Dianggap Tak Beri Teladan Etika Politik – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Dianggap Tak Beri Teladan Etika Politik

Majunya Anak Jokowi dan Ma’ruf dalam Pilkada

JAKARTA, TIMEX–Pencalonan keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres KH Ma’ruf Amin terus mendapat kritik. Sebab, meski tidak ada perundang-undangan yang dilanggar, secara etika dianggap kurang baik. Terlebih yang maju adalah kerabat dari para pemimpin tertinggi bangsa ini. Presiden dan wapres sepatutnya memberi contoh etika politik yang baik dengan tidak membiarkan anak-anaknya maju dalam pilkada.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, keluarga tokoh politik yang ikut terjun di dunia politik bukanlah hal baru. Sebetulnya hal semacam itu justru lazim di berbagai negara demokrasi, terutama negara maju. Misalnya keluarga Kennedy, Bush, atau keluarga Clinton.

Hanya saja, mereka masuk dalam kategori keluarga politik. Dalam arti, setiap hari terpapar aktivitas kerabatnya yang terjun di dunia politik sehingga dia tertarik untuk mengikuti jejaknya. Namun, tetap dengan mengikuti prosedur kaderisasi dari awal. Berbeda dengan yang dilakukan di Indonesia saat ini.

Di Indonesia, prosedur kaderisasi maupun rekrutmen politik yang demokratis hanya bungkus prosedural atau kamuflase saja. Kebanyakan anggota dari keluarga yang berpolitik tersebut tidak melalui proses-proses yang mestinya memperkuat mekanisme demokrasi. ’’Mereka mendapatkan jalan pintas,’’ ujarnya Selasa (31/12).

Dari sisi regulasi, memang tidak ada larangan terkait politik dinasti. Tidak ada hukum yang dilanggar. Bahkan, Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan nomor 33/PUU-XIII/2015 juga menganulir pasal di UU Pilkada yang mencegah adanya politik dinasti. ’’Tapi dalam pertimbangannya, MK menekankan pentingnya kaderisasi maupun rekrutmen politik yang demokratis,’’ lanjut Titi.

Dalam konteks Jokowi dan Ma’ruf, keduanya dituntut menjadi contoh agar politik dinasti bisa dicegah. pada periode pertama. Jokowi dianggap sebagai figur alternatif yang mampu menunjukkan keteladanan etis.Keluarganya tidak ikut cawe-cawe dalam hingar bingar politik.Tetapi ternyata kesabaran itu tidak bertahan lama.

Di periode kedua, tambah Titi, godaan kekuasaan terlalu kuat. Sehingga anak, menantu bahkan anak kandung wakil presiden pun dibiarkan masuk panggung politik. ’’Padahal kita semua tahu bahwa mereka adalah figur-figur yang selama ini jauh dari praktik politik praktis,’’ imbuh perempuan asal Palembang itu.

Politik dinasti di Indonesia, bila memang masih terjadi harus diubah menjadi politik keluarga. Keluarga dari elite politik yang berminat untuk masuk dunia tersebut harus memulai langkah dari awal. Mengikuti semua proses rekrutmen dan kaderisasi politik. Sehingga nanti mereka bisa membuktikan kalau keterpilihannya adalah karena kapasitasnya, bukan nama besar keluarganya. (byu/agm/jpg/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!