Penduduk Miskin Ende Berkurang – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Penduduk Miskin Ende Berkurang

ENDE, TIMEX – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Cabang Ende, Paulus Puru Bebe mengatakan, tahun 2019 jumlah penduduk miskin di Kabupaten Ende berkurang. Berkurangnya penduduk miskin sekitar 2.560.

Paulus mengatakan, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 2.560 orang atau berkurang sebesar 1,02 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurut dia, penurunan kemiskinan merupakan yang terbaik diantara seluruh kabupaten di Provinsi NTT.

Dia menjelaskan, untuk indeks kedalaman kemiskinan di Kabupaten Ende turun sebesar 1,25 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini sebut dia, menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin meningkat. Selain itu lanjut Paulus, untuk indeks keparahan kemiskinan di Kabupaten Ende juga mengalami penurunan sebesar 0,57 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

“Artinya, ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin semakin berkurang,” ujar dia dihadapan wartawan di restoran Cita Rasa yang juga dihadiri Bupati Ende, Djafar Achmad, Jumat (20/12)lalu.

Dikatakan, untuk garis kemiskinan di Kabupaten Ende tahun 2019 sebesar Rp 363.508 naik sebesar Rp 4.522 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Terpisah, Kepala Seksi Statistik BPS Kabupaten Ende, John Marino mengatakan, untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Kemiskinan disini dilihat sebagai ketidakmampuan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makan yang diukur dari sisi pengeluaran.

“Jadi penduduk miskin adalah yang rata-rata pengeluaran perkapita perbulan di bawah garis kemiskinan,” ujar dia.

Disebutkan, data yang digunakan berdasarkan hasil survei sosial ekonomi di Kabupaten Ende dengan sampel 53 blok sensus dan dipilih 530 rumah tangga dengan jumlah 10 rumah tangga untuk setiap blok sensus.

“Kita pilih 10 rumah tangga dengan mempertimbangkan tingkat pendidikan kepala rumah tangga sehingga kesepuluh rumah tangga dari setiap blok memiliki tingkat pendidikan berbeda,” ujar John.

Dikatakan, terkait dengan garis kemiskinan, konsepnya merupakan penjumlahan dari garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan non makanan (GKNM). Di mana, yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan di bawah garis kemiskinan sebagai penduduk. Sementara untuk indeks kedalaman kemiskinan lanjut dia, konsepnya adalah merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.

“Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dengan garis kemiskinan,” jelasnya.

Untuk diketahui, angka kemiskinan Kabupaten Ende untuk tahun 2019 di mana jumlah penduduk miskin (dalam 000) sebanyak 66.01 pada tahun 2018 dan tahun 2019 sebesar 63.45. Sementara untuk persentase penduduk miskin tahun 2018 adalah 24.20 dan tahun 2019 sebesar 23.18. Untuk indeks kedalaman kemiskinan pada tahun 2018 sebesar 5.47 dan tahun 2019 sebanyak 4.22.

Selain itu, indeks keparahan kemiskinan tahun 2018 sebanyak 1.68 dan tahun 2019 sebanyak 1.11. Untuk garis kemiskinan tahun 2018 sebanyak 358.986 dan pada tahun 2019 sebanyak 363.508. (kr7/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!