Tak Ada Jaminan Bakal Bisa Bekerja Independen – Timor Express

Timor Express

METRO

Tak Ada Jaminan Bakal Bisa Bekerja Independen

Sudah Tiga Pegawai dan Satu Penasihat KPK Mundur

JAKARTA, TIMEX – Kekhawatiran terhadap bakal berkurangnya independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di masa mendatang mendera para pegawai lembaga antirasuah tersebut. Ini berbuntut satu per satu pegawai yang mengundurkan diri dari KPK.

Total sudah lebih dari tiga pegawai dan satu penasihat yang resmi mengundurkan diri dari KPK sejauh ini. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengajak semua pihak meletakkan persoalan tren pengunduran diri pegawai pada aspek independensi.

Menurut dia, kekhawatiran melemahnya aspek itu merupakan imbas dari peralihan status pegawai KPK menjadi aparatur sipil nasional (ASN). “Pertanyaan seriusnya apakah KPK masih bisa bekerja secara independen kalau status pegawainya adalah ASN?,” ujarnya di Jakarta kemarin (29/11).

Febri menjelaskan, peralihan status yang diatur dalam UU KPK baru itu tidak dibarengi dengan jaminan pegawai bekerja secara independen di masa mendatang. Padahal, hal itu sangat penting untuk memastikan KPK maksimal menangani kasus-kasus kakap yang melibatkan eksekutif atau legislatif. “KPK tidak mungkin menangani kasus besar kalau para pegawainya tidak diberikan jaminan indepedensi,” paparnya.

Febri menyebutkan tanpa jaminan independensi, pegawai akan riskan ketika menangani kasus-kasus besar. Risiko itu di antaranya dipindah atau dimutasi ke lembaga lain. Dan diintervensi kenaikan pangkatnya.

“Maka itu sama saja dengan masa depan KPK dan pemberantasan korupsi ke depan akan jauh lebih gelap. Apakah itu yang diinginkan? Semoga saja tidak,” ungkap mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) itu.

Pihaknya pun berharap otoritas yang berwenang dalam persoalan independensi itu mengambil langkah konkret. Setidaknya memastikan pegawai KPK yang berstatus ASN kelak tidak mudah diintervensi ketika menangani kasus-kasus besar. “Jangan sampai ada pegawai yang dengan sangat mudah digeser, dipindahkan kemudian diintervensi karena posisi ASN,” imbuh Febri.

Sementara itu, Mohammad Tsani Annafari kemarin berpamitan dengan awak media setelah menerima secara resmi surat keputusan pemberhentian dari jabatan penasihat KPK. Tsani akan kembali ke institusi asalnya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Dia pun berpesan pada semua pihak untuk tetap menjaga KPK meski didera begitu banyak persoalan. “Saya menyampaikan ke teman-teman KPK tetap disini menjaga agar api pemberantasan korupsi ini tidak padam,” tuturnya. (tyo/ttg/jpg/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!