Mengenang Ciputra: Setiap Pertemuan adalah Inspirasi – Timor Express

Timor Express

OPINI

Mengenang Ciputra: Setiap Pertemuan adalah Inspirasi

Bobby Lianto
Seseorang yang terinspirasi dari hidup Ciputra

ADALAH suatu anugerah dalam hidup saya dapat bertemu, mengenal dan berbincang dengan Alm. Dr. (HC) Ir. Ciputra. Dan setiap pertemuan itu, Ciputra adalah insipirator dan motivator terbaik saya dalam berbagai bidang, salah satunya property.

Pertama kali bertemu almarhum, ketika saya masih mahasiswa yang akan lulus. Hari itu kami dengar Pak Ci, demikian dia disapa, akan datang. Yang saya tahu sebelumnya bahwa CIPUTRA adalah nama perumahan di Surabaya. Hari itu beliau bicara tentang Entrepreneurship, betapa pentingnya untuk Indonesia. Bangunlah daerahmu dan lahirkanlah para entrepreneur dan beliau cerita tentang pembangunannya sebagai developer. Ada satu kata yang melekat pada saya yaitu “Mengukir keindahan negeri.” setelah itu walaupun tidak sempat berfoto atau bersalaman dengan beliau, saya bilang dalam hati, saya akan pulang ke Kupang dan mengukir keindahan negeri, saya akan jadi developer.

Pertemuan kedua adalah saat saya menjadi Ketua DPD REI NTT yang saat itu adalah yang termuda se-Indonesia (28 tahun). Dalam suatu kesempatan acara FIABCI di Bali, saya berkesempatan dinner semeja dengan Pak Ci, demikian almarhum disapa. Saya lalu memperkenalkan diri, walaupun sempat saya ceritakan bahwa saya terinspirasi dari beliau untuk menjadi developer. Rupanya terlalu banyak orang yang menjadi developer terinspirasi dari beliau

Malam itu Pak Ci bertanya: Kamu kenal Gubernur? Saya mau berikan patung Yesus yang bisa ditaruh di atas bukit memberkati kota. Selanjutnya anak mantu Pak Ci, yakni Pak Harun datang ke Kupang untuk bertemu Gubernur serta Wagub dan sempat melihat lokasi yang aklan didirikan patung itu. Namun karena sejumlah kendala, patung itu belum sempat dibangun.

Pertemuan pertemuan selanjutnya dengan Pak Ci, tidak dapat saya hitung karena setiap ada kegiatan REI, almarhum selalu hadir dan setiap kali bertemu serta mendengar beliau berbicara atau berbincang, selalu ada inspirasi.

Saat almarhum mendirikan Asosiasi REI Tahun 1972 dan menjadi Ketua Umum REI yang pertama hanya berlangsung 3 Tahun, selanjutnya tentu semua anggota mau almarhum lanjutkan lagi, tetapi Pak Ci berkata tidak. Justru almarhum mengkaderkan pemimpin berikutnya yang kinji sudah almarhum, bapak Eric F.H. Samola, SH. Dan ini terus menjadi patron sehingga REI sampai hari ini sudah ada 16 Ketua Umum tidak pernah ada yang dua periode. Sehingga pengkaderan di REI sangat berjalan dengan baik melahirkan tokoh-tokoh nasional bahkan beberapa menteri yang berkualitas. Semuanya sangat menghormati ketokohan seorang Ciputra.

Pak Ci semasa hidupnya juga terkenal sebagai pribadi yang taat dan beriman, beliau juga adalah member FGBMFI (Full Gospel Businessman Fellowship International), pernah sebagai president Bank & Property Chapter bahkan beliau adalah yang mensupport bersama istrinya keliling Australia untuk membuka chapter-chapter disana. FGBMFI adalah organisasi pengusaha Kristen dari berbagai denominasi (Interdenominasi) yang terbesar di dunia dan beliau punya banyak kesaksian kisah hidup yang luar biasa, bagaimana masa-masa krisis yang menghantam bisnisnya dari salah satu orang terkaya di indonesia, berbalik menjadi seorang yang punya hutang di luar negeri yang nilainya sangat besar akibat nilai tukar rupiah yang hancur. Namun saat-saat itu beliau mengalami Kasih Tuhan dan justru mengenal dan mengalami Tuhan. Pak Ci dipulihkan dan melewati krisis bahkan mengalami berkat berkat yang lebih besar.

Dalam suatu kesempatan kami ikut Lemhanas FGBMFI , almarhum pun datang dan bicara tentang entrepreneurship bahkan melakukan MoU dengan Universitas Ciputra untuk program Mini MBA bagi para Businessman. Saat akan pulang, Pak Ci mendoakan kami para businessman muda, saya ikut mengantarkan dia ke mobil tapi sebelum keluar ruangan saya sampaikan ke beliau, bahwa kali ini saya yang mau mendoakan dia. Dia spontan berkata silahkan, sesaat kemudian sambil menutup mata, saya memegang tangannya dan mendoakan beliau. Lalu saya antarkan ke mobil, dan itu adalah pengalaman paling berharga bagi saya. Takkan mungkin saya lupakan.

Saya dan beberapa teman dari NTT mengikuti program Mini MBA, mengambil kesempatan di angkatan pertama dan lulus program mini MBA di Universitas Ciputra Surabaya.

Tahun lalu saat kerabat dan orang kepercayaan Pak Ci, yakni Pak Tulus menikahkan anaknya di Jakarta, saya diundang dan saya berkesempatan berbincang dengan Pak Ci dan Istri. Saat itu beliau tanya tentang proyek perumahan di Kupang bagaimana perkembangannya, sebelumnya sebenarnya beliau sudah berencana akan investasi dan membangun Perumahan Ciputra di Kupang, bahkan anak laki-lakinya sudah datang ke Kupang. Timnya sudah melakukan survei dan kajian tetapi karena satu dan lain hal dengan pemilik tanah/ calon partnernya mereka tidak jadi berinvestasi. Pak Ci terus bertanya ke saya terkait proyek itu.

Ada satu pesan Pak Ci yang membekas di hati saya: Harus buat sesuatu yang berbeda, sesuatu yang ikonik, sesuatu yang lain dari pada yang lain. Ini yang menginisiasi saya dalam beberapa project, kami buat sesuatu yang baru, yang berbeda dan yg lain dari pada yg lain. Dan juga yang menginsipirasi saya untuk membuat suatu IKON di kupang yaitu “The Giant Cross” atau Jalan Salib Raksasa di Perumahan Sejahtera Land – Oetalu – Penfui Timur yang diresmikan 3 Januari 2020 hari ini. Ini persembahan kami sebagai hadiah ulang tahun Provinsi NTT dan juga sebuah dedikasi untuk mengenang almarhum Dr. Ir. Ciputra.

Pertemuan terakhir adalah saat saya melayat jenazah almarhum. Saya datang khusus dari Kupang sebelum tutup peti, kesempatan melihat jenazahnya yang terakhir, bertemu dengan anak-anak, mantu dan keluarga besar. Ternyata di dalam tenda perkabungan saya bertemu begitu banyak pengusaha, pejabat, orang-orang penting yang bercerita tentang jasa-jasa Pak Ci, Inspirasi dan motivasi yang mereka dapat dari almarhum. Bayangkan, kehidupan beliau telah menginspirasi begitu banyak orang yang bertemu dengan dia. Saya adalah salah satu orang yang beruntung pernah bertemu dan berkenalan dengan dia. Bahkan di acara pemakamannya, saya pun termotivasi, saya juga harus menginspirasi banyak orang.

Dalam perjalanan menuju Jonggol, tempat pemakaman keluarga dimana almarhum dimakamkan, , kami melewati puluhan project Ciputra mulai dari Mall, Perumahan, dan lain-lain dari beberapa group perusahaannya dan sepanjang jalan saya melihat ribuan poster, spanduk dan baliho menuliskan selamat jalan Bapak Ciputra.

Betapa Indonesia kehilangan seorang Ciputra.

Selamat Jalan Pak. Ci

Akan Lahir Ciputra Ciputra Muda untuk Bangsa ini untuk mengukir Keindahan Negeri

Untuk itu saya mengusulkan untuk memberikan almarhum Bapak Ciputra sebutan sebagai bapak property Indonesia, bapak realestat Indonesia dan bapak Entrepreneurship Indonesia. (*)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!