Penasihat Hukum Terdakwa Siap Baca Pledoi – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Penasihat Hukum Terdakwa Siap Baca Pledoi

SIDANG. Sidang perkara dugaan korupsi NTT Fair dengan agenda pembacaan tuntutan untuk terdakwa Dona Fabiola Tho, Yulia Afra dan Hadmen Puri di ruang sidang Pengadilan Tipikor KUpang, Kamis (19/12/2019)

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Dugaan Korupsi Proyek NTT Fair 

Besok, JPU Tuntut Linda, Barter dan Ferry 

KUPANG, TIMEX – Setelah dituntut masing-masing 3 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan dikurangi masa tahanan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), maka ketiga terdakwa perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair melalui Penasihat Hukum (PH) nya siap membacakan nota pembelaan (pledoi) dalam sidang lanjutan yang akan digelar di Pengadilan Tipikor Kupang, Senin (6/1).

PH terdakwa Dona Fabiola Tho, Marthen Lau, PH terdakwa Yulia Afra, Rusdinur, dan PH terdakwa Hadmen Puri, Samuel Haning yang dikonfirmasi koran ini, Minggu (5/1), mengaku sudah siap secara moril untuk menghadapi sidang lanjutan perkara NTT Fair dengan agenda pledoi.

“Sudah. Kami sudah siap membacakan pledoi untuk klien kami. Karena menurut kami ada poin-poin yang sebenarnya klien kami tidak  bersalah,” tandas kuasa hukum Dona Fabiola Tho, Marthen Lau.

Hal yang sama juga disampaikan kuasa hukum Yulia Afra, Rusdinur yang mengaku sudah selesai menyusun pledoi.

“Ini pledoi sudah siap. Hari Senin kita bacakan. Halamannya sedikit saja. Poin-poin pembelaan juga sudah ada nanti saat sidang baru saya uraikan ya,” ujarnya.

Senada dengan kuasa hukum Yulia Afra dan Dona Fabiola Tho, kuasa hukum Hadmen Puri, Samuel Haning kepada Timor Express mengatakan, pledoi untuk kliennya sudah ia rampungkan sebelum akhir tahun.

Menurut Samuel Haning, pleidoinya sebanyak 50 halaman ia rangkum untuk kualitasnya pleidoi bukan kuantitas. Bagi dia buka banyak halaman tetapi kualitas dan bobot dari pleidoi yang diutamakan.

“Sudah nanti kita bacakan hari Senin sesuai agenda sidang yang sudah ditetapkan bersama Majelis dan JPU. Tim telah siap membacakan pleidoi sebanyak 50 halaman kita pres untuk kualitasnya pleidoi bukan kuantitas. Banyak halaman tetapi kualitas dan bobot dari pleido yang diutamakan,” ungkapnya.

Sementara, JPU Hendrik Tiip menjelaskan, sesuai berita acara persidangan sebelumnya maka sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung NTT Fair akan dilanjutkan Senin, 6 Januari 2019 (Hari ini) dengan agenda pembacaan pledoi dari kuasa hukum terdakwa Dona Fabiola Tho (PPK), Yulia Afra (KPA), dan Hadmen Puri (Direktur PT Cipta Eka Puri).

Lanjut Hendrik Tiip, Selasa, 7 Januari 2019 sidang dilanjutkan dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Barter Yusuf,  Linda Liudianto dan Ferry Johns Pandie.

“Kita tunggu saja pak Kajati untuk tanda tangan berkas tuntutan. JPU sudah siap membacakan tuntutan terhadap terdakwa Linda Liudianto, Barter Yusuf dan Ferry Johns Pandie,” ujarnya. (mg29/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!