Banyak Temuan Travel Wisata Jual Paket Umrah – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Banyak Temuan Travel Wisata Jual Paket Umrah

JAKARTA, TIMEX– Menjelang tutup tahun tim satuan tugas (satgas) pengawas umrah secara maraton melakukan pengawasan di sejumlah daerah. Hasilnya ditemukan sejumlah travel wisata yang nekat menjual paket umrah.

Sesuai dengan ketentuan penyelenggaraan umrah, travel wisata atau biro perjalanan wisata (BPW) dilarang menjual paket umrah. Meskipun secara legal BPW tersebut sudah lengkap izin operasionalnya. Paket umrah hanya boleh dijual oleh penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang mengantongi izin dari Kementerian Agama (Kemenag).

Temuan BPW yang menjual paket umrah diantaranya ada di Kalimantan Selatan (Kalsel). Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim mengatakan secara berkala inspeksi ke sejumlah daerah akan terus dilakukan. Tujuan utamanya adalah pencegahan sekaligus sosialisasi.

“Kita pantau sebulan ke depan. Jika masih melanggar, kita tegakkan aturan,” katanya Rabu (1/1). Arfi mengatakan inspeksi juga dilakukan di Bandung, Jogjakarta, serta sejumlah daerah lainnya. Pada tahap ini Kemenag masih memberikan kesempatan kepada BPW atau travel wisata untuk berhenti menjual paket umrah. Tetapi jika kemudian kedapatan masih menjual paket umrah, maka akan dijatuhi sanksi pidana.

Di UU 8/2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah diatur penjatuhan sanksi kepada travel tidak berizin yang nekat menjual paket umrah. Ancaman pidananya adalah maksimal 6 tahun kurungan atau denda paling banyak Rp 6 miliar.

Arfi mengingatkan supaya masyarakat memperhatian travel atau PPIU yang dipilih untuk keberangkatan umrah. Jangan sampai tergiur harga murah, lantas berangkat melalui travel bodong. Kemenag sudah gencar sosialisasi supaya calon jamaah umrah mengecek legalitas travel, kemudian kepastian tiket pergi dan pulang, serta akomodasi selama berada di Arab Saudi.

Kepala Subdit Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus Kemenag Noer Alya Fitra ada tiga poin penting yang direncanakan satgas ke depannya. Yaitu secara resmi satgas tingkat pusat akan menurunkan surat untuk pembentukan satgas pengawasan umrah di tingkat provinsi.

“Kedua kami akan terus terjun ke lapangan untuk menetibkan PPIU,” jelas pria yang akrab disapa Nafit itu. Kemudian Nafit mengatakan satgas juga akan melakukan pengawasan di bandara pada saat ada rombongan jamaah umrah bakal berangkat atau tiba dari Arab Saudi.

Sampai saat ini Kemenag masih melakukan moratorium atau penghentian sementara penerbitan izin PPIU baru. Jumlah PPIU saat ini mencapai 1.016 unit. Sedangkan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) sebanyak 328 unit. Perjalanan ibadah umrah merupakan potensi bisnis yang besar. Dalam setahun jumlah jamaah umrah asal Indonesia mencapai satu juta jiwa lebih.(wan/jpg/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!