Bank NTT Catat Pertumbuhan Positif – Timor Express

Timor Express

METRO

Bank NTT Catat Pertumbuhan Positif

KOMPAK. Dirut Bank NTT Ishak Eduard Rihi bersama komisaris, direksi dan Kadiv saat memberi penjelasan tentang kinerja Bank NTT tahun 2019, Selasa (31/12/2019) di Kantor Pusat Bank NTT.

CHARLENS BISING/TIMEX

Tumbuh di Atas Proyeksi BI

KUPANG, TIMEX – Bank NTT mencatat pertumbuhan positif selama tahun 2019. Bahkan jauh di atas proyeksi Bank Indonesia. Yang paling tinggi adalah dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai pertumbuhan 45,63 persen dibanding tahun 2018. Diikuti pertumbuhan kredit yang mencapai 16,56 persen.

Hal ini dijelaskan Direktur Utama Bank NTT, Ishak Eduard Rihi kepada wartawan, Selasa (31/12) di Kantor Pusat Bank NTT. Ishak didampingi beberapa komisaris dan direksi memberi keterangan tentang capaian Bank NTT selama 2019 dan proyeksi Bank NTT tahun 2020.

“Dana pihak ketiga tumbuh dengan sangat baik dari Rp 7,6 triliun tahun 2018 menjadi Rp 11,079 trilun tahun 2019. Atau mencatat pertumbuhan 45,63 persen. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan kepda Bank NTT sangat baik,” kata Ishak. Sementara kredit tumbuh dari Rp 8,7 triliun tahun 2018 menjadi Rp 10,22 trilun tahun 2019. Atau tumbuh sebesar 16,56 persen.

Sementara laba tumbuh 9,6 persen. Dijelaskan Ishak, laba Bank NTT tahun ini sekitar Rp 390 miliar hingga Rp 400 miliar. Belum mencapai target Rp 500 miliar yang ditetapkan. Namun, menurutnya capaian ini sudah sangat maksimal. Karena kepengurusan Bank NTT baru lengkap bulan Juni 2019. Dalam waktu sekitar tujuh bulan, jelas Ishak, pihaknya mampu menggenjot pertumbuhan hingga mencapai lama sekitar Rp 400 miliar.

Capaian Bank NTT ini, jelas Ishak, di atas proyeksi Bank Indonesia. Dimana Proyeksi BI untuk dana pihak ketiga tumbuh 10-15 persen dan pertumbuhan kredit 7-9 persen. Sehingga capaian Bank NTT menurut Ishak sangat luar biasa. Dikatakan, hal ini karena pengurus Bank NTT yang sudah lengkap dan transformasi yang dilakukan Bank NTT.

“Transformasi yang dilakukan yakni perbaikan tata kelola dan sistim serta jaringan kerja yang semakin baik. Ditopang 220 kantor dan kepengurusan yang lengkap,” jelas Ishak.

Secara keseluruhan, jelas mantan Kepala Divisi IT Bank NTT ini, market share Bank NTT tahun 2019 tumbuh 34,23 persen dari sekitar 20 bank yang beroperasi di NTT. Perinciannya, aset tumbuh 14,57 persen, kredit 30,21, DPK 39,87 persen. Sehingga pihaknya menargetkan market share tahun 2020 sebesar 35,78 persen.

Pada kesempatan itu, Ishak juga menjelaskan bahwa Bank NTT akan terjun ke digital bisnis dengan memanfaatkan platform digital bisnis. Dirinya menyebut NTT Pay untuk seluruh pembayaran. Juga mulai masuk ke e-comerce dan digital bank. “Prinsipnya tahapan sudah jalan dan masyarakat akian mennikmati. Soal regulasi memang harus dipenuhi,” jelas Ishak.

Selain itu, akan fokus salurkan usaha mikro kecil dan menegah dan pembangunan infrastrktur daerah. Bank NTT juga kolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi untuk mendukung industri ekonomi masyarakat. “Seperti industrialisasi kemiri di Alor menggunakan mesin pengolahan biji kemiri dalam rangka pemberdayaan ekonomi daerah,” jelas Ishak lagi Untuk meningkatkan dana pihak ketiga, jelas Ishak, inovasi terus dilakukan. Antara lain gerakan edukasi menabung milenial mulai dari SD hingga PT. Juga pegadaian flashback tabungan emas.

Bank NTT juga mendukung program pariwisata. Beberapa destinasi akan menjadi fokus. Selain Labuan Bajo adalah Rote Ndao dan Atapupu Kabupaten Belu. “Kemudian kerja sama dengan sekolah-sekolah pemanfaatan jasa layanan perbankan,” jelasnya. (cha/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!