Polres Manggarai Pulbaket Proyek Pagar Pasar Borong – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Polres Manggarai Pulbaket Proyek Pagar Pasar Borong

BERHENTI. Proyek pagar batas di pasar Borong yang dihentikan pekerjaannya.

FANSI RUNGGAT/TIMEX

BORONG, TIMEX – Satreskrim Polres Manggarai melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) pada proyek pembangunan pagar batas luar tanah pasar Borong. Pekerjaan proyek senilai Rp 200 juta itu dihentikan.

Kasat Reskrim Polres Manggarai, AKP Wira Satria Yudha kepada Timor Express melalui sambungan telepon, Selasa (31/12) menjelaskan, pihaknya telah memanggil sejumlah pihak terkait dengan proyek pagar untuk memberi keterangan. Pulbaket belum sampai ke arah tindak korupsi, karena proyeknya sedang berjalan.

“Saat ini kita masih pulbaket. Bukan karena ada indikasi korupsi disana, karena proyeknya sementara kerja.  Tapi disini kita masih cari tahu dalam proses perencanaan awal dari proyek itu. Karena proyek yang dilaksanakan itu dipersoalkan oleh warga sekitar,” ujarnya.

Lanjut dia, yang ditelusuri dalam proses perencanaan proyek pagar, salah satunya soal ganti rugi warga atau adanya pencaplokan tanah milik warga. Juga hal alasan tetap proyek dibangun, sementara warga mempersoalkan. Antara perencanaan dan pelaksanaan proyek di lapangan juga akan dicek.

“Kita lakukan pulbaket atas dasar adanya informasi dari berbagai sumber. Juga ada laporan warga. Sehingga ini menjadi kewajiban kami dalam memberikan pelayanan hukum kalau ada laporan pengaduan,” bilangnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Matim, Fransiskus P Sinta kepada Timor Express, Selasa (31/12) mengatakan, untuk sementara proyek pagar di pasar Borong Kelurahan Rana Loba dihentikan. Hal itu karena dipersoalkan oleh warga sekitar. Namun kata dia, proyek tersebut tetap dilanjut tahun depan.

“Nanti kita laporkan ke bupati. Kalau memang bangun pagar itu dilanjut, maka kita lanjut. Tapi kalau tidak, mungkin ada solusi lain. Karena tujuan kita bangun itu mau amankan aset pasar Borong. Kita juga bangun ini pagar diatas tanah pasar. Jarak dengan batas tanah milik warga masih satu meter,” katanya.

Terkait pekerjaan proyek pagar dihentikan, kata Fransiskus, pihaknya melalui PPK hanya membayar ke rekanan atau kontraktor pelaksana sesuai kemajuan fisik di lapangan. Terkait keuangan, ada sekira Rp 25 juta yang dibayar ke kontraktor. Proyek pagar itu nilai kontraknya sebesar Rp 200 juta dan dikerjakan oleh kontraktor PT Gramedia Konstruksi.

Sementara perencananya, CV Barometer NTT dengan pengawas CV Acidatama Perkasa. Sesuai kontrak, proyek itu dikerjakan selama 150 hari kerja. Tapi terpaksa dihentikan, karena terus dipersolakan oleh warga. Terkait polisi tengah melakukan pulbaket, hal itu dirinya membenarkan. Kata dia, panitia proyek sudah dipanggil oleh polisi.

“Saya sudah diberitahu oleh panitia atau PPK kalau mereka sudah dipanggil oleh polisi. Termasuk perencananya. Kalau soal korupsi, saya sendiri binggung di mana korupsinya. Karena proyeknya sementara berjalan. Tapi sekarang kami sudah perintahkan kontraktor untuk hentikan pekerjaanya. Untuk keuangan, kami bayar hitung sesuai kemajuan fisik di lapangan,” bilangnya.

Pantauan Timor Express, Senin (30/12) petang, tidak ada aktivitas pekerja proyek pagar bagian timur pasar Borong. Bagian pondasi sudah dibangun. Sloof dan pemasangan batu bata, belum dilaksanakan. Rangka kolom beton sudah dibangun, namun belum dicor. Ada sejumlah material batu, pasir dan besi beton menumpuk di sekitar lokasi proyek. (krf3/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!