Ganggun Kamtibmas di NTT Turun 18 Persen – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Ganggun Kamtibmas di NTT Turun 18 Persen

RILIS AKHIR TAHUN. Wakapolda NTT Brigjen Pol. Johni Asadoma didampingi sejumlah pejabat utama Polda NTT dan Kabid Humas, AKBP. Johannes Banhun SIK saat mengelar konferensi pers akhir tahun 2019 yang digelar di Lobi Mapolda NTT, Senin (30/12).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

KUPANG, TIMEX– Trend gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) di wilayah hukum Polda NTT Tahun 2019 mengalami penurunan 18,33 persen jika dibandingkan dengan trend gangguan Kamtibmas di tahun 2018 lalu.

Data tersebut dibeberkan Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Johni Asadoma saat mengelar konferensi pers akhir tahun 2019 yang digelar di Lobi Mapolda NTT, Senin (30/12).

Dijelaskan Wakapolda NTT, penyelenggaraan kegiatan akhir tahun tersebut merupakan kegiatan rutin pada setiap akhir tahun. Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai bentuk pertanggungjawaban Polri khususnya Polda NTT kepada masyarakat dalam menyampaikan informasi publik yang berkaitan dengan situasi dan kondisi Kamtibmas terkini serta evaluasi implementasi kegiatan selama satu tahun ini yang menjadi atensi publik.

Berdasarkan data yang masuk, tegasnya, gangguan Kamtibmas tahun 2018 berjumlah 8.657 kasus dan tahun 2019 berjumlah 7.070 kasus. “Jadi, tren penurunan sebesar 1.587 kasus atau 18,33 persen. Berdasarkan jumlah gangguan Kamtibmas itu, penyelesaian kasus tahun 2018 berjumlah 4.945 kasus dan tahun 2019 berjumlah 4.014 kasus. Khusus untuk tahun 2019, tren penurunan sebesar 931 kasus atau 18,82 persen.

Sesuai dengan rincian gangguan Kamtibmas selama tahun 2018 yakni kejahatan konvensional sebanyak 8.420 kejahatan, kejahatan trans nasional sebanyak 42 kejahatan, kejahatan terhadap kekayaan negara sebanyak 44 kejahatan, kejahatan berimplikasi kontijensi sebanyak 10 kejahatan gangguan 141 kejahatan.

Sedangkan pada tahun 2019, kejahatan konvensional sebanyak 6.835 kejahatan, kejahatan trans nasional sebanyak 27 kejahatan, kejahatan terhadap kekayaan negara sebanyak 62 kejahatan, kejahatan berimplikasi kontijensi sebanyak empat kejahatan dan gangguan sebanyak 142 kejahatan.

Dari masing-masing kejahatan pada tahun 2018 dan Tahun 2019 ini yakni kejahatan konvensional turun menjadi 1.585 kejahatan atau 18, 82 persen, kejahatan trans nasional turun menjadi 15 kejahatan atau 35,71 persen, kejahatan terhadap kekayaan negara naik menjadi 18 kejahatan atau 40, 90 persen, sedangkan kejahatan kontijensi turut naik menjadi 6 kejahatan dari tahun sebelumnya atau 60 persendan gangguan naik 1 Kejahatan atau 0,70 persen.

Jhoni menyebut dari trend gangguan tersebut pihaknya telah menyelesaikan sebanyak 4.945 kasus pada tahun 2018 dan jumlah kasus yang diselesaikan di tahun 2019 mencapai 4.014 kasus. “Dibandingkan dengan tahun lalu, maka tingkat penyelesaian kasus mengalami penurunan sebanyak 931 kasus atau 18,82 persen,” katanya.

Jhoni juga mengucapkan terima kasih kepada semua komponen masyarakat atas kerjasamanya dengan Polri khususnya Polda NTT sehingga dapat menangani secara preventif tingkat kejahatan di wilayah hukum Polda NNT.

Lanjut Wakapolda, diakhir tahun 2019 kasus yang menonjol diantaranya, dua kasus narkoba yang telah P21 (lengkap) dengan barang bukti sebanyak 4.874 butir MDMA jenis ekstasi dengan tersangka Jose Soares Pereira dan tersangka Angela.

Sementara tersangka Yohanes Rohan Martint juga telah dinyatakan P21 dengan barang bukti berupa gram putau/heroin sebanyak 21.557 gram, shabu 10,7078 gram, dan ganja sebanyak 2.2848 gram.

Selain itu, kasus bahan peledak (Handak) yang ditangani oleh Ditnarkoba Polda NTT yaitu satu kasus yang telah P21 dengan tersangka berinisial SY dimana tersangka memiliki, menguasai dan membawa bahan peledak (detonator). SY melalukan penjualan detonator sebagai bahan dasar pembuatan bom ikan. Barang bukti dua dos berisi detonator dan uang tunai sebesar Rp 1 juta serta satu unit handphone (HP).

Sementara kasus menonjol lainnya pada tahun 2019 yakni kasus trafiking yang mana para pelaku memalsukan identitas dari enam orang korban CTKI yang direkrut oleh PT.Bukit Mayak Sari yang penanganannya juga sudah P21.

Wakapolda juga mengharapkan kepada seluruh elemen masyatakat untuk ikut bertisipasi menciptakan kamtibmas di wilayah NTT demi terciptanya siatuasi aman dam damai.

“Harapan kami adalah publik terus ikut serta berpartisipasi aktif dalam melihara keamanan dan ketertiban masyarakat demi terciptanya situasi yang aman dan damai. Semoga Tuhan Yang Maglha Esa senantiasa memberikan berkat-Nya kepada kita sekalian dalam melanjutkan tugas dan pengabdian kita kepada masyatakat, bangsa dan egara tercinta ini,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut Wakapolda NTT Brigjen Pol. Johni Asadoma didampingi Irwasda Polda NTT, Dirlantas Polda NTT, Dirreskrimum Polda NTT dan Kabidhumas Polda NTT AKBP. Johannes Banhun, SIK serta para pejabat utama Polda NTT lainnya. (mg29/gat)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!