Ini Bukan Beradab Lagi, Sudah Biadab – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Ini Bukan Beradab Lagi, Sudah Biadab

KORBAN. Faisal Amri, mahasiwa Universitas Al Azhar.

Foto: Dok. keluarga

Harga Mahal yang Harus Dibayar Faisal Amir untuk Suarakan Keresahan Rakyat

Dalam rentang lima jam, Faisal Amir harus dua kali dioperasi karena mengalami retak tempurung, pendarahan otak, dan patah tulang bahu. Semua luka di bagian kanan tubuh, diduga karena dia berusaha menangkis. Keluarga akan melaporkan kejadian itu ke polisi, Komnas HAM, dan presiden.

SAHRUL YUNIZAR, Jakarta

PESAN singkat itu masuk saat Iqbal Ramadhan tengah berusaha menghindari gas air mata. Selasa petang lalu itu (24/9), di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta, ada ribuan mahasiswa lain yang melakukan hal serupa. “Minta kontak keluarganya. Ini orang udah kagak sadar.” Demikian bunyi pesan singkat yang masuk ke ponsel Iqbal pukul 18.55 Selasa tersebut.

Di atasnya, pengirim pesan menyertakan sebuah foto. Seorang pemuda bersimbah darah di kepala. Tergeletak tidak berdaya.
Sebagai ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Iqbal tidak asing dengan pemuda dalam foto itu. Dia Faisal Amir, kawan sekampusnya. Salah seorang koordinator aksi menolak Undang-Undang (UU) KPK dan sejumlah RUU (rancangan undang-undang) yang dinilai kontroversial.

Yang mengirimi Iqbal pesan itu adalah rekan satu kampusnya, Sinyo Sesoca Budiman. Dia juga ikut aksi. Saat berbalas pesan, keduanya tengah sibuk membantu rekan masing-masing untuk menjauh dari pusat tembakan gas air mata. “Gas air mata sudah di mana-mana, Kami sudah mencar,” kata Iqbal kepada Jawa Pos kemarin (25/9).

Kali pertama mendapat pesan itu, Iqbal kaget bukan kepalang. Sebab, beberapa menit sebelumnya dia masih melihat Faisal membantu rekan-rekannya yang berjatuhan saat dipukul mundur oleh aparat kepolisian. Serupa Iqbal, ketika dapat kabar itu, Sinyo tidak bisa banyak berkata-kata.

Sinyo adalah mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia pertama yang melihat langsung Faisal. Tergeletak di basement lokasi proyek di area Pulau Dua Restaurant. “Posisi (Faisal) sudah dibawa pekerja proyek,” ungkap dia.

Kabar itu diperoleh Sinyo dari rekan lain yang juga ikut aksi. Sumber informasinya mahasiswa Universitas Haluoleo, Palu, Sulawesi Tengah, bernama Iman Setiawan. Berbeda dengan Iqbal dan Sinyo yang niat ikut demonstrasi, Iman bergabung dengan ribuan massa di depan gedung DPR secara tidak sengaja.

Dia dan mahasiswa Universitas Haluoleo lainnya baru saja menghadiri acara di Jakarta. “Karena lihat mahasiswa lain aksi, kami ikut gabung,” imbuhnya.

Begitu informasi sampai ke tangan Sinyo dan ada kabar dari Iqbal terkait keluarga Faisal, Sinyo membawa rekannya itu ke Rumah Sakit Pelni di Petamburan. Namun, sampai kemarin, Iman, Sinyo, maupun Iqbal belum tahu penyebab tumbangnya Faisal.

Bahkan, mereka tidak tahu siapa yang pertama menemukan Faisal tergeletak dan mengamankan mahasiswa semester tujuh itu ke basement proyek. Yang pasti, mahasiswa yang biasa dipanggil Ical itu kali terakhir terlihat masih bisa membantu rekan-rekannya menyelamatkan diri dari serangan gas air mata.

Cerita tersebut juga disampaikan ibunda Ical, Asma Ratu Agung. Kemarin, saat ditemui Jawa Pos, perempuan kelahiran 1967 itu tengah duduk tidak jauh dari ICU Rumah Sakit Pelni. Ditemani kolega suaminya.

Wajahnya tampak lesu. Selaras pakaian serbahitam yang dia kenakan. Duka menyelimuti. “Iya, Dik, apa yang mau ditanya?” kata dia menjawab salam perkenalan.

Kali terakhir bertemu putra keduanya itu, Ratu mengajak Ical ikut penyuluhan di Dinas Kesehatan DKI. Untuk persiapan bisnis kuliner yang akan dia jalankan. “Cal, yuk ikut penyuluhan,” ulang Ratu menirukan kalimat yang dia sampaikan kepada Ical.
Obrolan tersebut terjadi Senin (23/9). “Ma, saya nggak bisa ikut Mama karena Senin–Selasa ini saya mimpin demo,” jawab Ical.
Karena sudah biasa, Ratu pun mengiyakan. Dia hanya menitip pesan supaya buah hatinya tersebut hati-hati.

Ya, demonstrasi adalah sesuatu yang diakrabi keluarga Ical. Ratu adalah aktivis. Pun demikian dengan suaminya, Sukarliono. Darah aktivis itu rupanya mengalir kepada Ical dan putra ketiga mereka. “Hanya kakaknya (Faisal) yang nggak,” ungkap Ratu.

Karena itu, saat Ical pamit memimpin demonstrasi, dia mengizinkan. Demikian pula adik Ical yang masih berstatus mahasiswa di Uhamka.

Setelah pertemuan Senin, Ratu baru kembali bertemu Ical di Rumah Sakit Pelni. Tapi, kali ini dalam kondisi sang anak tidak berdaya.
Saat itu, pihak rumah sakit tengah menunggu persetujuan keluarga. Ical harus dioperasi. Dua operasi. Malam itu juga. “Jam 9 malam, dia dioperasi pengangkatan tengkoraknya,” ungkap Ratu.

Operasi itu mau tidak mau dilakukan karena diagnosis tim dokter menyatakan tengkorak atau tempurung kepala Ical retak. Juga, terjadi pendarahan di otak. “Jadi, darahnya itu di antara selaput sama otak,” tambahnya.

Menurut tim dokter yang menangani, lanjut Ratu, luka di bagian kepala Ical terjadi akibat hantaman benda tumpul. “Yang sangat keras,” terangnya.

Lima jam setelah operasi kepala, tim dokter kembali mengoperasi Ical. Kali ini bagian bahu kanan. Operasi harus dilakukan karena tulang bahu Ical patah. Seluruh rangkaian operasi selesai sekitar pukul 05.00.

Ratu mengakui, luka-luka di tubuh putranya lebih banyak di bagian kanan badan. “Mungkin karena dia berusaha menangkis,” ujarnya.

Ical adalah satu di antara ratusan mahasiswa lain yang terluka ketika berdemonstrasi di depan gedung DPR Selasa lalu. Sebagian di antaranya juga masih harus dirawat karena mengalami luka-luka.

Selain kepala dan bahu yang harus dioperasi, ada luka-luka lain di lengan Ical. Namun, Ratu tidak memerinci luka-luka itu.
Dia hanya menyimpulkan perbuatan yang mengakibatkan Ical tumbang adalah laku yang tidak manusiawi. “Karena ini bukan beradab lagi, sudah biadab,” katanya.

Sampai kemarin siang, Ical belum sadar. Dia masih terbaring lemah. Beberapa pejabat sudah menjenguk. Mulai Komisioner Komnas HAM (Hak Asasi Manusia) Amiruddin Al Rahab sampai Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Asep Saefuddin juga datang. Kepada mereka, Ratu sudah menyampaikan kondisi Ical. Dia juga tidak henti meminta doa agar Ical segera melalui masa kritis.

Permintaan serupa disampaikan Ratu kepada setiap penelepon yang menanyakan kabar Ical. Sepanjang berbincang dengan Jawa Pos, tidak terhitung berapa kali telepon genggam Ratu berdering.

Beberapa penelepon dijawab biasa saja oleh Ratu. Beberapa lainnya direspons dengan emosional. Sampai menitikkan air mata. Selain bertanya kabar, tidak sedikit yang memastikan keberadaan Ical.

Sebab, kemarin pagi sempat beredar informasi bahwa Ical meninggal dunia. “Tidak, Ical masih di ICU, doakan ya Faisal Amir bin Sukarliono. Faisal pejuang rakyat,” pinta Ratu kepada beberapa penelepon.

Ratu boleh tabah mendapati putranya terbaring lemah. Namun, dia tidak menyerah begitu saja. Walau tidak ada satu pun rekan Ical yang mengetahui sebab musbab musibah yang menimpa putranya, Ratu sudah bulat memutuskan. Keluarganya akan membuat laporan.

“Kepada Polda Metro Jaya, kepada Komnas HAM, dan kepada presiden atau siapa pun yang memperhatikan ini,” paparnya.
Sementara menunggu laporan dibuat dan proses hukum berjalan, fokus keluarga adalah kesembuhan Ical. Menurut Kepala Rumah Sakit Pelni Dewi Fankhuningdyah, perkembangan kondisi Ical masih akan dipantau sampai 2 x 24 jam ke depan. Sebab, dia masih kritis. “Kondisi terakhir pasien cukup baik, progresnya cukup memuaskan. Tapi, masih dalam keadaan tidak stabil,” imbuhnya.
Ical, lanjut sang ibu, berangkat demonstrasi untuk menyuarakan keresahan masyarakat. Bukan untuk beradu fisik sampai kritis. Karena itu, dia ingin penyebab luka-luka di tubuh sang anak jelas.

Kalaupun ada pihak-pihak yang sengaja berbuat kasar kepada putranya, dia ingin proses hukum berjalan terhadap pihak-pihak tersebut. Siapa pun dan apa pun perannya. ”Ini sudah di luar kemanusiaan,” katanya. (*/c10/ttg/jpg/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!