Sejahtera Land Oetalu jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru – Timor Express

Timor Express

METRO

Sejahtera Land Oetalu jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Gubernur: Manfaatkan Fasum untuk Asah Kreativitas

KUPANG, TIMEX – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meresmikan fasilitas umum dan rumah tipe baru di Perumahan Sejahtera Land Oetalu, Penfui Timur Kabupaten Kupang, Jumat (3/1).

Fasilitas tersebut berupa lapangan bola kaki mini, lapangan basket, bola voli dan fasilitas bermain lainnya. Ada pula fasilitas bermain yang dilengkapi akses Wi-Fi gratis bagi penghuni perumahan tersebut. Salah satu ikon yang diresmikan adalah Giant Cross atau salib raksasa yang membentang di tengah perumahan tersebut. Salib dari paving block dengan panjang 150 meter dan lebar 85 meter itu merupakan yang terbesar di dunia. Dan, mendapatkan rekor MURI.

Salib tersebut dilengkapi lampu-lampu yang menggunakan sistem kontrol melalui telepon genggam, sehingga operator bisa menghidupkan atau mematikan lampu melalui telepon genggam. Bahkan bisa mendeteksi gangguan pada lampu tersebut. Pemandangan indah bisa disaksikan pada malam hari. Lebih menarik lagi ketika disaksikan dari atas pesawat yang akan landing atau take off dari Bandara El Tari Kupang.

Selain itu, ada SMP dan SMA yang dilengkapi fasilitas belajar yang dibangun oleh Yayasan Tangan Pengharapan. Yayasan tersebut sudah membantu lebih dari 5.000 anak NTT yang tersebar di beberapa kabupaten. Dan, Wakil Ketua DPRD NTT, Ince Sayuna diberi kesempatan untuk meresmikan tempat tersebut sebagai Bank NTT City. Pasalnya, seluruh pembiayaan rumah dan fasum di sana ditanggung oleh Bank NTT.

Gubernur pada kesempatan itu mengatakan, perumahan dan fasilitas yang dibangun Sejahtera Group tersebut merupakan hal yang sangat positif. Peran swasta dalam mendukung pembangunan di daerah ini sudah dilakukan perusahaan milik keluarga Hengky Lianto tersebut.

Menurut dia, kehadiran perumahan tersebut menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Apalagi ditambah dukungan fasilitas umum yang sudah diresmikan tersebut. Sehingga dia meminta pemerintah Kabupaten Kupang untuk memanfaatkan fasilitas yang dibangun itu. Misalnya dengan menggelar pertunjukan seni dan budaya pada setiap malam minggu atau hari tertentu. Sehingga bisa melahirkan generasi berbakat di sana. Bahkan menjadi tempat untuk memasarkan produk-produk olahan masyarakat. “Pembangunan fasilitas umum seperti ini akan mendorong Pemkab Kupang bisa juga mengincar di sini untuk merencanakan segala sesuatu. Kabupaten Kupang salah satu kabupaten terkaya di NTT yang lagi tidur nyenyak. Padahal punya potensi yang luar biasa,” kata gubernur pada acara yang dihadiri Wabup Kupang, Jery Manafe itu. Hadir pula Wakapolda NTT, Johny Asadoma, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Meri Kolimon, Dirut Bank NTT, Ishak Eduard Rihi dan Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby.

Masih menurut dia, Kabupaten Kupang sebagai penyangga Kota Kupang harus dikelola secara baik. Tidak hanya pemerintah, swasta harus ikut terlibat. Dan, pemerintah pun harus benar-benar memberikan kemudahan kepada pengusaha untuk mengelola potensi yang ada di sana. Apalagi pengusaha seperti Sejahtera Group yang telah berinvestasi besar di daerah itu. Harus menjadi mitra strategis. “Jangan sia-siakan fasilitas umum yang kita resmikan hari ini. Diresmikan lalu ditinggal dan diberikan hanya tanggung jawab kepada Sejahtera Group saja. Jangan swastanya lari kencang, pemerintahnya diam di tempat,” tandas dia lagi.

Dia katakan, kebutuhan akan rumah di NTT masih sangat tinggi. Sementara kemampuan masyarakat untuk membeli atau membangun rumah masih rendah. Sehingga dia mendorong pembangunan rumah yang murah oleh pemerintah dan swasta. Karena rumah menjadi tolok ukur kemiskinan.

Selain rumah, NTT saat ini membutuhkan industri-industri pengolahan. Menurut dia, NTT sebagai pusat penghasil buah yang berkualitas. Namun tidak ada industri pengolahan. “Saya sudah bilang ke tim saya, tidak suka lihat ke depan namanya itu kita punya poteka/semangka itu berkeliaran di mana-mana. Harus ada industri lanjutan. Yang kedua, kita punya jeruk harus ada industri lanjutan supaya jangan kelihatan di jalanan menunjukkan kualitas manusianya tidak punya cara berpikir untuk menuju industri. Kita punya pertumbuhan ekonomi adalah 5,23 di atas rata-rata nasional, tetapi kemiskinannya tambah. Kenapa? Karena data sumbangan dari pertumbuhan itu bukan datang dari kelompok petani dan nelayan. Karena itu harus di-upgrade industri pertanian dan industri-industri pengolahan. Harus didorong karena itu saya mengajak para pengusaha yang ada di sini kita masuk pada industri pengolahan lanjutan dari seluruh pertanian yang ada,” paparnya lagi.

CEO Sejahtera Group, Bobby Lianto pada kesempatan itu menjelaskan, Sejahtera Group sudah mulai membangun perumahan di Penfui Timur sejak 10 tahun silam. Mulai dari Perumahan Pondok Indah Matani yang sudah terbangun 700 unit lebih.

Sedangkan di Sejahtera Land di atas lahan seluas 33 hektar juga telah terbangun hampir 700 unit rumah yang didominasi rumah subsidi. Sehingga total rumah yang dibangun Sejahtera Group di Desa Penfui Timur mendekati 1.400 unit. “Mayoritas adalah rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” jelas Bobby.

Menurut dia, sejak awal dirinya membangun rumah komersil. Namun setelah melihat banyak konsumen yang tidak mampu membeli, dia berusaha untuk membangun rumah layak huni namun murah. Hingga akhirnya muncul rumah subsidi dari pemerintah tersebut. “Kami di sini memiliki air yang bagus, nonstop 24 jam,”. Dia mengatakan saat mulai membangun di sana, pihaknya membantu warga sekitar, alat pencetak batako. Dan sudah berkembang saat ini. Menurut dia, Sejahtera Group memiliki visi untuk membangun perumahan sebanyak mungkin dan menjangkau daerah-daerah di NTT.

Terkait Jalan Salib, Bobby jelaskan, Jalan Salib Raksasa itu terbuat dari paving block terbentang di tengah-tengah perumahan Sejahtera Land 2 jalur. “Biasanya rumah subsidi jalannya cukup satu jalur. Tapi ini kita buat menjadi ikon dan saya berterima kasih tentu pada saat ini kami juga mempersembahkan jalan ini menjadi ikon di NTT kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur. Masyarakat di Penfui Timur masyarakat Kupang dan juga untuk suatu penghargaan kepada almarhum Ir. Ciputra. Beliau adalah tokoh inspirasi kami dan menjadi pendiri dari Real Estate Indonesia yang terus memberikan inspirasi kepada kami,” paparnya.

Ia menambahkan sistem street light smart system di Giant Cross yaitu tiang lampu jalan dengan teknologi digital. Dimana ini pertama di Nusa Tenggara Timur yaitu dengan kontrol melalui HP android. “Ini baru ada di tiga kota di

Indonesia dan kota ke-4 yang menggunakan adalah di Kabupaten Kupang,” tambahnya.
Masih menurut dia, dukungan dari Bank NTT tidak hanya pembiayaan, namun ada juga layanan Bank NTT di sana. Sehingga pembayaran fasilitas listrik, air, internet semua melalui teknologi dan juga melalui Bank NTT. “Ini satu tanda kebangkitan Bank NTT di industri perumahan yang mana men-support secara utuh di dalam perumahan itu yang selanjutnya di perumahan perumahan lain,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, diumumkan sebuah tipe rumah baru di Sejahtera Group. Desain rumah komersil itu diperoleh melalui sayembara. Dan pemenangnya adalah rumah tipe Viktory yang akan dibangun di lokasi tersebut. Peserta sayembara adalah putra daerah asli NTT. “Supaya arsitek-arsitek Kupang harus berkompetisi dan mereka akan menghasilkan yang terbaik,” sambung dia. Selain itu, Bobby juga menyerahkan fasilitas sosial berupa lahan untuk pembangunan dua gereja di perumahan Sejahtera Land Oetalu. (cel/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!