Masyarakat Harus Rebutan Rumah Subsidi – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

Masyarakat Harus Rebutan Rumah Subsidi

ILUSTRASI/NET

REI NTT: Siapa Cepat Dia Dapat

KUPANG, TIMEX – Pemerintah memberikan kuota rumah subsidi sebanyak 102.000 unit untuk seluruh Indonesia di tahun 2020. Jumlah ini terbilang sedikit.
Pasalnya, penyerapan rumah sibsidi di tahun sebelumnya mencapai 268.000 unit. Demikian dikatakan Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby kepada Timor Express, Jumat (3/1). Menurut Bobby, kuota tersebut diberikan secara gelondongan untuk seluruh Indonesia. Tidak ada pembagian jatah per provinsi. “Jadi harus rebutan. Siapa cepat, dia tapat. Jangan tunggu lagi. Kita bersaing dengan daerah lain. Masyarakat harus inisiatif. Karena jumlahnya terbatas,” kata Bobby yang juga salah satu developer terbesar di NTT itu.
Selain FLPP, ada juga program subsidi BPPBT. Dia jelaskan subsidi FLPP diberikan selama 20 tahun bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara BPPBT adalah subsidi berbasis tabungan. Dan diberikan hanya satu kali di depan sebesar Rp 38 juta sampai Rp 40 juta. Masih menurut dia, dengan kuota terbatas tersebut, masyarakat tidak boleh main-main lagi. Karena daerah lain juga ikut merebut. Sementara rumah subsidi diperuntukan bagi daerah-daerah yang masih membutuhkan seperti di NTT. Apalagi subsidi tersebut dari APBN. “Ini kan dana dari pusat. Jadi kalau kita dapat lebih banyak, kita untung. Karena kuota sedikit jadi bulan April atau Mei sudah habis,” sebutnya.
Sementara CEO Sejahtera Group, Bobby Lianto yang diwawancara juga mengatakan, masyarakat harus memanfaatkan peluang tersebut untuk mendapatkan rumah murah. Dengan harga yang murah, syarat-syarat juga semakin diperketat. Sehingga tidak semua orang bisa mengakses. “Jadi harus serius urus. Banyak persaingan developer, jadi makin ketat. Rebutan,” sambungnya.
Sekadar tahu, kuota rumah subsidi yang diberikan pemerintah pusat di tahun 2019, habis pada Agustus 2019. Sehingga antrean panjang para calon pembeli di para developer hingga Desember 2019. Pasalnya, bank tidak bisa melakukan akad sambil menunggu tambahan kuota dari pemerintah pusat. (cel/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!