Kasus Keracunan di TTS jadi Bahan Evaluasi – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Kasus Keracunan di TTS jadi Bahan Evaluasi

SOE, TIMEX-Kasus keracunan menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten TTS. Pasalnya sepanjang tahun 2019, lebih dari 10 kasus keracunan terjadi di wilayah itu. Bahkan merenggut korban jiwa.

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun saat kepada koran ini, Kamis (26/12) mengatakan, kasus keracunan yang marak terjadi di Kabupaten TTS menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemda TTS. Dia mengatakan, akan dilakukan tindakan antisipasi agar ke depan kasus keracunan, baik itu keracunan makanan dan ikan yang menelan korban jiwa tidak lagi kembali terjadi di Kabupaten TTS.

Diakui Epy, sapaan orang nomor satu di Kabupaten TTS itu, bahwa kasus keracunan yang terjadi akibat ketidaktahuan masyarakat. Akibatnya, makanan yang kedaluwarsa dibeli dan dikonsumsi dan pada akhirnya mengalami keracunan. Bagitupun masyarakat yang keracunan akibat mengkonsumsi ikan. Hal itu tentu terjadi juga akibat minimnya pengetahuan masyarakat terkait jenis-jenis ikan yang mengandung racun mematikan dan tidak layak dikonsumsi manusia.

Namun, karena masyarakat tidak mengetahui jenis ikan yang tidak layak dikonsumsi karena mengansung racun, sehingga menurut Epy, mereka tetap mengkonsumsi dan pada akhirnya mengalami keracunan. Oleh karena itu, kejadian-kejadian keracunan di TTS yang terjadi selama ini akan dievaluasi untuk dirumuskan langkah-langkah penanggunalangan ke depan. “Tentu kami akan evaluasi kasus-kasus keracunan yang terjadi selama ini untuk dirumuskan langkah penanganan,” tegas Epy.

Meski medote penanganan baru akan diterapkan setelah dilakukan evauasi bersama dinas terkait dan juga seluruh stakeholder, namun beberapa langka antisipasi yang telah dilakukan seperti operasi pasar bersama pihak kepolisian akan terus atau rutin dilakukan. Tindakan itu dilakukan dengan tujuan guna menertibkan produk-produk makanan yang telah kedaluwarsa, namun masih bebas beredar di pasaran.

Hal itu juga terjadi akibat minimnya pemahaman masyarakat terhadap produk makanan yang kedaluwarsa. Untuk itu, dengan dilakukannya operasi rutin pengamanan bahan makanan di pasaran, diharapkan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat cara mengetahui produk makanan yang dinyatakan telah kedaluwarsa. “Jadi operasi pasar untuk mengamankan makanan kedaluwarsa akan rutin dilakukan. Melalui operasi pasar itu, juga diharapkan masyarakat tahu tentang bagaimana cara mengetahui makan yang telah kedaluwarsa,” ungkap Epy.

Salah satu perhatian Pemda TTS ke depan juga adalah air bersih. Hal itu juga menjadi perhatian Pemda TTS ke depan, karena minimnya ketersediaan air bersih cukup berdampak pada kesehatan masyarakat. Dengan demikian, kekurangan air dapat berkontribusi terhasap kasus keracunan. Oleh karena itu, Pemda TTS akan menginstruksikan kepada seluruh kepala desa yang ada di TTS guna memanfaatkan dana desa yang ada untuk mengadakan air bersih bagi warga.

Pengadaan air bersih dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan teknologi untuk mengalirkan air dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi. Pasalnya topografi di Kabupaten TTS berbukit-bukit dan pada umumnya permukiman warga berada di pegunungan, sementara sumber air di tempat yang lebih rendah. Atau cara lain yang bisa juga dilakukan adalah dengan cara menyediakan fiber untuk menampung air.

“Bagi desa yang menyediakan fiber, bisa dimanfaatkan pada musim kemarau untuk pemenuhan kebutuhan air bersih dan pada musim hujan dimanfaatkan untuk bercocok tanam holtikultura, guna pemenuhan gizi keluarga. Kami juga akan libatkan tokoh-tokoh agama untuk sosialisasi makanan kedaluwarsa dan ikan beracun. Ke depan, kami juga himbau kepada para kepala desa dan para camat, untuk memberitahukan kepada masyarakat yang hendak menggelar pesta, libatkan tenaga kesehatan yang ada di desa atau kecamatan, untuk mengecek lebih dulu makanan yang akan diolah untuk dikonsumsi saat pesta,” terang Epy.

Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau mengatakan banyak persoalan yang masih membutuhkan perhatian Pemda TTS. Namun, salah satu kasus yang cukup menyita perhatian publik pada tahun 2019 ini adalah kasus keracunan. Karena itu, ke depan kasus keracunan patut menjadi preoritas penanganan oleh Pemda TTS. DPRD TTS pada prinsipnya akan mendukung Pemda TTS dalam upaya penanganan kasus keracunan. Oleh sebab itu, Pemda TTS dapat merancang program kegiatan yang bertujuan untuk mengatasi persoalan keracunan. “Memang penanganan kasus keracunan harus penjadi fokus prioritas bagi Pemda TTS, agar di tahun-tahun mendatang tidak ada lagi kasus keracunan terjadi,” tegas Marcu.

Pihaknya juga mendukung Pemda TTS dan pihak berwajib untuk terus melakukan operasi pasar guna mengatasi peredaran makanan kedaluwarsa yang beredar di pasaran. Pasalnya, dari fakta yang ditemukan di pasar-pasar di Kabupaten TTS, masih terdapat produk-produk makan yang telah kedaluwarsa sejak tahun 2017 namun masih beredar bebas di pasaran.

Hal ini tentu terjadi akibat minimnya pengawasan peredaran produk makan dari pemerintah, ketidakjelian pedagang dan juga ketidaktahun masyarakat terkait produk makanan kedaluwarsa. Oleh sebab itu, selain operasi pasar juga patut dilakukan sosialisasi guna meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait cara mengetahui produk kedaluwarsa.

“Untuk sosialisasi, selain dilakukan Pemda TTS juga bisa bekerja dengan pihak lain seperti organisasi-organisasi kemasyarakatan untuk lakukan sosialisasi makanan kedaluwarsa atau ikan yang beracun sehingga tidak dikonsumsi masyarakat,” ujar Marcu.

Kapolres TTS, AKBP Aryasandy mengatakan sebagai bentuk dukungan pihak kepolisian Polres TTS dalam upaya penanganan kasus keracunan di TTS, maka sejak beberapa waktu lalu pihaknya bersama dinas terkait secara intensif telah melakukan operasi pasar. Operasi pasar juga menjadi agenda pihak kepolisian dalam melaksanakan operasi Pekat yang telah dilakukan beberapa waktu lalu dan dilanjutkan pada operasi lilin yang tengah dilangsungkan saat ini. “Kami akan terus mendukung Pemda TTS dalam penganan kasus keracunan,” tegas Aryasandy. (yop/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!