Badai Petir, Satu Lagi Tewas – Timor Express

Timor Express

METRO

Badai Petir, Satu Lagi Tewas

ILUSTRASI/NET

Total Sudah 4 Orang Meninggal

KUPANG, TIMEX – Hujan deras disertai badai petir sepanjang Minggu (29/12) siang menimbulkan korban jiwa. Renhard Ngahu Mone, warga RT 010/RW 005, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang tewas akibat tersambar petir saat berada di area persawahan dekat Pantai Sulamanda.

Wihers Tuka, Warga RT 17/RW 07, Kelurahan Tarus yang menjadi saksi peristiwa itu mengatakan sejak siang dirinya bersama lima warga lainnya mengolah lahan menggunakan tractor di sawahnya. Saat sedang bekerja, tiba-tiba turun hujan. Namun mereka terus melakukan aktifitas. Hujan pun semakin deras. Kemudian mesin tractor macet. “Tractor mati jadi kami langsung lari ke tempat berteduh. Aprilius dan Andra pulang duluan. Saat itu kami mau kasi pindah sapi ada 7 ekor yang diikat dekat lahan sawah tapi ada alat tractor yang tidak ada jadi saya dengan ayah korban masih mencari korban sudah duluan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dirinya bersama Dominggus Mone yang adalah ayah korban sedang mencari alat hand tractor, tiba-tiba terdengar bunyi guntur. Tiba-tiba keduanya mengalami kram pada bagian dahi dan kaki bagian kanan. “Saat itu korban baru jalan, tapi tiba-tiba dia tidak ada lagi jadi pikirnya dia sudah kasi pindah sapi. Saya dengan Dominggus Mone sampai di tempat bertedu ternyata dia tidak ada. Kami lalu bergegas mencari dia. Saat kami menemukan dia di area persawahaan sudah pucat,” katanya.

Ia mengisahkan, setelah beberapa anggota keluarga menemukan korban, terdapat luka melepuh pada bagian dada, luka di bagian lengan dan paha bagian kanan. “Saat kami angkat dia sudah tidak sadarkan diri, jadi kami langsung bawa ke rumah sakit,” paparnya.
Korban yang memiliki empat orang anak itu sebelum kejadian sempat bercanda dengan rekan-rekannya. Menurut Wihers, setelah menemukan koban, mereka langsung membawa koban untuk mendapat pertolongan di rumah sakit, namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Pantauan Timor Express di Ruang Jenasah RS S. K. Lerik, keluarga korban mulai berdatangan dan langsung membawa jenasah korban ke rumah duka di Kelurahan Tarus.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2019 ini, sudah terdapat empat orang yang tewas akibat tersambar petir.Pertama korban atas nama Dona Nenoliu, warga Dusun Oenoni, Desa Mio, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS, Senin (2/12). Ia tewas di tempat setelah tersambar petir sekira pukul 12.00 saat mendung.

Kemudian pada Selasa (10/12/2019) dua warga Sumba Barat, yakni Naomi Tamo Ina (50) dan Yuliana Bulu (35) tewas tersambar petir ketika hendak mengangkat pakaian yang dijemur di halaman rumah.

Terkait peristiwa ini, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT Thomas Bangke mengatakan, warga perlu mewaspadai terjadinya petir saat musim pancaroba seperti saat ini. “Saat terjadi hujan lebat disertai petir, maka sebaiknya tidak berlindung di bawah pohon karena rawan terkena sambaran petir,” ujarnya. (mg29/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!