Imanuel – Timor Express

Timor Express

OPINI

Imanuel

 (Suatu Refleksi Teologis Kristen Mengakhiri Tahun 2019 dan Mengawali Perjalanan Tahun 2020)

 Oleh: Orias Lazarus Selan, M.Pd

ASN Kementerian Agama Kab. Ngada

Baru beberapa waktu memasuki tahun 2020. Mengawali tahun 2020, ada banyak pertanyaan yang terbersit di benak kita. Diantara pertanyaan – pertanyaan tersebut apakah saya akan diberi kehidupan oleh Allah sampai mengakhiri tahun 2020 atau singkatnya apakah saya akan tetap hidup sampai akhir tahun 2020 ? bagaimana rezeki saya  di tahun 2020 ? bagaimana karir saya di tahun 2020 ? dan sejumlah pertanyaan – pertanyaan lainnya.

Berkaitan dengan pertanyaan – pertanyaan di atas, setiap orang dan organisasi mengantisipasi dengan merumuskan sejumlah rencana untuk memastikan tujuan yang akan dicapai. Misalnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mengawali tahun kerja baru dengan membuat Sasaran Kinerja Pegawai tahunan (SKP), untuk organisasi lainnya membuat rapat program tahunan dan seterusnya.

Fakta kehidupan menceritakan bahwa semua rencana belum tentu terealisasi. Bahkan dapat dikatakan gagal secara iman, fakta ini diamini sebagai misteri Ilahi (Mesterion Dei). Oleh karena itu orang Kristen selalu memohon agar rencana tersebut diberkati Allah dengan membuat sejumlah ibadah awal tahun dan membuat nazar. Orang kristen memahami bahwa perjalanan hidup di tahun – tahun berikutnya selalu bersama Tuhan istilah yang digunakan adalah Imanuel. Kata Imanuel sering didengar dan dibaca pada papan nama gereja Kristen Protestan. peneliti tidak menghitung dengan pasti berapa banyak kata Imanuel yang digunakan oleh Gereja Kristen Protestan di NTT tetapi yang jelas hampir di setiap kabupaten atau Klasis paling sedikitnya ada dua, misalnya Imanuel Oebesa dan Imanuel Oenali di Kabupaten TTS. Pertanyaannya apakah sesungguhnya makna kata Imanuel dalam kehidupan orang Kristen ? apakah indikator bahwa Allah selalu bersama umatNya dalam kehidupan sehari – hari ?

Tujuan akhir tulisan ini menggambarkan makna kata Imanuel dalam kehidupan Orang Kristen di NTT. Karena luasnya daerah NTT maka pada bagian ini penulis hanya akan menyebutkan beberapa kabupaten sebagai contoh. Dengan demikian permohonan maaf kepada bapak/ibu, saudara/i yang beragama lain karena tulisan ini menggunakan cara pandang Kristen Protestan, sekaligus memberikan kesempatan kepada Bapak/ibu, Saudara/i yang paham tema ini untuk menulis menurut pandangan agamanya.

W.R F Browning dalam kamus Alkitab dan Xaier Leon – Dufour dalam eksiklopedi Perjanjian Baru menuliskan pengertian Imanuel sebagai Allah beserta kita. Kedua ahli ini merujuk pada bagian yang sama yaitu Yesaya 7 : 14 “ sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda : sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki – laki dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” Dalam kaitan dengan isi kitab Yesaya 7 : 14, Dofour memahami bahwa kata Imanuel mengarah pada Putra raja Ahas. Untuk memperkuat argmentasinya, ia merujuk pada Yesaya 8 : 7 -8 “ sebab itu, sesungguhnya, Tuhan akan membuat air sungai Efrat yang kuat dan besar, meluap – luap atas mereka, yaitu raja Asyur dengan segala kemuliaannya; air ini akan melampaui segenap salurannya dan akan mengalir melampaui segenap tebingnya, serta menerobos masuk ke Yehuda ibarat banjir yang meluap – luap hingga sampai ke leher dan sayap – sayapnya yang dikembangkan akan menutup seantero negerimu, ya Imanuel.”W.R F Browning memahami bahwa kata Imanuel mengarah pada  Yesus Kristus seperti yang tertulis dalam Injil Matius 1 : 23, “ sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki – laki dan mereka akan menamakan Dia Imanuel yang berarti Allah menyertai kita.” Penjelasan W.R F Browning merupakan salah satu titik awal dari cerita kelahiran Yesus Kristus dari Injil Matius 1:18-25 paralel dengan Injil Lukas 2 : 1 – 7.

Bagi penulis dalam konteks Perjanjian Lama, benar bahwa Imanuel dalam kitab Yesaya 7 : 14 mengarah pada putra Ahas, sebab secara singkat kehidupan putra Ahas menggambarkan kehidupan Allah, yang memberikan kedamaian bagi bangsa Israel, lebih tepat pada bangsa Yehuda. Dalam konteks penggenap Perjanjian Lama kata Imanuel mengarah pada Yesus Kristus seperti yang tertulis dalam Injil Maitus 1 : 23. Kesimpulannya penulis setuju jika dalam konteks iman Kristen pengertian Imanuel mengarah pada Yesus Kristus.

penulis mengajak kita keluar dari diskusi tentang pengertian kata Imanuel, kita masuk pada memahami hakekat Imanuel dalam konteks kehidupan orang Kristen di NTT. Pertanyaanya apakah benar bahwa Allah selalu menyertai kita dalam menjalani kehidupan di tahun 2020 nanti ? untuk membantu memahami tema di atas tulisan ini dipilah atas tiga bagian sebagai berikut :

 

  1. Allah menyertai kita melalui Allah alam sekitar

Nusa Tenggara Timur (selanjutnya akan dituliskan NTT) adalah pulau yang dikategorikan sebagai pulau yang tandus. Kata ini tidak menggambarkan bahwa semua pulau di NTT gersang misalnya pulau Flores. Pulau Flores dikatakan subur karena daerah vulkanik sehingga memiliki humus tanah yang cocok untuk pertanian dan perkebunan. Untuk itu orang Flores meneruskan hidup menjadi petani coklat, vanili, kopi, kemiri dan seterusnya. Pada konteks ini Allah masih menyertai orang Flores dengan memberikan kesuburan lewat humus tanah dan siklus kehidupan yang baik. Siklus kehidupan yang dimaksud yaitu matahari yang cukup sehingga terjadi penguapan, mendung kemudian turun hujan dan kabut yang sejuk selain itu debu vulkanis menjadi humus tanah yang baik sekaligus memberikan gambaran bahwa daerah Flores merupakan bagian dari jalur gunung berapi. Berbeda sedikit dengan orang Sabu, daerah sabu adalah daerah yang gersang tetapi ditumbuhi pohon lontar, sehingga orang Sabu bertahan hidup dengan menyadap nira, yang dibuat menjadi gula Sabu, selain gula Sabu air nira dapat disuling menjadi moke (sopi). Sopi dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari masyarakat Sabu. Masyarakat Sabu dan masyarakat Ngada di Kab.Ngada saling bergantung. Masyarakat Sabu menyadap dan menyuling Nira untuk dijadikan Moke bagi masyarakat Ngada untuk kebutuhan adat istiadat. Demikian juga dengan orang timor (atoin meto), melalui alam yang panas dan gersang Allah mempersatukan atoin meto lewat tarian bonet untuk memberikan semangat atoin pah meto mengerjakan kebun yang besar dan berduri. Alam secara simultan memberikan gambaran bahwa Allah menyertai umat manusia dalam menjalani tahun 2020 nanti, dan inilah articulus fidei. Articulus fidei ini mengokohkan Allah sebagai pemelihara dan pemberi hidup umat manusia termasuk dengan masyarakat di Nusa Tenggara Timur. dalam pengakuan ini atoin pah meto sering menggunakan istilah Uis Neno Nokan Kit disetiap akhir pertemuan (mei tolas).

Dengan demikian melalui alam Allah menunjukkan penyataan terhadap seluruh umat manusia. Air laut tidak bertambah banyak walaupun setiap hari seluruh sungai mengalir ke laut, sebab penguapan sebagai sarana menjaga keseimbangan alam, kecuali penambahan volume air laut karena pencairan gunung es di kutub selatan, tetapi Allah tetap menunjukkan kasih setiaNya dalam kehidupan sehari – hari.

 

 

  1. Allah menyertai kita melalui kehidupan moderasi beragama

Auberon Herbet seorang metafisika Inggris (1593-1633) menuliskan bahwa “setan dan iblis membagi dunia ini menjadi ateisme dan takhayul. Dan perlu diketahui tak akan ada satupun yang tamat kecuali agama.” Tulisan ini dilatari oleh sejarah hitam penyebab peperangan, pembunuhan umat manusia karena agama atau sikap eksklusifisme agama. Dalam kondisi demikian kekuatiran Jayaprakash Nazaran bahwa “saya kuatir tidak akan pernah melihat dunia ini menjadi utuh kembali dalam sisa hidup saya.”

Kekuatiran ini terobati karena perkembangan pikiran manusia terus berubah, demikian pula sikap hidup keagamaan pun berubah. Dari cara berpikir eksklusifisme, inklusifisme, pluralisme, kini memasuki babakan baru yaitu moderasi beragama.

Sebuah kebahagian tersendiri bagi seluruh masyarakat Indonesia bahwa kehidupan umat beragama mulai terurai dengan baik lebih khusus di NTT. Seperti yang dikatakan Bapak Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT Drs Sarman Marselinus bahwa NTT merupakan provinsi terukun nomor dua di Indonesia untuk di tahun 2019. Selain itu indikator lainnya sejak tahun ini kementerian Agama memberikan ruang bagi semua umat beragama yang memiliki keahlian dibidangnya menjadi guru di sekolah – sekolah berciri khas agama lebih tepat di Madrasah dengan status sebagai PNS. Kondisi ini memberikan gambaran bahwa kerukunan umat beragama sudah memberikan angin segar yang baik. Inilah salah satu gambaran kuat bahwa Allah turut menyertai umat Kristen dan semua umat yang ada di NTT dan Indonesia pada umumnya untuk menjalani hidup yang penuh damai sejahtera.

Kehidupan keberagamaan di Indonesia sudah semakin terbuka untuk menerima perbedaan sebagai kekayaan. walau masih ada isu – isu kurang sehat. Gambaran bahwa Allah pasti menyertai seluruh umat manusia di NTT dan di Indonesia pada umumnya, dalam konteks ini benar seperti pernyataan Andre Gide seorang novelis dari Prancis yang hidup pada tahun 1869 – 1951 bahwa “tidak ada yang lebih sulit untuk dipahami, selain memikirkan bagaimana orang tidak percaya akan Tuhan.”Atau dengan kata lain Andre Gide merasa yakin bahwa semua umat manusia setuju bahwa Allah pasti menyertai umat manusia menjalani hidup di tahun 2020 dan merasa heran kalau masih ada yang kurang yakin akan hal ini. inilah sebuah articulus fidei yang alfa dan omega.

 

  1. Allah menyertai kita melalui pemerintahan

Semua pemerintah yang pernah memimpin pemerintahan memiliki kelebihan sekaligus kelemahan. Dua sisi ini harus dinilai seimbang. Karena para pekerja di pemerintah adalah manusia yang terbatas sehingga cenderung jatuh dalam dosa. Penilaian yang seimbang ini bertitik tolak dari kondisi dimana ia memimpin. Sehingga tidak adil jika menilai kepemimpinan pemerintahan pada masa tersebut menggunakan cara pikir masa kini. Oleh karena itu articulus fidei berikutnya Allah menyertai seluruh umat manusia menjalani tahun 2020 nanti melalui pemerintah sekarang. Karena tujuan manusia bermasyarakat adalah agar miliknya terjaga ini hak suci yang tak bisa dialihkan atau dirampas atas nama hukum atau demi kebaikan keseluruhan sekalipun,” demikian tulisan Charles Pratt earl Pertama dari Camderm (1714-1794) Lord dan Kanselir Inggris.

Penyertaan Allah dalam konteks ini adalah bagian dari pemeliharaan Allah sebagai providentia Dei. Providentia Dei dipahami sebagai pemeliharaan Allah terhadap semua ciptaan. Karena providentia Dei mencakup conservatio (memelihara), concurus atau menemani dan memimpin gubernatio. Allah memelihara umat manusia melalui siklus kehidupan, menemani manusia melalui sesama manusia sebagai citra Allah (imitatio Dei) baik yang beragama Kristen maupun yang beragama lain, dan memberikan pemimpin yang adil dan bijaksana. (*)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!