Kades Oenaem Dirikungkus Polisi – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Kades Oenaem Dirikungkus Polisi

AMANKAN. Tim Buser Polres TTU saat mengamankan Kepala Desa Oenaem, Bernadus Nesi bersama tiga tersangka lainnya di kawasan hutan Bifemnasi-Sanmahole.

PETRUS USBOKO/TIMEX

Kasus Pembalakan Kayu Jati

KEFAMENANU, TIMEX – Kepala Desa Oenaem Kecamatan Biboki Selatan, Bernadus Nesi diringkus tim Buruh Sergap (Buser) Polres TTU di kawasan hutan Bifemnasi-Sanmahole yang terletak di Desa Oenaem Kecamatan Biboki Selatan, Jumat (3/1) petang.

Selain Kades Oenaem, tim Buser Polres TTU juga mengamankan tiga orang lainnya yakni Fidelis Neonnub, Agunsae Nailape dan Aleksander Sauto. Mereka diamankan polisi lantaran diduga kuat melakukan pembalakan kayu jati di kawasan hutan Bifemnasi-Sonmahole.

Informasi yang berhasil dirampung Timor Express dari sejumlah sumber mengatakan, alasan Kepala Desa Oenaem, Bernadus Nesi melakukan penebangan kayu jati di kawasan hutan Bifemnasi-Sanmahole untuk pembangunan gedung kantor desa.

Padahal, sesuai dengan alokasi anggaran yang tercantum di dalam APBDes Oenaem tahun anggaran 2019 sudah mengakomodir segala bentuk pembiayaan yang timbul akibat pembangunan gedung kantor desa, sehingga alasan tersebut dinilai sebagai bentuk pembenaran dan pembelaan diri dari Kades Oenaem.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Tatang Prajitno Panjaitan ketika dikonfirmasi Timor Express melalui telepon seluler, Sabtu (4/1) membenarkan adanya penangkapan Kepala Desa Oenaem, Bernadus Nesi bersama tiga warga lainnya oleh tim Buser Polres TTU.

Dikatakan, keempat orang yang diamankan lantaran diduga kuat melakukan pembalakan liar di kawasan hutan Bifemnasi-Sanmahole. Saat diamankan, keempat pelaku sementara melakukan penebangan kayu jati menggunakan sensor.

“Benar ada empat orang warga Desa Oenaem yang kita amankan salah satunya itu kepala desa. Mereka diamankan karena melakukan pembalakan liar di kawasan hutan negara,” tuturnya.

Ia menambahkan, selain empat pelaku, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan barang bukti berupa kayu bulat dolgen sebanyak 4 batang, kayu berukuran 6 x 12 sebanyak 21 batang dan satu buah sensor yang digunakan oleh para pelaku dalam melakukan penebangan.

Karena itu, lanjut Tatang, dari bukti permulaan yang dikantongi penyidik, pihaknya telah menetapkan status tersangka kepada keempat pelaku pembalakan liar di kawasan hutan tersebut.

“Barang bukti sudah diamankan di Polres TTU. Dari bukti yang kita amankan itu sudah cukup bukti sehingga kita sudah naikkan status para pelaku menjadi tersangka,” jelasnya.

Terkait keberadaan para pelaku, pasca dinaikkan status menjadi tersangka, pihaknya telah melakukan penahanan kepada keempat pelaku di sel Mapolres TTU selama 21 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan.

Tatang berharap, kerja sama yang baik dari berbagai pihak terutama masyarakat agar selalu proaktif dalam melaporkan setiap kejadian tindak pidana kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Pelaku sudah kita tahan. Sejak ditetapkan sebagai tersangka langsung kita tahan. Penyidik sementara merampungkan berkas perkara untuk kirim SPDP kepada JPU,” pungkasnya. (mg26/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!