Bule Nikmati Sensasi Melintas di Lumpur – Timor Express

Timor Express

NUSANTARA

Bule Nikmati Sensasi Melintas di Lumpur

TERJANG BANJIR. Seorang warga negara asing sementara menerjang banjir. Ini akibat hujan lebat yang terjadi Rabu (1/1) dan membuat Jembatan Sementara Tampes, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan terputus.

JPG

Ketika Putusnya Jembatan Tampes Membawa Berkah

Hujan lebat 1 Januari lalu membuat Jembatan Sementara Tampes, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan terputus. Namun putusnya jembatan ini membawa berkah bagi warga dusun setempat.

FERIAL AYU, Lombok Utara

Sekitar 200 meter sebelum masuk ke Jembatan Tampes, terpampang plang pengalihan jalan. Ada dua arah yang ditawarkan. Belok kanan melewati jalur Sambik Rindang, tembus ke lapangan yang ada di seberang Timur jembatan Tampes. Satunya lagi jalur melewati gang perumahan warga yang berada di dekat jembatan tersebut.

Namun jalur alternatif ini tidak mudah dilintasi. Apalagi di musim hujan, jalan tanah tersebut menjadi becek dan berlumpur.
“Ayo bantu dorong, “ teriak salah seorang pemuda pada rekan-rekannya saat pengendara motor kesulitan melewati medan yang berlumpur.

Jalur ini baru dibuka warga bersama sejumlah pemuda Tampes. Awalnya sempat mendapatkan penolakan. “Itung-itung buat mata pencaharian pemuda sini,” kata Munhar, salah satu warga yang turut membantu pengendara motor menyeberang pada Lombok Post (Grup Timex).

Setelah dibuka, jalur ini langsung menjadi primadona bagi pengendara roda dua yang tidak ingin ribet mencari jalur lain yang lebih jauh. Sebab, jarak tempuhnya hampir sama seperti melintasi jembatan yang sudah putus tersebut.

Memang pengendara bisa melalui jalur Sambik Rindang. Namun memakan waktu cukup lama. Jarak tempuh yang seharusnya 100 meter, menjadi empat kilometer.

Namun jalur yang dibuat warga ini hanya diperuntukkan bagi pengendara roda dua. Kendaraan roda empat tidak disarankan melalui jalur ini dikarenakan medannya yang berlumpur.

Melewati jalur ini gratis. Para pemuda setempat tetap membantu pengendara yang melintas. Namun mereka juga kerap mendapat bayaran, karena membantu mendorong.
“Seribu dua ribu, yang penting ada pakai beli rokok,” sambung Munhar.

Meski medannya terbilang cukup sulit, namun tak sedikit pengendara motor tetap mau melewatinya. Baik itu dari arah timur hingga barat Jembatan Tampes.

Bahkan wisatawan mancanegara juga tertarik melewati jalur ini. Mereka mengaku ada sensasi berbeda melewati turunan terjal, tanah sungai berlumpur hingga berbatu. Beberapa bule ada yang nekad melintasi jalur ini, tanpa mau dibantu warga. Seperti salah satu bule asal Argentina.

Ketika hendak melewati turunan, si bule enggan dibantu warga. Saat itu dia masih mampu mengendalikan sepeda motornya sampai ke tepian sungai. Tiba-tiba, bule tersebut menarik gas cukup kencang. Putaran roda di tanah sungai yang berlumpur membuat kedua rekannya malah terciprat. Sedangkan dia melaju tak terkendali.

Beruntung dia tidak terjatuh. Namun penutup bagian bawah motor matic yang digunakan terlepas. Ia sempat panik melihat bensin yang berhamburan keluar. Beruntung para pemuda itu sigap membantu.
“Terimakasih, terimakasih,” kata bule itu.

Munhar mengungkapkan, aksi membantu menyeberangi sungai itu akan terus dilakukan hingga jembatan kembali terbangun. Mereka siap membantu selama pengendara yang melintas. (*/r4/jpg/gat)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!