Kota Ruteng Diguyur Hujan Es – Timor Express

Timor Express

METRO

Kota Ruteng Diguyur Hujan Es

LANGKA. Inilah gumpalan-gumpalan es yang diabadikan Jumat (27/12).

FANSI RUNGGAT/TIMEX

Disertai Angin Kencang dan Petir

RUTENG, TIMEX – Warga Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Kamis (26/12) dikejutkan dengan fenomena langka. Kota yang dikenal dengan hawa dinginnya itu, dilanda hujan deras bercampur butiran es.

Tak hanya hujan es, juga terjadi angin kencang dan petir. Hujan es berdurasi sekira satu jam. Warga setempat panik karena peristiwa seperti ini baru pernah terjadi. Di badan jalan dan sekitar rumah warga penuh dengan butiran es sebesar biji jagung. Ada juga atap rumah warga yang berlubang akibat butiran es yang jatuh dari langit.

“Tiba-tiba kami kaget karena terdengar di atap rumah seperti ada yang lempar dengan batu. Tapi yang buat kami sedikit panik bunyi di atas atap ini tidak berhenti dan semakin kencang. Ketika di cek keluar rumah ternyata hujan es,” ujar Sherly Damon, warga Kelurahan Watu, Kota Ruteng, Jumat (28/12) pagi.

Menurut Sherly, hujan es dengan durasi sekira satu jam itu merupakan peristiwa langka. Atap rumahnya jua bocor akibat terkena bongkahan es. “Saya tidak bisa foto. Saya hanya buat video, tapi durasinya tidak lama. Itu karena takut petir. Karena hujan es ini disertai dengan angin kencang dan petir. Saya masuk kembali ke dalam rumah dan hanya bisa menonton lewat jendela,” tutur Sherly.

Theresia Bary, warga Kelurahan Lawir kepada media ini melalui sambungan telepon, Kamis (26/12) malam mengaku khwatir dengan kondisi cuaca yang tak bersahabat itu. Kata dia, hujan es yang disertai angin kencang dan petir beruntun sangat menakutkan. “Ini peristiwa langka, karena hujan lebat disertai dengan butiran es dengan jumlah banyak. Apalagi disertai juga kilat yang beruntun,” kata Theresia.

Paulinus, warga Kelurahan Waso, mengatakan selama satu bulan berjalan, Kota Ruteng setiap hari diguyur hujan. Namun tidak disertai butir es. Paulinus sendiri juga mengaku heran dengan fenomena yang terjadi. Dia pun mengajak warga lain sekitar untuk tetap waspada dengan peristiwa tersebut.

“Saya sempat keluar rumah dan mandi hujan. Saya merasakan sendiri, butiran es yang jatuh ke kepala dan badan saya. Saya juga sempat kumpul butiran es itu. Persis es dari kulkas yang dipecahkan. Dinginya persis. Perlahan esnya mencair. Ini fenomena alam yang langka dan saya pikir kita tetap waspada dengan fenomena alam seperti ini,” ujar Paulinus.

Ia mengatakan akibat peristiwa itu, ada sejumlah tanaman yang rusak. Baik itu terjadi karena angin kencang, juga karena butiran es yang jatuh. Ada sejumlah pohon juga yang tumbang dan menghalangi jalan raya. (krf3/sam)

karena Pembentukan Awan Cumulonimbus

FENOMENA hujan es di Indonesia biasanya terjadi dari awan konvektif atau cumulonimbus.
Pembentukan awan cumulonimbus diawali dari pemanasan suatu daerah oleh radiasi matahari yang berlebihan sehingga menyebabkan terjadi tekanan rendah dan bergeraknya uap air ke daerah tekanan rendah tersebut dan terbentuk awan cumulonimbus.
Dalam kondisi biasa awan cumulonimbus mencurahkan hujan dalam bentuk air. Dalam kondisi kusus puncak awan cumulonimbus mencapai ketinggian dimana suhu kurang dari 0°C dan membentuk kristal es. “Kristal es tersebut akan semakin besar dan berat menyebabkan jatuhnya kristal es tersebut melalui lapisan udara yang lebih hangat dan meleleh. Akan tetapi ada kalanya kristal es tersebut melewati lapisan udara yang tetap dingin sehingga pencairan tidak terjadi sehingga terjadinya hujan es,” demikian kata Kepala Stasiun Klimatologi Kupang, Apolinaris S. Geru, SP, M.Si, ketika dikonfirmasi Timor Express, Jumat (27/12).

Menurutnya, hujan es merupakan fenomena alamiah yang biasa terjadi. Selain turun hujan lebat (es), fenomena ini juga disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat. “Hujan es ini berasal dari jenis-jenis awan yang memiliki sel tunggal berlapis-lapis dekat dengan permukaan bumi. Selain itu, dapat pula berasal dari multisel awan. Pertumbuhannya ini secara vertikal dan luas area horisontalnya sekitar 3-5 kilometer. Hujan es ini terjadi dengan durasi yang sangat singkat, antara 3 hingga 5 menit,” katanya.

Disebutkan, fenomena hujan es di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Kamis (26/12) akibat adanya pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup signifikan dengan suhu puncak awan mencapai -69 hingga -100 C. “Pertumbuhan awan cumulonimbus ini disebabkan karena adanya pola belokan angin di wilayah Laut Banda dan Laut Flores serta didukung dengan kondisi atmosfer yang cukup labil dan lembab,” pungkas Apolinaris. (mg22/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!