Diperkosa Sepupu, Siswi SMP Hamil Enam Bulan – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Diperkosa Sepupu, Siswi SMP Hamil Enam Bulan

HAMIL. Bunga (membelakangi lensa), siswi SMP yang tengah hamil enam bulan akibat diperkosa Yopi Benu ketika ditemui di kediamannya, Sabtu (21/9).

IST

SOE, TIMEX – Nahas benar nasib Bunga, 13 (samaran, red). Siswi SMP, warga Kecamatan Amanuban Barat ini diperkosa tetanggnya, Yopi Benu hingga hamil enam bulan.

Ditemui dikediamannya, Sabtu (21/9) kepada wartawan Bunga menceritakan, awal petaka itu terjadi, 1 Januari 2019. Malam hari, pelaku Yopi Benu mendatangi rumahnya. Saat itu, ia yang tinggal bersama neneknya karena ayahnya merantau ke Kalimantan dan ibunya bekerja di Oesao Kabupaten Kupang, tidur di dalam rumah besar. Sementara, neneknya tidur di dapur. Tengah malam, Yopi mendatangi rumahnya dan masuk ke dalam rumah dengan cara mendobrak pintu. Saat Yopi berhasil masuk di dalam rumah, menindih tubuh Bunga yang saat itu tengah terlelap. Bunga kaget ketiga Yopi memegang payudaranya.

Bunga saat itu hendak berteriak, namun Yopi menutup mulut Bunga sambil mengancam akan memukul Bunga jika berterik. Takut dengan ancaman Yopi, Bunga hanya bisa pasrah. Saat itu, Yopi membuka pakaian Bunga satu persatu kemudian memperkosa Bunga.

Usai memperkosa Bunga, Yopi langsung keluar meninggalkan Bunga. “Dia (Yopi, red) habis perkosa saya, dia langsung pulang,” kata Bunga.

Tindakan pemerkosaan terhadap Bunga tidak berhenti di situ. Yopi kembali memperkosa Bunga beberapa hari lagi saat Bunga pulang dari sekolah. Saat itu, Yopi menunggu Bunga di jalan dan saat Bunga pulang sekolah langsung menarik paksa Bunga masuk ke dalam semak-semak kemudian memperkosa Bunga. Akibatnya, saat ini Bunga tengah mengandung buah hati dari hubungan dengan Yopi.

Bunga baru diketahui hamil saat pingsan ketika mengikuti pelajaran di sekolah. Saat Bunga pingsan, para guru melarikan Bunga ke fasilitas kesehatan. Ketika diperiksa, ternyata Bunga positif hamil. Kabar itu kemudian diteruskan kepada nenek Bunga. Ketika mendapat informasi itu, nenek Bunga langsung menyampaikan kepada kedua orang tua Bunga dan ibu Bunga langsung kembali melihat kondisi Bunga.

“Yopi perkosa saya berkali-kali, tapi saya takut dan malu sehingga saya tidak lapor ke siapa-siapa,” katanya.

Ibu Bunga melaporkan kasus itu ke Polres TTS dan Yayasan Suara Sanggar Perempuan SoE dengan harapan, pihak kepolisian dapat memproses hukum pelaku seberat-beratnya. Saat ia melapor kasus itu, pihak kepolisian membawa Bunga untuk diperiksa guna memastikan apakah Bunga benar-benar hamil atau tidak. Usai diperiksa, diketahui jika Bunga positif hamil. “Saya minta tolong supaya polisi tangkap pelaku dan hukum dia seberat-beratnya,” tandas ibu Bunga.

Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari kepada Timor Express, Senin (30/9) mengatakan, setelah pihaknya mendapat laporan dari orang tua korban, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap korban. Setelah memeriksa korban, pihaknya bergerak cepat memeriksa para saksi dan selanjutnya Unit PPA Polres TTS yang dipimpin Brigpol Toni Mauguru meluncur ke rumah pelaku dan menangkap pelaku.

Pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka, masih merupakan sepupu korban dan sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek itu, telah dijebloskan ke tahanan Polres TTS, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Tersangka didakwa dengan Pasal 81 ayat (1) UU Nomor 17/2016 tentang UUPA dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama tiga tahun enam bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72 juta.

“Tersangka sudah kami tangkap dan sudah dimasukan di dalam sel,” tandas Jamari. (yop/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!