Terjerat Tali Tambang, Anak Gajah Luka Parah – Timor Express

Timor Express

NUSANTARA

Terjerat Tali Tambang, Anak Gajah Luka Parah

PEKANBARU, TIMEX– Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Balai Besar KSDA Riau, Sugito
mengatakan, tim gabungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau berhasil melakukan pengobatan seekor anak Gajah Sumatera yang terluka kakinya akibat terkena jerat tali tambang di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Selasa (31/12/2019).

Dijelaskannya, dengan menggunakan bantuan dua gajah jinak, anak gajah liar berhasil di obati diawali dengan pembiusan. Saat pengobatan tersebut, diketahui kondisi anak gajah mengalami luka parah, kurus, dehidrasi, kaki kiri bagian depan terluka dan bengkak. Bahkan tali jerat masih melingkar pada pergelangan kakinya yang terluka. Selain pembengkakan, juga telah mengalami nekrosi, infeksi pada kaki yang terluka tersebut. Anak gajah juga mengalami anemia berat dengan kondisi mukosa yang sangat pucat.

Lebih lanjut dijelaskannya, upaya penyelamatan dimulai dengan pelepasan tali jerat pada kaki terlebih dahulu. Kemudian, dilanjutkan dengan dilanjutkan dengan pembersihan luka. Pengobatan dilakukan untuk memperbaiki kondisi tubuh anak Gajah melalui pemberian cairan infus NaCl (Natrium Clorida), RL (Ringer laktat), Glukosa 5 persen, Aminofluid, vitamin berupa Catosal, Biodin, Vitol serta pemberian antibiotic (ceftriaxon dan Oxytetracyclin LA), pemberian flunixin (analgesic, antiinflamasi). Selain itu, juga dilakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan terhadap kondisi anak gajah tersebut.

Informasi mengenai adanya anak gajah liar yang terluka tersebut diketahui pertama kali oleh Balai BKSDA Riau, Sabtu (21/12/2019) berdasarkan laporan dari tim lapangan Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo dan pihak perusahaan PT Rimba Peranap Indah (RPI), yang menceritakan tentang adanya anak gajah liar yang terkena jerat. Anak Gajah tersebut masih bersama dengan rombongan induknya. Lokasi dijumpai anak gajah terjerat di areal konsesi PT RPI Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu.

Berdasarkan informasi tersebut, kemudian segera dilakukan tindakan medis untuk menyelamatkan anak gajah tersebut. Kemudian, dibentuk tim gabungan penyelamat oleh Balai BKSDA Riau, yang terdiri dari Wilayah I BBKSDA Riau, paramedis, polhut, beberapa mahout dan personel dari Balai Taman Nasional Tesson Nilo (TNTN), Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo serta pihak perusahaan dari PT. RPI dan PT Riau Andalan Pulp dan Paper (RAPP). Tim gabungan kemudian turun ke lokasi untuk segera melakukan pencarian dan penyelamatan.

“Kalau melihat fakta-fakta dilapangan diperkirakan sekitar sudah mengalami luka selama satu bulan. Jenis kelamin gajah jantang, berumur sekitar 2,5 sampai dengan 3 tahun karena sudah tumbuh gading dengan panjang sekitar 10 cetimeter. Saat ini gajah yang terjerat setelah selesai dilakukan pengobatan langsung kita kembalikan ke rombongannya (habibatnya). Pada saat evakuasi ada sekitar 15 sampai dengan 17 ekor gajah beserta dengan rombongan kawanan gajah tersebut berada di lokasi sekitar. Dalam melakukan penanganan medis, kami juga dibantu dengan dua ekor gajah latih,”ungkapnya kepada Riau Pos, Rabu (01/01/2020) dikantor BKSDA Riau, Jalan HR Soebrantas Panam.

Ia menambahkan, kedepannya kita akan terus melakukan monitoring untuk perkembangan kesehatan gajah tersebut. Untuk memastikan kesehatan gajah yang telah di obati tersebut kita juga mengambil sampel darah gajah untuk mengetahui tingkat kesehatan dari gajah tersebut. Dan itu bagian dari upaya untuk memantau dan memastikan bahwa nanti kedepannya gajah yang telah diobati itu kembali sembuh dan normal dan kembali bersama rombongannya. (dof/jpg/gat)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!