Naik 123 Persen dalam Setengah Abad – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Naik 123 Persen dalam Setengah Abad

Dukcapil Catat Penduduk Indonesia 266,5 Juta Jiwa

JAKARTA, TIMEX–Jumlah penduduk Indonesia meningkat lebih dari dua kali lipat selama hampir 50 tahun terakhir. Hal itu tergambar dari catatan awal 2020 yang dikeluarkan Ditjendukcapil Kemendagri kemarin. Berdasarkan data terakhir, Ditjendukcapil sudah mengelola data kependudukan sebanyak 266.534.836 jiwa.

’’Masing-masing terdiri dari 31 elemen data. Mulai dari nama, alamat, hingga golongan darah,’’ terang Dirjendukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh kemarin (2/1). Ke-31 elemen tersebut untuk memastikan tidak ada data penduduk yang ganda.

Dari jumlah tersebut, ada sekitar 193 juta penduduk yang wajib memiliki E-KTP. Sejauh ini, tutur Zudan, perekaman memang masih belum 100 persen. Ada sekitar 2 jutaan penduduk yang belum merekam E-KTP. ’’(Awal) tahun ini sudah mencapai 98,79 persen,’’ lanjutnya. Pihaknya masih terus mencari penduduk yang belum merekam data sehingga cakupannya bisa mencapai 100 persen.

Dengan pencatatan tersebut, artinya jumlah penduduk Indonesia meningkat 123,6 persen dalam kurun waktu 48 tahun. Tumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan era 70-an. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah penduduk Indonesia pada 1971 mencapai 119.208.229 jiwa.

Pada tahun ini pula, BPS akan menyelenggarakan sensus penduduk. Rencananya, pada Februari hingga Maret penduduk bisa mulai melaksanakan sensus secara secara mandiri via website BPS. Kemudian, pada Juli 2020 petugas sensus akan memulai proses wawancara mendalam untuk memverifikasi data. Targetnya, pada Juli 2021 bisa dihasilkan berbagai parameter demografi penduduk Indonesia.

Zudan menuturkan, pendataan penduduk tidak hanya dilakukan di dalam negeri. Namun juga di luar negeri. Penerbitan Nomor Identitas Tunggal untuk NIK bagi WNI di luar negeri sudah mencapai 3.500 dan akan terus bertambah. Dengan NIT tersebut, bisa diterbitkan akta kelahiran, kematian, dan perkawinan dengan standar yang sama dengan di dalam negeri.

Sementara, bagi anak-anak, pihaknya masih mengebut proses penerbitan akta kelahiran. Sampai saat ini cakupannya sudah mencapai 91 persen untuk anak usia 0-18 tahun. Selain itu, program kartu identitas anak sudah mencakup 482 kabupaten/kota. ’’Hanya kurang 32 daerah yang belum melaksanakan,’’ imbuhnya.

Zudan berharap kesadaran masyarakat tentang administrasi kependudukan bisa makin meningkat. Bagaimanapun, data kependudukan harus terus dimutakhirkan. Sehingga pelayanan administrasi terhadap masyarakat juga bisa semakin mudah. Baik yang dilakukan oleh negara maupun swasta. Saat ini, sudah ada lebih dari 1.600 lembaga yang menggunakan data kependudukan sebagai alat verifikasi. (byu/fat/jpg/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!