99 Orang Keracunan, Semua Tertolong – Timor Express

Timor Express

METRO

99 Orang Keracunan, Semua Tertolong

KERACUNAN. Para korban keracunan makanan, nampak dirawat di puskesmas Noebeba. Terbatasnya tempat rawat, maka sebagian korban terpaksa di rawat di luar rungan.

 Terjadi Lagi di TTS, Saat Pesta Perkawinan

SOE, TIMEX – Sebanyak 99 warga Desa Oe’Ekam, Kecamatan Noebeba, Kabupaten TTS, Jumat (29/11) malam mengalami keracunan saat berlangsng pesta. Ini bukan kejadi pertama di TTS. Sebelumnya dalam tahun ini juga ada kasus keracunan hingga memakan korban jiwa setelah konsumsi ikan. Juga keracunan masal di tempat pesta.

Informasi yang dihimpun Timor Express, warga menghadiri acara pesta peminangan di rumah Salmun Tje, di RT/RW 011/006 Desa Oe’Ekam. Usai pesta, 99 orang mengalami mual, muntah, sakit kepala, sakit perut dan sesak napas. Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Noebeba untuk mendapat pertolongan medis.

Kepala Puskesmas (Kapus) Noebeba, Nikson Ataupah ketika dikonfirmasi mengatakan ia mendapat laporan dari warga pada Sabtu (30/11) pukul 03.45 dini hari. Ia pun langsung berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat tingkat kecamatan dan langaung menuju tempat kejadian. Ia tiba sekira pukul 03.50 dan langsung mengevakuasi warga yang diduga mengalami keracunan tersebut.

Para korban langsung ditangani tim medis. “Yang mengalami sesak napas, kami pasangkan infus. Kami bekerja cepat dan maksimal, supaya jangan sampai ada korban jiwa,” tutur Nikson.

Selain mengatasi korban yang diduga mengalami keracunan makanan itu, tim medis juga sigap melakukan pendataan terhadap makanan yang disajikan di pesta itu. Dari hasil pendataan, diketahui jenis makanan yang dikonsumsi yakni nasi, mie, sayur kol, pepaya, kuah babi, babi kecap dan ayam goreng. Sedangkan air yang digunakan untuk minum adalah air yang diambil dari sumur dan dimasak. “Jadi bukan air kemasan yang diminum, tapi air mereka ambil dari sumur dan masak sendiri,” jelas Nikson.

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun kepada Timor Express sesuai laporan yang diterimanya, korban dugaan keracunan itu berjumlah 99 orang. Para korban mendapat pertolongan medis di Puskesmas Neobeba. Dari total jumlah korban itu, 19 orang dipasangkan infus, karena mengalami sesak napas. Selain tim reaksi cepat dan tim medis tingkat kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTS juga dikerahkan ke lokasi untuk membantu velbed dan mendistribusikan air bersih untuk memenuhi kebutuhan para korban dan pihak medis selama mengatasi kasus itu. “Saya juga sudah instruksikan kepada Dinkes untuk stand by di lokasi untuk pengikuti perkembangan penanganan kasus itu,” tandas Egusem.

Masih segar di ingatan kasus keracunan makanan yang pernah terjadi di Kabupaten TTS, Oktober 2019 lalu di pesta yang berlangsung di kediaman Frans Boimau di Desa Se’i, Kecamatan Kolbano. Saat itu 183 warga dari dua kecamatan yakni Kolbano dan Amanuban Selatan masing-masing berasal dari Desa Oebelo, Sei, Bena, Pana, Oni dan Kualin, terpaksa harus dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan lantaran mengalami keracunam makanan usai mengonsumsi makanan. Saat itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia. (yop/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!