46 Tahun Berseteru, Ngada-Matim ‘Berdamai’ – Timor Express

Timor Express

METRO

46 Tahun Berseteru, Ngada-Matim ‘Berdamai’

RESMI. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat usai menandatangani kesepakatan wilayah administrasi Kabupaten Ngada dan Matim di ruang rapat Gubernur, Jumat (29/9).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Gubernur Tetapkan Batas Kedua Wilayah

KUPANG, TIMEX – Pemerintah Provinsi NTT telah memfasilitasi dan menyepakati batas wilayah administrasi Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan berita acara oleh kedua bupati yakni Bupati Ngada, Paulus Soliwoa dan Bupati Matim, Andreas Agas yang disaksikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di ruang rapat Gubernur NTT, Jumat (29/11).

Acara tersebut juga dihadiri para pejabat utama dari kedua pemda dan pimpinan OPD Lingkup NTT. Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas, SH., M.Hum usai penandatanganan kesepakatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada semua pihak karena masalah batas kedua daerah itu sudah resmi.

Dirinya mengisahkan batas wilayah yang sering menyebabkan konflik antar warga dan menimbulkan korban jiwa itu sempat disampaikan ke Kemendagri dan sudah dipaparkan kepada DPRD. “Memang ada yang setuju dan tidak setuju namun kita tidak ingin ada provokasi. Kita ingin ada kejelasan dan ada pembangunan di wilayah perbatasan,” katanya.

Andreas menambahkan dengan adanya kesepakatan tersebut pihaknya akan fokus pada pembangunan infrastruktur jalan karena jalan wilayah perbatasan belum tersentuh. “Kita sudah anggarkan untuk pembangunan jalan aspal sepanjang 10 kilometer dan setelah kesepakatan ini kita naikkan menjadi 15 kilometer,” paparnya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasi karena semua pihak telah berpartisipasi dalam proses penyelesaian persoalan batas wilayah yang sudah terjadi puluhan tahun itu.

Viktor juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada tokoh masyarakat dari dua kabupaten yang sudah memiliki niat baik menyelesaikan persoalan tersebut. “Saya minta agar tidak terprovokasi dengan pihak mana pun karena akan merugikan masyarakat sendiri. Kalau aman, pembangunan berjalan dan semua potensi yang ada dibangun, maka kemajuan di kabupaten ngada dan Manggarai Timur ini dapat meningkat secara baik,” katanya.

Dikatakan kesepakatan yang terjadi merupakan karya dan bentuk pembelajaran yang luar biasa untuk masyarakat di dua kabupaten serta menjadi contoh untuk masyarakat NTT pada umumnya. “Kita semua harus memiliki rasa sensitifitas dan menjadi alat perdamaian di NTT,” ujarnya.

Selanjutnya, mantan anggota DPR RI tersebut menyebut bahwa wilayah perbatasan memiliki banyak sekali potensi yang belum dikelola dengan baik, maka setelah adanya kesepakatan ini harus dikembangkan.

Dicontohkan Labuan Bajo yang sudah mulai menikmati potensinya, namun pemerintah terus mendukung agar terwujud kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata. “Pemerintah daerah dan pusat memiliki perhatian yang luar biasa untuk pembangunan pariwisata sehingga kita harus siap. Apalagi rencana peminjaman daerah sementara diproses untuk kita tingkatkan infrastrukturnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Provinsi, yang diberi tugas untuk menfasilitasi penyelesaian sengketa batas antarkabupaten/kota, Linus Lusi memberi apresiasi kepada Gubernur NTT, Bupati Matim dan Ngada serta semua unsur terkait yang telah menyelesaikan persoalan ini.

Dikatakan dua daerah ini sudah berpolemik tentang batas wilayah sejak tahun 1973. “Momentum ini memberi makna bahwa urus perbatasan dengan niat yang tulus tanpa pamrih selalu ada jalan penyelesaian. Kedua kabupaten memasuki era baru harapan baru karena kawasan yang berpolemik selama ini sangat tertinggal dalam layanan dasar,” jelas Linus.

Disebutkan, penandatanganan prasasti ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian penyelesaian tanggal 14 Mei 2019 di Kupang dan 10 Juni 2019 di Labuan Bajo. (mg29/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!