Bursa Harus Bebas Saham Gorengan – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Bursa Harus Bebas Saham Gorengan

JAKARTA, TIMEX– Meski ketidakpastian membayangi perekonomian global, kinerja pasar modal Indonesia cukup positif sepanjang 2019. Total 55 perusahaan menjadi emiten baru Bursa Efek Indonesia (BEI). Itulah angka tertinggi di kawasan ASEAN dan nomor tujuh di dunia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pasar modal. Salah satu caranya adalah menertibkan praktik jual beli saham yang tidak benar.

“Jangan kalah oleh yang jahat-jahat. Hati-hati. Harus bersih, berintegritas, dan berani,” tuturnya saat membuka perdagangan BEI Kamis (2/1).

Jokowi menuturkan, perdagangan bursa yang bersih dan berintegritas bakal berdampak positif terhadap perekonomian dalam negeri. Terkait dengan bersih-bersih, menurut dia, wajar jika akan timbul sedikit goncangan di awal. Namun, hasilnya bakal terlihat dalam jangka panjang.
Jokowi juga berharap otoritas bursa dapat melindungi investor dari tindakan manipulatif di pasar. BEI dan OJK harus berani menindak aksi yang menjurus pada fraud. Karena itu, perlu adanya sistem transaksi yang transparan, tepercaya, dan valid. “Jangan sampai ada lagi saham Rp 100 digoreng-goreng menjadi Rp 1.000, digoreng-goreng menjadi Rp 4.000. Ini menyangkut kepercayaan yang akan kita bangun,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kembali mengimbau BEI dan OJK untuk menjaga reputasi baik pasar modal. Dia menyebut sikap tersebut sebagai kunci penting agar investor mau menanamkan modal di Indonesia.

Ani menjelaskan, pada masa mendatang, pembangunan butuh aliran modal asing masuk (capital inflow) maupun modal yang berasal dari dalam negeri sebagai sumber dana. Pendanaan itu bisa dihimpun melalui pasar modal. “Instrumen itu perlu track record dan valuasi yang berintegritas sehingga investor punya kejelasan tentang tingkat risiko maupun return,” terangnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyebutkan empat upaya untuk menciptakan pasar modal yang berdaya tahan, efisien, transparan, dan kredibel. Di antaranya, peningkatan pelaksanaan governance yang lebih baik dan peran pasar modal dalam pembiayaan berbagai proyek strategis.

“Upaya lainnya adalah meningkatkan jumlah emiten UMKM melalui penyederhanaan aturan penawaran umum dan kewajiban transparansi bagi UMKM, serta membangun ekosistem pasar modal yang lebih dalam,” ungkapnya.
Wimboh menyatakan, aktivitas penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal tahun lalu terbilang baik. Yaitu, Rp 166,8 triliun dengan 60 emiten baru dan tiga equity crowdfunding. “Ini menandakan masih tingginya kepercayaan investor terhadap Indonesia,” tandasnya. (far/dee/c14/hep/jpg/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!