Rusak Pagar, Charles Pitoby jadi Tersangka – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Rusak Pagar, Charles Pitoby jadi Tersangka

KUPANG, TIMEX- Polda NTT melalui Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) menetapkan Charles Pitoby sebagai tersangka kasus dugaan pengrusakan pagar milik keluarga Anggrek di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Charles Pitoby ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan proses penyidikan dan menerima laporan dari keluarga Anggrek dengan laporan polisi Nomor: LP/B/339/IX/RES.1.10/2019/SPKT tertanggal 23 September 2019.

Penetapan tersangka untuk Charles Pitoby oleh Ditreskrimum Polda NTT ini dibenarkan Kabid Humas Polda NTT, AKBP Johannes Bangun, saat dikonfirmasi Timor Express, Jumat (18/12). Dikatakan Jo Bangun sapaan akrab Kabid Humas Polda NTT, setelah pihaknya menerima laporan polisi dari pelapor. Pihaknya melalui penyidik langsung memanggil para saksi dari kedua belah pihak yakni terlapor dan pelapor dan sudah diperiksa.

Dari hasil pemeriksaan penyidik dan gelar perkara, Ditreskrimum menetapkan terlapor Charles Pitoby sebagai tersangka pada 11 Desember dan telah dilakukan pemanggilan untuk diperiksa sebagai tersangka pada tanggal 17 Desember 2019. “Penyidik sudah layangkan surat pemanggilan kepada yang bersangkutan untuk diperiksa sebagai tersangka namun yang bersangkutan belum bisa memenuhi panggilan penyidik dan minta untuk pemeriksaan dirinya ditunda,” ujar Kabid Humas Polda NTT.

Terhadap terlapor yang kini ditetapkan sebagai tersangka tersebut jika tidak hadir maka akan dilkukan pemanggilan kedua. “Kalau tidak penuhi panggilan maka akan dipanggil lagi. Tapi tersangka pasti ada itikat baik untuk menghadap namun masih berhalangan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kasus tersebut berawal pada tanggal 6-13 September 2019 dimana tersangka melakukan penebangan pohon dan pengrusakan pagar pada lahan seluas 2.962 meter pesegi di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Dari informasi yang dihimpun dari salah satu anggota keluarga Anggrek yang tidak ingin namanya dikorankan mengaku sejak kejadian pengrusakan terhadap pagar dan tanah milik keluarga Anggrek, keluarga Anggrek langsung buat surat somasi kepada Charles Pitoby untuk memperbaiki pagar yang sudah dirusak namun yang bersangkutan tidak ada itikat baik untuk memperbaikinya.

Somasi tersebut diabaikan sehingga keluarga Anggrek melaporkan ke Polda NTT. Dikatakan, pengrusakan tersebut dilakukan dengan alasan tanah tersebut milik tersangka dan masuk dalam objek perkara yang dibeli tersangka sejak tahun 1993. “Dia selama ini berupaya secara hukum untuk menguasai tanah tersebut namun tidak berhasil. Tanah kami itu berbatasan dengan tanah sengketa bukan masuk dalam objek sengketa,” jelas sumber Timor Express ini.

Ditambahkan juga, tanah sengketa yang dibeli tersangka di sebelah barat berbatasan langsung dengan tanah keluarga Anggrek, dimana sertifikat Hak Milik Nomor 379 tahun 1989 tertulis jelas berbatasan dengan tanah sengketa antara Urbanus Lain melawan Teofilus Lalus. “Anehnya selama ini tersangka sudah beberapa kali berupaya secara hukum melalui pengadilan untuk minta tanah kami dieksekusi dan laporan ke Polda bahwa kami menyerobot tanahnya, namun pada saat turun ke lokasi pihak Badan Pertanahan (BPN) Kota Kupang menyatakan bahwa tanah kami tidak masuk dalam obyek tanah yang berperkara. Dimana tanah kami bukan dibeli dari pihak yang berperkara dan juga telah bersertifikat pada tahun 1989 sebelum perkara pada tahun1992,” jelasnya.

“Upaya tersangka melalui jalur hukum untuk menguasai tanah keluarga Anggrek tidak berhasil, maka tersangka bertindak melawan hukum dengan cara masuk dan melakukan pengrusakan dengan menebang pohon, mendroping material dan membongkar pagar serta menggali tanah kami untuk dibuatkan pagar tembok,” paparnya dengan nada kesal.

Lanjutnya diatas tanah tersebut ada bangunan semi permanen dan ada penjaga dan penjaga telah menegur dan para tukang atau pekerja tetap bertindak bahwa mereka disuruh oleh Charles Pitoby, para tukang yang merusak dan membongkar pagar juga telah diperiksa sebagai saksi. (mg29/gat)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!