Capai 99,67 Persen – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Capai 99,67 Persen

Realisasi Target PAD Kota Kupang Tahun 2019

BKAD Turunkan Tim ke Wajib Pajak

KUPANG, TIMEX – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Kupang mencatat capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD)  Kota Kupang tahun 2019 sudah mencapai 99,67 persen.

Target PAD Kota Kupang tahun 2019 yang ditetapkan sebesar Rp 191 miliar.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang, dr Ari Wijana yang diwawancarai koran ini di Kupang, Sabtu (28/12), mengatakan, capaian target PAD Kota Kupang tahun 2019 dapat dikejar sampai akhir Desember ini.

“Sebelum libur kemarin, dari Badan Keuangan dan Aset Daerah turunkan tim selama dua hari melakukan operasi gabungan akhir tahun. Tim ini turun langsung di tempat-tempat hiburan, hotel dan lainnya untuk mengecek pembayaran pajak,” kata Ari Wijana.

Sosok yang juga mantan Kadis Kesehatan Kota Kupang ini menjelaskan, jika ada yang menunggak pajak, maka akan dikenakan denda dua persen, maka sebaiknya wajib pajak membayarkan pajaknya tepat waktu agar jangan sampai terkena denda.

“Kami dari tim Badan Keuangan bersama Satuan Polisi Pamong Praja, Bagian Hukum dan jajaran lainnya, turun untuk mengecek langsung. Jika ada yang menunggak kami langsung sarankan untuk membayar,” ujarnya.

Sebenarnya kata Ari, ada banyak wajib pajak yang rajin membayarkan pajaknya, namun karena kurang tertib administrasi sehingga belum dilakukan pembayaran pajak secara rutin.

Misalnya, ada yang membayar pajak bulan September, Oktober dan Desember, sementara bulan November belum dibayar. Hal ini karena kurangnya ketertiban dalam administrasi sehingga perlu dibenahi lagi.

Ari Wijana melanjutkan, untuk mengejar target PAD, maka Badan Keuangan sementara melakukan intensifikasi langsung.

“Jadi petugas semua yang ada di Badan Keuangan semuanya turun untuk menagih pajak daerah. Diharapkan dalam waktu sisa ini dapat terkejar,” kata Ari Wijana.

Dia berharap agar di akhir masa tahun anggaran dapat mencapai 100 persen. Pasalnya capaian PAD tahun 2019 akan menjadi evaluasi atau tolak ukur untuk tahun 2020.

“Tahun 2020 mendatang juga kami akan berupaya untuk melihat setiap potensi yang ada, sebagai sumber PAD. Kita akan lihat dan kaji bagaimana cara untuk meningkatkan PAD Kota Kupang. Itu target kita ke depannya,” katanya.

Dia mengaku, target PAD tahun 2020 naik mencapai Rp 200 miliar, dibanding target PAD tahun 2019 sebesar Rp 191 miliar.

“Jadi ada obyek-obyek pajak yang tidak bisa digali karena secara regulasi di-take over atau diambil alih oleh provinsi, jadi ada beberapa perizinan yang sudah tidak ada di kota lagi secara aturan,” terangnya.

Selain itu,  lanjut Ari, adapun faktor lainnya yaitu ada potensi pajak yang sudah tidak ada lagi namun masih tercatat. Misalnya ada restoran, rumah makan dan potensi lainnya yang sudah tutup namun tetap dihitung.

“Kita akan melakukan validasi potensi terlebih dahulu dan tentunya menggunakan sistem, agar jangan sampai ada kesalahan,” ujarnya.

Menurutnya, realisasi PAD bukan hanya dikelola oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah, tetapi ada Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Perikanan dan Kelautan dan beberapa dinas lainnya.

Tentunya kata Ari Wijana, semua data ini harus benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kedepannya kita akan buat satu sistem untuk semua dinas pengelola PAD. Jadi misalnya ada masyarakat bayar di puskesmas,  maka uangnya langsung masuk ke kas daerah, sehingga tidak ada lagi pembayaran tunai dari puskesmas ke dinas,” ungkapnya.

Dengan sistem ini kata Ari, maka semua pajak daerah akan masuk ke satu system. Nantinya setiap bulan barulah dicek di sistem. Program ini bertujuan untuk mempercepat realisasi PAD dan juga sekarang Kota Kupang menuju smart city, maka tentunya semuanya harus smart dan cepat serta tersistem secara baik.

“Dalam tahun 2020 pun PAD dapat ditingkatkan, sesuai dengan hasil validasi data di lapangan, yang terpenting adalah data di lapangan, agar jangan sampai terhitung sebagai sumber PAD namun sudah tidak ada lagi,” jelas Ari Wijana.

Sebelumnya, BKAD Kota Kupang juga menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pengelolaan pendapatan daerah bagi aparatur BKAD, kelurahan dan kecamatan serta semua aparat pengelola keuangan daerah.

Asisten III Setda Kota Kupang, Jhon Eduard Pelt, yang membuka kegiatan itu, mengatakan, sesuai dengan Undang-undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, dan pelaksanaannya berdasarkan Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 5 tahun 2011 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Selain itu, Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 2 tahun 2016 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta beberapa Perda tentang restribusi daerah yang dikelola oleh pengelola PAD.

Maka daerah diberikan kesempatan untuk mengelola beberapa jenis pajak dan realisasinya diberikan kepada daerah dan digunakan untuk keperluan belanja aparatur dan belanja publik yang dituangkan dalam APBD.

Jhon Pelt menjelaskan, sesuai target penerimaan PAD Kota Kupang tahun 2019 sebesar Rp 195.336.408.000, untuk Badan Keuangan Kota Kupang ditetapkan sebesar Rp 111.262.997.000 yang meliputi pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, PBB-P2, BPHTB, pajak penerangan jalan, restribusi layanan umum dan penerimaan lainnya.

Dikatakan, dalam pengelolaan PAD yang ditangani oleh Badan Keuangan Kota Kupang, PBB-P2 tahun 2017 telah dilakukan pemutakhiran data nilai jual obyek pajak (NJOP), dan aparat kecamatan atau kelurahan diharapkan membantu memberikan penjelasan yang akurat kepada wajib pajak.

“Untuk itu dalam upaya meningkatkan capaian target penerimaan PAD, perlu meningkatkan sumber daya aparatur pemungut dan pengelola PAD. Maka pentinglah kirannya yang meminta otoritas Badan Keuangan Daerah dan aparat kelurahan dibiayai dengan bantuan yang dapat membantu di lapangan melalui bantuan bimbingan teknis ini,” jelasnya. (mg25/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!