12 Warga Oebelo Keracunan Daging Kambing – Timor Express

Timor Express

METRO

12 Warga Oebelo Keracunan Daging Kambing

Empat Rawat Inap, Sisanya Rawat Jalan

SOE, TIMEX – Kasus keracunan kembali terjadi di Kabupaten TTS. Kali ini terjadi di Desa Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan.
Sebanyak 12 warga RT 23/RW 10, Kamis (26/12) petang terpaksa dilarikan ke Puskesmas Panite untuk mendapatkan pertolongan medis lantaran muntah-muntah, pusing dan sakit perut.

Mereka keracunan usai menyantap daging kambing. Ke-12 orang itu yakni Yakob Neolaka, 39, Silpa Tlonaek, 33, Alosius Neolaka, 13, Rijen A. Neolaka, 9, Patrisiua Neolaka, 1, Melki Neolaka, 9, Yoksan Tlonaen, 33, Wendi Tlonaen, 12, Maria Tlonaen, 9, Wanti Tlonaen, 1 dan Yanto Selan, 12.

Camat Amanuban Selan, Jhon Asbanu saat dikonfirmasi wartawan koran ini, Jumat (27/12) membenarkan kejadian tersebut. Ia menguraikan kasus tersebut bermula saat kambing milik Yakob Neolaka yang mati kemudian dipotong dan dikonsumsi bersama-sama oleh para korban. Padahal kambing yang mati itu baru saja disuntik obat antibiotik merk Cito oleh pemiliknya, Senin (23/12).

Kambing itu mati pada Rabu (25/12). Dan, malamnya kambing itu dipotong kemudian dimasak dan dikonsumsi. Usai makan, para korban yang mengonsumsi daging kambing itu mulai merasa mual, sakit perut, pusing, bahkan muntah-muntah. Karena sakit yang dirasakan kian terasa, mereka akhirnya memutuskan untuk mendatangi Puskesmas Panite untuk mendapat pertolongan medis. “Kambing ada tiga ekor. Sebelumnya satu yang mati lebih dulu dan tidak lama lagi satu ekor lagi menyusul mati. Sedangkan yang satunya lagi masih bertahan hidup. Kambing yang mati itu, bukannya dikubur malah mereka potong kemudian masak untuk makan malam bersama, akhirnya mereka keracunan,” urai Jhon.

Para tenaga medis sigap melakukan pertolongan dan akhirnya delapan korban bisa cepat tertolong dan langsung kembali ke rumah. Sedangkan empat orang lainnya, yakni Melki Neolaka, 9, Yanto Selan, 13, Yoksan Tlonaen, 33 dan Maria Tlonaen, 9 masih diinfus karena kondisinya memprihatinkan.

Meski demikian, saat ini kondisi para korban yang masih menjalani tindakan medis, berangsur pulih. Namun mereka belum diizinkan pulang karena masih terus dilakukan observasi oleh tim medis untuk memastikan kondisi tubuh korban benar-benar pulih. “Hanya satu orang yaitu Maria Tlonaen yang masih mengeluh sakit pada perut. Yang lain dikembalikan, tapi tetap dipantau dan melakukan perawatan jalan,” ujar Jhon.

Untuk mengantisipasi hal serupa kembali terjadi, Camat Amanuban Selatan itu memerintahkan Kepala Seksi PMD untuk membuat surat imbauan untuk didistribusikan kepada seluruh kepala desa yang ada di Kecamatan Amanuban Selatan. Surat itu akan berisi imbauan kepada warga Kecamatan Amanuban Selatan agar tidak mengonsumsi ternak yang mati. “Surat imbauan itu akan diminta untuk diteruskan kepada tokoh-tokoh agama untuk dibacakan melalui mimbar-mimbar rumah ibadah,” katanya.

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun mengatakan saat mengetahui kejadian itu, ia langsung memerintahkan petugas dinas kesehatan untuk turun ke lokasi kejadian. Sesuai laporan tim medis yang diterjunkan ke lokasi kejadian, telah diambil sample daging kambing yang mati dan dikonsumsi para korban. Tim medis saat ini juga tengah bekerja melakukan penyelidikan epideomologi (PE) terkait kasus itu. “Tim medis sudah ada di lokasi untuk lakukan penyelidikan dan juga membantu penanganan medis terhadap korban. Dari laporan yang saya terima tidak ada yang korban jiwa,” tandas Egusem. (yop/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!