Kasus Jiwasraya Tak Berdampak Sistemik – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Kasus Jiwasraya Tak Berdampak Sistemik

JAKARTA, TIMEX– Kemelut gagal bayar hingga indikasi korupsi yang kini mendera PT Asuransi Jiwasraya (Persero) turut memunculkan pertanyaan terkait dampak pada industry keuangan. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menuturkan, persoalan Jiwasraya tak berdampak secara sistemik.

“Tidak berdampak sistemik, meski jumlah kerugian pada kasus Jiwasraya lebih besar dibandingkan kasus Bank Century beberapa tahun lalu, tapi tidak berdampak sistemik karena bukan sektor perbankan,” ujarnya kepada Jawa Pos, kemarin.

Namun, menurut Bhima, ada krisis kepercayaan yang timbul dari masyarakat maupun pelaku usaha pada bisnis asuransi maupun perusahaan BUMN. Dengan kondisi itu, dikhawatirkan akan membawa dampak pada perusahaan BUMN maupun anak usahanya.

Jika dilihat dari sisi makro ekonomi pun, belum ada dampak signifikan yang ditimbulkan. Sebab, jika membandingkan antara kinerja bisnis asuransi dengan bisnis sektor perbankan yang mencatat jumlah kredit yang amat besar, maka kasus yang dihadapi Jiwasraya juga belum memberikan dampak makro ekonomi.

Ke depan, pemerintah bisa melakukan beberapa langkah agar kepercayaan publik pada bisnis asuransi dan BUMN bisa kembali lagi. “Kasus hukumnya harus segera diproses, lebih cepat lebih baik. Kalau ada penetapan tersangka untuk korupsi maka harus prioritas utama,” imbuhnya.
Selain itu, pengembalian dana nasabah yang menjadi korban juga didorong agar sesegera mungkin terealisasi. Di samping itu, pemerintah juga harus memberikan kepastian bagi para pelaku usaha baik di dalam dan luar negeri melalui transparansi skema penyelamatan Jiwasraya yang akan ditempuh.

Bhima memandang, hal itu harus segera dilakukan. Mengingat, tak hanya nasabah domestik saja yang menjadi korban gagal bayar Jiwasraya, namun juga warga negara asing (WNA) yang menjadi korban. Seperti diketahui, setidaknya terdapat 474 warga Korea Selatan yang dananya terancam tidak bisa dicairkan di Jiwasraya. Secara keseluruhan, total dana dari 474 warga Korea Selatan tersebut mencapai Rp 572 miliar melalui KEB Hana Bank.

“Skema (penyelamatan dan pencairan dana) harus segera diumumkan, kapan tenggat waktunya, sehingga ada kepastian untuk para nasabah baik WNI atau WNA,” tegasnya.
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar mengakui, kasus gagal bayar yang melanda dua perusahaan asuransi besar yakni Jiwasraya dan sebelumnya Bumiputera, cukup memberikan dampak setidaknya dari sisi kepercayaan nasabah. Sebab, industry keuangan, termasuk asuransi cukup sensitif bagi masyarakat.

“Tingkat kepercayaan masyarakat ditentukan oleh pelayanan yang diberikan perusahaan. Kedua perusahaan ini (Bumiputera dan Jiwasraya) memang sampai ke pelayanan proses klaim nasabahnya,”katanya kepada koran ini, kemarin.

Namun, Dody menuturkan, para stakeholder sudah mulai melakukan aksi untuk meyakinkan masyarakat bahwa hak pemegang polis tetap akan diselesaikan. Setidaknya statement untuk menenangkan nasabah dan jaminan penyelesaian hak nasabah diperlukan supaya dampaknya tidak sampai melebar kemana-mana. Disisi lain, korporasi diminta secepatnya melakukan langkah-langkah cepat dan transparan. Karena, para nasabah polis asuransi pun mulai khawatir karena adanya kasus dua perusahaan ini.

“Memang ada yang menanyakan proses penyelesaian klaim atas hak pemegang polis. Untuk itu langkah-langkah taktis perusahaan perlu dilakukan untuk menenangkan dan meyakinkan mereka,” tuturnya.

Belajar dari kedua perusahaan asuransi tersebut, Dody mengungkapkan, asosiasi perusahaan asuransi harus memberikan literasi kepada masyarakat bahwa haknya akan terpenuhi. Namun, sekaligus memberikan pengertian bahwa perusahaan sedang dalam upaya menyelesaikan masalah untuk memenuhi hak pemegang polis. “Pemerintah harusnya menjadikan kasus-kasus ini sebagai pelajaran agar tidak terulang kembali, sekaligus mereview proses pengawasan,”imbuhnya.(dee/ken/jpg/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!