memantau situasi dan kondisi keamanan di kedua wilayah tersebut dalam 1 (satu) atau 2 (dua) hari ke depan,” kata pria yang akrab disapa Nando ini.

Dari 29 Kabupaten/kota di wilayah Papua, sebanyak 27 Kabupaten yang sudah dibuka kembali layanan data internet secara bertahap adalah Kabupaten Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak Numfor, Yapen, Sarmi, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Nabire, Jayawijaya dan Mimika.

Nando menambahkan bahwa sebaran informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi terkait dengan isu Papua terus menunjukkan tren menurun sejak 31 Agustus 2019. Puncak sebaran hoaks dan hasutan terkait isu Papua terjadi pada 30 Agustus 2019 dengan jumlah url mencapai 72.500. Distribusi hoaks terus menurun, 42 ribu url di tanggal 31 Agustus 2019, 19 ribu url di tanggal 1 September 2019, lalu menurun menjadi 6.060 url hoaks dan hasutan di tanggal 6 September 2019.

Di sisi lain, Kementerian Sosial (Kemensos) mulai menyalurkan bantuan untuk korban bencana sosial yang terjadi di Papua dan Papua Barat. Total, Rp 7,3 Miliar dana  yang diberikan pada para korban, Selasa (10/9).

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita merinci, Rp1,21 Miliar disalurkan pada pada 242 unit usaha yang jadi korban kerusuhan di Jayapura, Papua. Sisanya, Rp 6,09 Miliar untuk korban di tiga kabupaten/kota di Papua Barat. Meliputi, 31 unit usaha dan satu korban luka di Sorong, 165 unit usaha di Manokwari, dan 1.021 unit usaha di Kabupaten Fak-fak. ”Masing-masing mendapat bantuan sebesar Rp 5 juta,” ujarnya.

Agus mengungkapkan, bantuan yang disampaikan merupakan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Layanan Dukungan Psikososial. Bantuan diharapkan dapat bermanfaat meringankan beban penderitaan baik kepada korban maupun keluarga korban bencana sosial.

”Bantuan ini merupakan salah satu wujud kehadiran negara dalam penanganan bencana,” ungkap Politisi Partai Golkar tersebut.

Mensos menyatakan, penanganan bencana konflik sosial perlu mendapat perhatian khusus dan menyeluruh. Penyelesaian pun harus dilakukan secara professional, sistemik, dan berkelanjutan dengan melibatkan partisisipasi masyarakat. Sehingga, bisa mencega masalah yang sama tidak terjadi lagi.(tau/mia/jpg/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!