BNI Ganti Rp 430 Juta, 2.500 ATM Diblokir – Timor Express

Timor Express

HUKUM

BNI Ganti Rp 430 Juta, 2.500 ATM Diblokir

PENJELASANA. Kepala Cabang BNI’46 Kupang, I Gede Wirata, didampingi stafnya dan Foni Malelak (tengah) saat ditemui Timor Express, Jumat (13/9).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Cyber Skimming

Total 69 Nasabah jadi Korban

KUPANG, TIMEX – Pihak BNI ’46 mengakui adanya cyber skimming terhadap para nasabahnya. Total terdapat 69 nasabah yang menjadi korban. BNI pun akhirnya ganti rugi dengan total Rp 430 juta.

Setelah ada komplain dari nasabah, manajemen BNI melakukan cross check dan mengindentifikasi rekening para nasabahnya. Setelah dipastikan ada cyber skimming, BNI pun akhir bertanggung jawab. Uang nasabah pun diganti sesuai dengan hasil print out buku rekening.

Terkait ini, Kepala Cabang BNI’46 Kupang, I Gede Wirata, saat dikonfirmasi Timor Express, Jumat (13/9), menjelaskan pihaknya langsung merespon pengaduan para nasabah. Ia mengaku pelaku melakukan skimming di empat unit ATM yang ada di Kota Kupang. “Tapi (pelaku) melakukan penarikan di Tarakan, Kalimantan Timur,” ujarnya.

Dijelaskan, kejahatan skimming diperkirakan terjadi sekitar bulan Juni dan Agustus, namun pelaku baru melakukan penarikan. “Kejahatan skimming sering terjadi di daerah lain dan baru pertama kali terjadi di Kota Kupang,” ungkapnya.

Dijelaskan, kejahatan ini dilakukan secara profesional. Pelaku biasanya memasang kamera tersembunyi di ATM. Kemudian disambungkan dengan koneksi internet. Setelah itu, merekam dengan posisi yang agak jauh dari ATM. Usai melakukan perekaman kepada nasabah yang hendak melakukan penarikan dengan memasukkan sandi, maka pelaku membuat duplikat kartu ATM lalu dijual dengan harga tertentu kepada orang lain. “Ini pengalaman di daerah lain. Dan saya kaget karena bisa masuk di Kota Kupang. Karena kejahatan cyber skimming ini biasa dilakukan oleh orang asing,” paparnya.

Lebih lanjut, kata Gede, setelah ada pengaduan pihaknya langsung melakukan verifikasi, kemudian mengembalikan uang nasabah dengan total Rp 430 juta. Uang tersebut milik 69 nasabah yang menjadi korban skimming.

Selain itu, BNI juga telah memblokir 2.500 ATM yang terverikasi pernah menarik uang di empat ATM di Kota Kupang. “Nasabah sudah mengadu sejak dua hari terakhir. Hari pertama 43 orang dan hari kedua sebanyak 26 orang. Kita langsung melakukan identifikasi dan pelaku diduga melancarkan aksinya di 4 ATM sehingga nasabah yang pernah melakukan penarikan di 4 ATM itu langsung diblokir,” ujarnya.

Gede juga menuturkan, pihaknya terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengunakan e-banking agar kejadian ini tidak terulang lagi.

Terkait langkah hukum, Gede mengatakan harus harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan BNI pusat. “Saya juga keterbatasan kewenangan sehingga kami masih koordinasi untuk upaya hukumnya,” kata Gede.

Ia menambahkan, bagi nasabah BNI yang merasa uang di rekeningnya tiba-tiba berkurang, segera mengadu agar dicek lebih lanjut. Pihak BNI sendiri siap mengembalikan uang nasabah jika terjadi kejahatan skimming. “Nasabah tidak salah dan untuk mengantisipasi ini kami mengharapkan kepada nasabah untuk mnenggunakan e-banking agar keamanan sandinya lebih terjamin,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu korban skimming, Foni Malelak mengaku baru pertama kali mengalami kejadian ini. Dirinya baru mengetahui uang dalam tabungannya tidak cukup saat melakukan transfer. Foni lalu menelepon salah satu kerabatnya yang kebetulan bekerja di BNI. Setelah ditelepon, Foni mendapat informasi tentang skimming yang terjadi, sehingga ia langsung mendatangi kantor BNI Oesapa Selatan untuk mengadukan mnasalah itu. “Uang saya Rp 12 juta dan sisanya Rp 197 ribu saja. Saya sempat pusing karena saya sementara renovasi rumah dan uang saya hilang, tapi setelah saya mengadu dan pulang ke rumah, sekitar jam 19.00 ada pemberitahuan sudah ada transfer kembali uang saya,” katanya.

Foni pun mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada BNI karena uangnya dikembalikan. “Ke depan nasabah lebih berhati-hati lagi sehingga jangan ada kejadian serupa,” ungkapnya.

Selain itu, Sil Ndaparoka, nasabah BNI lainnya juga membenarkan pengembalian uang tersebut. Ia mengatakan uangnya sebanyak Rp 11,5 juta raib dari rekeningnya. “Saya menyampaikan terima kasih karena pihak bank sudah bertanggung jawab,” ujarnya. Ia juga meminta pihak BNI dapat menjelaskan kepada publik terkadi kejadian tersebut, sehingga nasabah tetap percaya dengan BNI. “Jangan sampai banyak nasabah yang hilang kepercayaan,” tandas Sil. (mg29/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!