Kaleideskop Olahraga NTT Tahun 2019 – Timor Express

Timor Express

OPINI

Kaleideskop Olahraga NTT Tahun 2019

Oleh: Johni Lumba

Dosen Olahraga PJKR FKIP UKAW Kupang

 

Sejarah perjalanan olahraga provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama 365 hari atau sepanjang tahun 2019, telah memberikan bukti adanya perubahan yang  signifikan dengan visi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL). Tagline NTT Bangkit, berdampak pula dalam dunia olahraga prestasi. Tanpa kehilangan momentum kekuatan untuk sebuah restorasi, dalam rangka mengangkat harkat dan martabat daerah ini dan disejajarkan dengan wilayah lainnya di bumi Nusantara, putra – putri NTT terus diperhitungkan di kancah regional, nasional dan international. Peran Pemerintah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) provinsi NTT/ Kabupaten/Kota, KONI provinsi/Kabupaten/Kota yang membawahi induk-induk cabang olahraga, dukungan dari KONI Pusat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, semakin memberikan kekuatan motivasi bagi pelaku olahraga untuk terus meraih prestasi.

Sejak bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2019, Induk cabang olahraga prestasi di provinsi NTT terus memberikan tanda-tanda kebangkitan. Sejumlah prestasi diraih oleh para atlet dari seluruh penjuru di bumi Flobamorata. Kontribusi atlet dan pelatih dari setiap KONI Kabupaten/Kota menjadi power tersendiri bagi kebangkitan olahraga di provinsi NTT. Induk cabang olahraga melalui tahapan pembinaan mulai dari proses talent scouting, pemassalan, pembibitan sampai pada pola pembinaan dengan melibatkan penerapan iptek keolahragaan telah membudaya. Kualitas sumber daya manusia berupa wasit, pelatih, akademisi, konsultan yang profesional di bidang olahraga kian hari kian bertambah dan menambah terbentuk fondasi pembinaan yang berkualitas ilmiah.

Pemerintah melalui Dispora NTT telah mendesain sebuah konsep pola pembinaan olahraga prestasi yang sistematis, berjanjang dan berkelanjutan. Sentra pembinaan tersebut adalah Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP), Pusat Pembinaan Latihan Mahasiswa Daerah (PPLMD) dan Pusat Pembinaan Latihan Daerah (PPLD). Ketiga sentra pembinaan ini ditampung di asrama khusus pembinaan atlet berprestasi. Sentra pembinaan PPLP semua pembiayaan di tanggung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI sedangkan PPLMD dan PPLD oleh Daerah penyelenggara. Kehadiran Dispora NTT yang menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah daerah berkaitan dengan pemuda dan olahraga, telah memiliki grand design Olahraga prestasi menuju NTT bangkit, NTT emas dan NTT sejahtera melalui pemu maju dan prestasi Emas. Tidak tanggung-tanggung Kadispora NTT Dra. Hildagardis Bria Seran merancang konsep yang berjenjang dan berkelanjutan dengan penyiapan sumber daya atlet, Pelatih, wasit dan juga kompetisi atau perlombaan yang berjenjang dan bekelanjutan di setiap jenjang pembinaan. Bahkan dari tiga sentra pembinaan yang dilakukan dengan empat cabang olahraga di PPLP, dan 5 cabang olahraga di PPLMD dan PPLD telah menunjukkan perkembangan yang sangat luar biasa. Sekitar 26 orang atlet dari cabang olahraga: Atletik, Tinju, Pencak Silat, Tae Kwon Do, Kempo dan Karate telah memberikan kontribusi bagi NTT melalui pra PON XX menuju PON 2020 di Papua.

Dr. Ir. Andre W. Koreh, MT selaku Ketua Umum KONI provinsi NTT yang membidangi cabang – cabang olahraga prestasi, dengan konsep memetakan cabang olahraga super prioritas, prioritas, ditingkatkan dan dikembangkan telah memberikan banyak bukti tentang kebangkitan olahraga NTT. Semula provinsi NTT hanya dikenal dengan atlet-atlet yang berkecimpung di cabang olahraga beladiri, namun kian hari cabang olahraga permainan yang sifatnya beregu telah mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Pada saat pelaksanaan Pra PON, cabang – cabang olahraga super prioritas seperti: atletik, tinju, kempo, pencak silat telah mendominasi tiket menuju PON XX tahun 2020 di Papua. Tetapi cabang olahraga permainan atau team juga tidak kalah bersaing, Cricket merebut tiket pertama cabang olahraga beregu menuju PON Papua, setelah itu diikuti oleh cabang olahraga sepakbola yang menunggu 30 tahun yang lalu.  Untuk tahapan Pra PON yang sudah berakhir NTT telah meloloskan cabang-cabang olahraga seperti: Atletik, Tinju, Kempo, Pencak Silat, Tarung Derajat, Tae Kwon Do, Wushu, Cricket, Sepakbola. Jika kita menoleh ke PON XIX tahun 2016 di Bandung – Jawa Barat, NTT berada di urutan 18 dengan memperoleh, 7 medali emas hanya dari cabang olahraga Kempo semata, sedangkan atletik, tinju, tae kwon do, tarung derajat, cricket hanya menyumbangkan medali perak dan perunggu. Mungkinkah pada PON 2020 NTT mampu menyumbang medali emas dari semua cabang yang telah lolos pra kualifikasi PON atau tidak? Semuanya tergantung bagaimana konsep dan pola design program latihan menuju ajang pesta terbesar olahraga di Indonesia yang dilaksanakan empat tahunan tersebut.

Kebangkitan olahraga NTT juga ditunjukkan dengan kehadiran Pusat pelatihan Nasional (Pelatnas)  Tinju SEA GAMES INDONESIA. Ketua Umum PP Pertina Indonesia, Jenderal Polisi Drs. Johni Asadoma, SH, M.Hum selaku Waka Polda NTT, turut memberikan andil bagi Pertina NTT. Pelatnas yang dilaksanakan di Kupang sejak bulan Maret sampai dengan November 2019 memberikan warna tersendiri bagi Pertina NTT. The power of motivation dari Pengurus, pelatih dan atlet tinju NTT akhirnya 10 petinju NTT mampu meloloskan diri menuju PON XX.

Pada tahun 2019 ada 10 Cabang olahraga yang meloloskan atletnya ke PON XX tahun 2020 di Papua. Dari ke 10 cabang olahraga tersebut terdapat olahraga beladiri, dan juga permainan. Adapun cabang olahraga yang lolos PON 2020 adalah sebagai berikut: Kempo 25 atlet, Tinju 10 atlet, Atletik 5 atlet, Pencak Silat 6 atlet, Tarung Derajat 2 atlet, Tea Kwon Do 1 atlet, Sepakbola 20 atlet, Wushu 2 atlet, Cricket 14 atlet, Gateball 3 atlet dengan total 88 atlet.

Setiap pestasi para atlet, pelatih dan wasit asal NTT yang memperoleh prestasi selalu dihargai, baik oleh Pemerintah, Dispora, KONI dan juga cabang olahraga serta daerah asal. Hal ini membuktikan bahwa olahraga telah menjadi sebuah aktivitas yang masuk dalam pekerjaan professional. Untuk itulah, tidak mengherankan jika para pemuda lebih banyak menghabiskan waktunya sesuai dengan bakat yang dimiliki. Proses latihan yang berjenjang dan berkelanjutkan sesuai dengan tahapan berlatih (multilateral, belajar untuk berlatih, berlatih untuk berlatih, berlatih untuk kompetisi dan berlatih untuk juara), itulah sistematika latihan yang benar sesuai dengan tuntutan sport science.

Komitmen VBL agar NTT menjadi tuan rumah PON tahun 2028 telah menjadi konsentrasi pemikiran para Bupati dan Walikota dari 22 Kabupaten/Kota. Bagaimana caranya melakukan grand design berupa fasilitas sarana dan prasarana olahraga yang seharusnya dipersiapkan sejak tahun 2020 menuju 2028. Mengapa? Karena delapan tahun ke depan adalah waktu yang singkat dalam mempersiapkan Sumber daya manusia, fasilitas olahraga, wasit, pelatih, induk organisasi untuk dapat terlibat sebagai tuan rumah PON. Sebab sebagai tuan rumah tentunya akan lolos secara otomatis tanpa mengikuti ajang pra kualifikasi PON. Untuk itu jika ingin menjadi tuan rumah PON 2028 maka, perencanaan berkaitan dengan penyiapan program latihan, fasilitas olahraga yang berstandar nasional dan international harus menjadi prioritas utama, sebab provinsi NTT adalah daerah perbatasan dengan Negara Timor Leste dan Benua Australia, sehingga fasilitas olahraga harus sudah bertaraf international. (*)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!